Deep

Deep
SEBUAH KEPUTUSAN



"Aku gak yakin ini masalah atau bukan tapi apapun yang terjadi nanti, bisakah kau selalu menemaniku ?"


Jiwon mengerutkan keningnya tak biasanya Chanyeol terlihat serius seperti ini.


"Jawablah, jangan diam saja." desak Chanyeol.


Jiwon menatap Chanyeol terkadang ia tak mengerti apa yang ada dipikiran pria itu.


"Bukankah selama ini aku memang selalu menemanimu?" jawab gadis itu akhirnya.


Pria itu tersenyum samar dan pandangan terlihat kosong, "Akhir-akhir ini aku hanya sering khawatir tanpa tau sebabnya"


"Aku tak menyukai kau yang selalu khawatir seperti ini, bukannya kau bilang kita akan menjalani bersama" Jiwon menggenggam tangan Chanyeol meyakinkannya.


"Ji..."


"Katakanlah kalau kau tak akan terlalu mengkhawatirkan banyak hal, jika memang kau ingin kita menjalani semuanya" potong gadis itu


Pria itupun tersenyum dan mengangguk.


"Aku akan kembali ke dorm hari ini ? Apa tak apa jika aku meninggalkanmu?"


"Gwenchana, lagian hari ini masa cutiku juga sudah habis mungkin nanti siang aku akan ke agensi juga untuk membahas proyek baru"


"Drama baru?"


"Mungkin, aku belum melihat draftnya"


Terlihat Chanyeol menghela nafas, membuat Jiwon mengerutkan kening.


"Wae? Kau keberatan? " tanya gadis itu seolah mengerti apa yang ada dipikiran pria itu.


"Kalau aku keberatan kau juga akan tetap melakukannya kan?"


Jiwon hanya tersenyum, "Aku akan melakukan yang terbaik."


"Geureu, sepertinya aku harus mengerti jika nanti kekasihku melakukan banyak skinship dengan pria lain" Pria itu berucap sambil mengangguk-angguk dan jangan lupakan bibirnya sudah maju beberapa senti.


"Itu sudah menjadi resikomu"


"Yakk kau seharusnya menenangkanku, aishh kau ini tak peka sekali." Pria itu melipat kedua tangannya di dada dengan memasang muka lucu.


Kenapa Chanyeol harus se imut itu.?


Kembali sudut bibir Jiwon terangkat "Kau bilang kau akan kembali ke dorm?" Tanya Jiwon setelahnya.


Chanyeol menatapnya garang, " Kau mengusirku?"


"Emm, aku juga harus segera bersiap pergi sekarang tapi jika ingin pergi belakangan aku akan memberikan kuncinya" kata gadis itu lalu hendak beranjak tapi ditahan Chanyeol yang sebelah tangannya sudah menengadahkan untuk meminta sesuatu.


"Mwo?"


Pria itu memutar bola matanya gemas lalu mencium kilat bibir gadis itu sebelum berlalu ke kamar mandi. Sementara Jiwon hanya terpaku kaget dengan perlakuan Chanyeol yang tiba-tiba itu sedetik kemudian pipinya memanas.


Kenapa pria itu jadi berani dengannya?


"Oh iya lusa aku ingin mengajakmu makan bersama member di cafe dan kau harus mengosongkan jadwalmu. Arra?" Kata pria itu tanpa menunggu jawaban Jiwon dan langsung masuk kedalam kamar mandi lagi.


Aishh dasar kenapa dia jadi suka membuat keputusan sesukanya, bahkan aku belum menyetujuinya.


...***...


Chanyeol baru saja memasuki halaman dorm EXO. Hari ini ia begitu semangat meski jadwal liburnya tiba-tiba harus dikurangi setengah hari karena panggilan mendadak sang manger yang tiba-tiba menyuruhnya segera datang ke dorm.


"Hyung, kau mencariku?" Tanyanya saat melihat managernya duduk di ruang tengah bersama Suho.


"Duduklah" serunya.


Chanyeolpun menurut dan duduk di kursi yang ada disana.


"Tentang masalah ponselmu kemarin, kau yakin wanita itu tak mengambil file-file pentingmu kan?" Tanya manager.


Chanyeol mengangguk, "Aku mempassword file-file pentingku dan aku yakin dia tak akan menemukan apapun dan meskipun kuncinya terbuka karena aku hanya menyimpan foto-foto member itupun hanya beberapa"


"Termasuk orang yang waktu itu menghubungimu?" Pertanyaan manager sontak membuat Chanyeol membulatkan matanya bagaimana ia bisa melupakan itu.


Ia memang menamai kontak Jiwon dengan nama "K. JIWON-IIE" diponselnya dan merekapun sudah bercakap-cakap saat itu. Bisa saja wanita gila itu membuat masalah dengan nama diponselnya.


"Aku baru ingat ia pasti mengingat nama Jiwon yang menelponku malam itu" ungkap Chanyeol yang membuat manager menegang.


"Aishh, itu masalahnya" tungkas manager khawatir.


Sementara Chanyeol dan Suho berpandangan.


"Berharap saja semoga dia tak akan mengucapkan hal-hal buruk tentangmu" pungkas manager.


Semoga saja.


...***...


Hari ini adalah hari ulang tahun Suho dan ia mengundang seluruh member untuk makan malam bersama. Dia juga mengundang Jiwon karena memang mereka sudah saling mengenal apalagi gadis itu sudah lama bersahabat dengan Chanyeol. Selain Jiwonpun ada beberapa rekan artis yang diundangnya juga, bukan apa-apa untuknya yang memiliki banyak kenalan dari kalangan artis maupun non artis. Selain itu sudah pasti kalian tahu jika kekayaannya itu tak akan habis meski setiap hari harus mentraktir orang-orang sebanyak itu.


Sultan Chaebol Korea mah bebas.


Sekitar pukul 7 malam beberapa orang sudah memasuki restoran yang terkenal mewah itu. Sudah banyak wartawan dan fans yang menunggu disana. Bagaimana mungkin makan malam saja sudah seperti acara nikahan.


Dan sampailah member EXO satu persatu dimulai dari Sehun, Minseok dan Jongin dan terakhir para beagle line turun dari mobil yang sama yaitu Chen, Baekhyun, dan Chanyeol bisa kalian bayangkan bagaimana keramaian di mobil itu. Sementara di belakang mobil Beagle line Kim Jiwon dan Kristal Jung berada dalam satu mobil sudah tahu lah Kristal juga cukup dekat dengan member EXO termasuk Suho dan dia juga dekat dengan Jiwon. Termasuk berita kencannya dengan Jongin beberapa tahun yang lalu meski mereka memang sudah putus tapi mereka masih "berteman" sampai saat ini.


Dua wanita itu terlihat menyapa beberapa wartawan untuk sekedar mengambil foto mereka. Setelah beberapa saat merekapun berpamitan kepada semua yang ada disana lalu memasuki restoran.


...


...


...


...


...


...


...


...


Sampai di dalam ternyata sudah ramai dan Chanyeol sudah menunggu mereka di pintu masuk. Jiwon tersenyum lalu berjalan kearahnya bersama Kristal.


"Kristal aku kira kau tak akan datang?" Tanya Chanyeol saat mereka berhadapan.


Kristal melirik Chanyeol ia tahu maksud pertanyaan pria itu, "Kenapa aku harus tak datang, Suho mengundangku"


Chanyeol terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya dan melirik Jiwon yang kini tengah tersenyum kearahnya gadis itu juga mengerti sesuatu, "Baiklah bergabunglah di meja kami"


"Shireo, aku akan bersama Minho Sunbae saja" kata Kristal sambil mencari keberadaan orang yang tadi dibicarakannya.


Kembali Jiwon dan Chanyeol berpandangan dan tersenyum melihat tingkah Kristal.


"Gabung saja bersama kami, dia yang akan pergi jika kau bergabung" seru Chanyeol.


"Aishh, kau ingin dipukul" Kristal hendak melayangkan pukulannya namun ditarik kembali.


Sontak reaksi itu menimbulkan gelak tawa Chanyeol dan Jiwon


"Ahh Minho sunbae, boleh aku bergabung denganmu?" Seru Kristal yang melihat Minho yang baru saja datang bersama Suho.


Keduanyapun bertatapan.


Lalu Minhopun mengangguk, dan membuat Kristal tersenyum.


"Jiwon -iie, kau ikut aku saja" ajaknya sambil menggandeng Jiwon tapi ditahan Chanyeol.


"Dia bersamaku" ucap pria itu.


"Tapi dia datang bersamaku, lagian kita sudah lama sekali tak bertemu tak bisakah kau merelakannya sebentar bersamaku" protes Kristal.


"ANI" putus Chanyeol lalu menarik Jiwon menjauh dari Kristal Suho dan Minho.


"Aishh, Park Chanyeol." Umpat gadis itu kesal.


"Sudahlah, biarkan saja. Chanyeol tak akan pernah meminjamkan Jiwon pada siapapun termasuk padamu." Ujar Suho yang membuat Kristal memanyunkan bibirnya dan mau tak mau duduk bersama di meja Suho dan Minho.


Sementara member EXO yang lain ada di samping meja mereka.


...***...


Chanyeol menatap ke luar banyak sekali wartawan disana. Ia menatap gadis itu khawatir akan sangat berbahaya jika mereka keluar bersama tapi ia juga tak mungkin menyuruh gadisnya itu untuk keluar sendirian. Bahkan Kristal yang tadi berangkat bersamanya sudah lebih dulu keluar karena ada urusan mendadak namun juga kesulitan karena banyaknya wartawan dan penggemar yang menunggu di luar restoran sepertinya makan malam ini membuat kehebohan media.


"Kalian harus pergi dari sini sekarang sebelum wartawan menyadari keberadaan kalian disini" ucap Manager yang baru saja datang menghampiri meja member EXO.


"Aku akan keluar dengan Jiwon yang lain bisa keluar lebih dulu" kata Chanyeol membuat mereka yang berada disana menatapnya.


"Micheoso, kau ingin bunuh diri jika kau keluar dengan seorang gadis" kata manager lagi.


"Tapi hyung di luar terlalu berbahaya untuk Jiwon keluar sendirian, kau lihat tadi bahkan Kristal yang dibantu bodyguard saja kesulitan untuk sekedar masuk ke mobil, selain itu banyak juga yang kesulitan untuk keluar dari kerumunan itu." Kata Chanyeol lagi.


"Biar aku, Baekhyun dan Jongin yang mencoba keluar lebih dulu untuk mengalihkan perhatian mereka" usul Suho yang diangguki Baekhyun dan Jongin.


"Setelah itu aku, Minseok hyung dan Kyungsoo yang akan menyusul" kali ini Jongdae juga ikut buka suara.


Manager mengangguk, "Baiklah terakhir aku dan Sehun yang akan keluar sementara kau berjalan di belakangku bersama Jiwon tapi kalian harus jalan ke basemant, mobil akan menunggu kalian di sana"


Chanyeolpun mengangguk dan merekapun mulai menjalankan rencananya dan mulai keluar dari areal cafe.


"Kita pergi sekarang." ajak Chanyeol.


Gadis itu menggeleng "Pergilah."


"Tidak, jika tidak denganmu." kata pria itu lagi lalu menarik tangan Jiwon tapi gadis itu masih belum mau beranjak ia merasa ada yang memperhatikan mereka.


"Jiwon -iie Kajja"


"Chan..."


"Kita tak punya waktu waktu, kajja" kata Chanyeol dan akhirnya gadis itupun mengikutinya.


Ia merasakan blitz kamera dari sisi kiri mereka namun Chanyeol sepertinya tak menyadari itu karena sudah bebalik.


"Chan, aku merasa ada blitz kamera" tahan Jiwon.


Chanyeol berfikir sebentar, "Biarkan saja."


"Tapi..."


"Kajja" potongnya lalu merekapun melanjutkan perjalanannya.


...***...


"Chan" lirih gadis itu dan pria bertubuh jangkung itu langsung mendekapnya.


"Gwenchana?" Tanyanya pada Jiwon.


Gadis itu mengangguk dalam pelukannya.


"Mianhamda jeongmal mianhamda" ucap pria itu.


Gadis itu mencoba menjauhkan dirinya agar dapat melihat wajah pria itu.


"Seminggu ini aku tak bisa memikirkan apapun, aku benar-benar khawatir denganmu" kata Chanyeol sambil menangkup wajah gadisnya itu.


"Sudah kukatakan jangan terlalu mengkhawatirkanku"


"Bagaimana aku bisa tidak khawatir, kalau kau yang diserang netizen diluar sana bahkan sekarang sepertinya wartawan tak pernah pergi dari areal apartemen ini"


"Bukankah kau ingin kita menjalaninya bersama"


"Jiwon -ahh, haruskah kita mengumumkan hubungan kita?"


Gadis itu menggeleng, "Masih terlalu dini, bukankah itu juga tak akan baik untuk karir seorang idol sepertimu."


Pri itu mengacak rambutnya frustasi, "Tapi aku tak bisa diam saja seperti ini."


"Biarkan saja, lambat laun berita ini akan hilang."


Pria itu sejenak terdiam.


"Mari menikah" ucapnya membuat gadis itu menatapnya tak percaya.


"Mwo,?"


"Aku rasa pilihan terbaik untuk kita hanyalah menikah"


"Noneun michyeoss-eo?"


Pria itu memegang kedua bahu Jiwon, "Salah satu yang bisa menghentikan semuanya hanyalah kita menikah. Jadi, mari kita menikah"


Gadis itu menepis tangan Chanyeol dan menggelengkan kepalanya.


Bagaimanamungkin mereka menikah?


Dengan keadaan seperti?


Yang benar saja.


Bahkan ia belum memikirkan untuk kesana dalam waktu dekat ini.


Ia masih ingin mengenalnya lebih baik lagi.


"Ji" panggil Chanyeol yang kini sudah memeluknya dari belakang dapat dirasakannya aroma maskulin menyeruak kehidungnya.


"Aku serius" ucapnya lagi.


"Chan, apa kau tak memikirkan perasaan penggemarmu? Apa kau tak memikirkan bagaimana kedepannya nasib para membermu? Apa kau tak memikirkan itu?"


"Mereka pasti akan mengerti"


Gadis itu menggeleng, "Mereka mungkin akan mengerti tapi untuk mengerti semuanya itu pasti memerlukan waktu kau tahu "


"Tapi bagaimana bisa aku membiarkan ini? Bukankah selalu ada yang dikorbankan jika kita ingin mencapai sesuatu"


"Sebelum kau kemari aku sudah memutuskan aku akan kembali ke New York dan mungkin aku akan tinggal lama disana"


Chanyeol membalikkan tubuh Jiwon agar gadis itu menghadapnya seolah meminta penjelasan kenapa tiba-tiba ia ingin kembali ke New York. Sebelumnya gadis itu memang meminta ijin padanya untuk pindah ke New York.


"Haruskah seperti ini?"


Gadis itu mendongak mendapati Chanyeol yang kini menatapnya sayu.


"Kau punya penggemar yang begitu mencintaimu dan kau bertanggungjawab untuk mereka, jangan mengecewakan itu bahkan mereka rela menghabiskan uang jajan mereka hanya untuk sekedar mendukungmu aku tak akan menyukainya jika kau sampai mengecewakannya"


"Dan itu artinya aku akan mengecewakanmu?"


Jiwon tersenyum samar, "Kau tak pernah mengecewakanku, meski pada awalnya aku merasa kecewa karena kau waktu itu mengatakan kalau kau menyukaiku, sebenarnya mungkin aku tak pernah benar-benar kecewa padamu..." gadis itu menghela nafas lalu melanjutkan ucapannya.


"Chan, aku mohon selesaikan tanggung jawabmu aku akan bersabar menantikannya."


"Jadi kau menolakku?"


"Sudah kukatakan aku ingin kau menyelesaikan tanggung jawabmu terlebih dahulu."


Chanyeol memejamkan matanya seolah menahan sesuatu yang ingin ia luapkan namun ditahan.


"Kita pergi saja bersama"


"Apa kau juga akan mengorbankan semuanya?" Tanya Jiwon.


"Tapi..."


"Berhentilah membohongi dirimu sendiri" potong gadis itu saat Chanyeol mencoba berucap.


Pria itu menggeleng "Aniya..."


Ia mengacak rambutnya frustasi.


...


...


"Bagaimana kalau kita kawin lari saja"


What the hell, di Korea ada juga ya kawin lari?


Ucapan Chanyeol itu sontak membuat Jiwon yang tadi sudah melow-melow berubah menjadi ingin tertawa karena melihat ekspresi Chanyeol yang polos itu.


Pria ini benar-benar suka asal sekali.


Benar-benar tak habis pikir saat Chanyeol mengajaknya untuk kawin lari macam sinetron di Indonesia saja yang suka kawin lari


"Chan jangan bercanda" tuding gadis itu.


"Baiklah, tapi berjanjilah kalau kau akan menungguku disana" kata Chanyeol lagi kali ini wajahnya sudah tak semenyedihkan tadi.


Jiwon mengangguk, "Aku selalu mengusahakannya"


"Jangan lirik-lirik bule disana, heoh?"


Gadis itu hampir saja tertawa melihat ekspresi Chanyeol yang sudah seperti ahjuma-ahjuma yang sedang mengintrogasi anaknya.


"Yakk Kim Jiwon" panggil Chanyeol kqrena gadis itu tak juga menjawabnya.


Gadis itupun mengangguk.


"Janji juga setelah itu kita akan benar-benar menikah"


"Kau melamarku saja tidak" protes Jiwon.


Chanyeol mendengus, "Bahkan kau baru saja menolakku."


Jiwon hanya tersenyum lalu meraih kedua tangan Chanyeol. Lelaki itu masih tak berpaling dari gadis yang lebih pendek darinya itu.


Bukankah Chanyeol memang setinggi itu.


"Hari ini aku juga memutuskan untuk berhenti dari dunia entertainment aku akan menjalani kehidupan sebagai orang biasa mulai sekarang, jadi kau tenang saja fokus saja pada apa yang kau yakini, dan jika kau sudah selesai kau bisa datang padaku lagi mungkin jawabanku bisa saja akan berubah."


Chanyeol memutar bola matanya.


"Jawabanmu terlalu rumit untuk ku mengerti, dan akupun tak mau jawaban selain ya"


"Kenapa kau selalu memaksaku, bisa saja nanti aku bosan denganmu dan bertemu orang lain di luar san..."


"Yakk, jangan memancingku untuk memakanmu" potong Chanyeol.


Jiwonpun tertawa, "Sekarang katakan padaku bagaimana aku bisa keluar dari sini. Aku harus melakukan konferensi pers bersama Seon ho oppa"


"Grepp"


Sampai seseorang datang membuka pintu apartemen Jiwon.


Chanyeol menatapnya lega saat Oh sehun pria itu yang datang.


"Bagaimana penyamaranmu, tak ada yang mengenalimu kan?" Tanya Chanyeol pada Sehun.


"Kau pikir aku akan melakukan ini jika bukan karena kalian" gerutu Sehun sambil membuka masker dan topinya.


Yang benar saja tuan muda Oh Sehun rela menyamar menjadi seorang OB hanya demi menghindari wartawan yang sejak kemarin tak pernah pergi dari areal apartemen Chanyeol.


Karena kabar terakhir tentang Kim Jiwon yang digandeng seorang pria keluar dari sebuah cafe. Dan pria yang dicurigai adalah Park Chanyeol karena saat itu beberapa member EXO keluar dari cafe tersebut minus Chanyeol padahal jelas mereka berdelapan datang bersama.


Dan ya, media berhasil mendapat foto itu saat mereka keluar dari areal cafe waktu itu, ditambah lagi seseorang telah menyebarkan berita di sosial media bahwa Kim Jiwon dan Park Chanyeol tengah menjalin hubungan.


Chanyeol bisa memastikan mungkin itu kelakuan wanita sialan yang mengambil ponselnya waktu itu di Jepang. Meski wajah Chanyeol tak terlihat pada foto itu. Dan sepertinya perasaan Jiwon benar waktu itu yang merasakan ada blitz kamera saat mereka hendak keluar dari cafe. Tapi sayangnya Chanyeol memilih untuk membiarkannya dan tak ambil pusing.


Chanyeol beralih menghadap Jiwon "Sehun akan membawamu keluar dari sini."


"Bagaimana denganmu, bahkan tak ada bodyguard yang akan melindungimu?"


"Jangan khawatirkan aku, hal seperti ini sudah biasa terjadi"


"Telfon saja bodyguardmu setidaknya agar kau aman" ucap Jiwon lagi.


"Jangan khawatir" Chanyeol tahu betul Jiwon sedang khawatir sekarang.


Pria itupun beralih pada Sehun "Bawa dia pergi, aku akan mengurus yang diluar" kata Chanyeol


"Tapi hyung..."


"Apapun yang terjadi kau harus menjaganya."


Sehun tampak ragu.


"Palliwa !" Potongnya.


Sehunpun mengangguk dan menarik Jiwon agar mengikutinya. Jiwon masih bertahan diposisinya. Chanyeol mengangguk mengisyaratkan agar gadis itu mengikuti Sehun.


Jiwon hanya mendengus dan akhirnya menurut lalu mengenakan masker dan topi yang diberikan Sehun.


...***...


Kenapa Chanyeol malah menyerahkan Jiwon pada Sehun?


Dan apa yang akan terjadi setelah ini?


Apakah hubungan mereka akan berjalan lancar?