Deep

Deep
First



Gelegar musik memenuhi Arsen Stadium malam ini adalah penampilan penutup oleh boygrup EXO yang menggelar konser penutup world tour mereka Di Seoul. Riuh penggemar seolah terbawa euforia boygrup kesayangan mereka.


"Chann-iie" panggil seseorang ketika salah satu member EXO Park Chanyeol turun dari panggung.


"Yaakk, Park Chanyeol kau tak mendengarku?" Panggilnya lagi.


Chanyeol yang merasa dipanggilpun mencari sumber suara, rapper andalan EXO itupun melihat kearah pintu masuk backstage. Kedua sudut bibirnya terangkat ketika melihat seseorang yang berdiri disana. Iapun langsung bergegas mendekati gadis yang menggunakan mantel hitam dengan dalaman kaos EXplOration seperti miliknya.


"Kapan kau kembali ? Kau tak memberi tahuku?"tanya Chanyeol setelah berpelukan sekilas dengan gadis itu sepertinya ia tak menyangka gadis itu akan ada disana.


"Untuk apa aku memberi tahumu, kau terlalu sibuk dengan world tourmu 'kan?" timpal gadis itu yang membuat Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Mian, kalau tahu kau akan pulang aku pasti akan menjemputmu, kau sendirian saja?" jawab dan tanya pria itu Chanyeol.


Gadis itu mengangguk "Setelah ini kau akan kembali ke dorm ?"Tanya Gadis itu balik.


"Heoh, kau mau ikut, aku hanya mampir sebentar disana kebetulan aku juga dapat cuti satu minggu setelah ini" tawar Chanyeol.


Gadis itu menggeleng "Ahh aniya, aku tak mau membuatmu terburu-buru jika aku ikut denganmu, lagian aku juga tak enak dengan membermu mereka 'kan laki-laki semua."


"Kenapa berfikir seperti itu, kau kan sudah mengenal beberapa dari mereka"


"Ahh, ani..."


"Jangan ada penolakan heoh"


"Ahh Jiwon-iie, kau sudah kembali?" Sapa seseorang yang juga merupakan salah satu member EXO, Do Kyungsoo.


Gadis yang dipanggil Jiwon itupun tersenyum dan mengangguk ketika Kyungsoo pria yang baru datang tersebut menghampiri mereka, " Hem, apa kabar Do kyungsoo?"


"Seperti yang kau lihat masih tampan" narsis Kyungsoo yang membuat Chanyeol berakting ingin muntah.


Sementara Jiwon hanya terkekeh melihat teman Chanyeol itu.


"Ahh Kau akan tinggal selamanya, atau hanya sekedar liburan, aku rasa Chanyeol akan makan banyak malam ini upss" ceplos Kyungsoo yang berhasil mendapatkan tinju dilengannya oleh Chanyeol.


Gadis itu mengerutkan keningnya sambil menatap Chanyeol yang mendelik kearah kyungsoo yang sepertinya menyesali ucapannya.


"Kau tak mengemasi barang-barangmu Do kyungsoo, ?" Sindir Chanyeol.


"Heoh, ara aku akan pergi sekarang aku takkan mengganggu kalian selamat datang kembali jiwon-iie" kata Kyungsoo  lalu beranjak meninggalkan Chanyeol dan Jiwon.


"Ahh iya Jiwon-iie ikutlah ke dorm kami, ada yang ingin kutunjukkan padamu?" Kata kyungsoo berbalik lagi.


"Tentang?" Tanya Jiwon sambil mengerutkan keningnya heran.


"Aishhh Kyungsoo-ahh, kemasi barang-barangmu segera, kau ingin ditinggal disini?" Seru Chanyeol.


Do kyungsoo hanya memutar bola matanya kesal tak menjawab pertanyaan Jiwon dan berlalu pergi karena jengah dengan tatapan tajam Chanyeol.


Dasar.


"Jiwon-iie, kau pulang bersamaku saja ya,?" Ajak Chanyeol.


"Kau bilang kau akan ke dorm dulu?" Tanya Jiwon.


"Tidak jadi, besok sajalah sekarang aku akan mengantarmu"


"Aniya Chanyeol-iie, selesaikan saja dulu urusanmu di dorm aku akan menunggumu disana"


"Jinja?"


Jiwon mengangguk "Hem"


Chanyeolpun tersenyum, lalu menarik tangan Jiwon agar duduk di kursinya sementara ia membereskan barang-barangnya.


"Hyung, manager mencarimu" panggil seseorang pada Chanyeol.


"Wae?" Tanya Chanyeol.


Sehun orang tadi hanya mengangkat bahu "Dia menunggumu diruang ganti"


"Aishh orang itu kenapa lagi? Sehun-aah kerjaanmu sudah beres 'kan? bisa kau temani Jiwon-iie sebentar, aku akan segera kembali" pinta Chanyeol.


Sehun terlihat mengangguk dan berjalan bersama Chanyeol mendekati Jiwon.


"Jiwon-iie kau sudah tahu kan dia siapa maknae EXO,?"


"Oh sehun?" Tanya Jiwon


 Chanyeol mengangguk, "Oh Sehun dia sahabatku Kim jiwon"


Jiwon dan Sehunpun bersalaman.


Dua pasang mata itu saling bertatapan sekilas lalu keduanya mengalihkan pandangan.


Canggung.


Sampai Chanyeol memegang bahu Jiwon membuat gadis itu menangkap wajah Chanyeol.


"Aku harus menemui manager sebentar, kau tak apa 'kan disini ditemani Sehun?" kata sedikit mendekatkan wajahnya pada Jiwon karena suara soundsystem yang masih menggelegar.


Jiwonpun mengangguk lalu mengisyaratkan Chanyeol agar tak perlu memikirkannya.


Chanyeolpun beralih pada Sehun, "Sehun-aah Aku titip Jiwon"


Sehun hanya mengangguk, lalu Chanyeolpun berlalu dari mereka.


Jiwon menatap kepergian Chanyeol sampai pria itu menghilang.


"Jiwon-ssi" panggil Sehun membuat Jiwon menatapnya.


"Ada apa Sehun-ssi?"


"Sudah berapa lama kau dan Chanyeol hyung berteman sepertinya aku jarang melihatnya bergaul dengan seorang wanita"


"Emm entahlah mungkin hampir setengah lebih dari umurku aku sudah mengenalnya"


"Jinja?"


Gadis itu mengangguk "Ehem, aku mengenal Chanyeol saat aku masih Sekolah Dasar kalau tidak salah, dia kakak tingkatku"


"Ahh itu sudah lama sekali"


"Tapi sudah setahun ini aku tinggal di New York untuk urusan kerjaan jadi aku juga jarang bertemu dengannya"


"Ahh, pantes saja aku tak pernah melihatmu"


"Dulu Chanyeol sempat mengajakku ke Dorm dan bertemu Baekhyun, Do kyungsoo dan Suho sunbae, tapi saat itu aku tak bertemu denganmu"


"Jinja, Chanyeol hyung tak pernah cerita kalau dia membawa yeoja chingunya ke dorm"


"Ani, kita hanya berteman, "


"Jinja-yo ? Bohong kalau hanya teman, mustahil lelaki dan perempuan bisa sahabatan selama itu kalau salah satu dari mereka tidak memiliki perasaan lebih"


Ucapan Sehun tiba-tiba membuat pipi Jiwon merona. Entah kenapa ia seperti malu, sebenarnya dia ini kenapa tak biasanya ia seperti itu ketika membahas persahabatannya dengan Chanyeol.


"Jiwon-ssi, kenapa kau diam? perkataanku ngawur ya?" Tanya Sehun yang membuat Jieon gelagapan.


"Ani Sehun-ssi, ngomong-ngomong kenapa Chanyeol lama sekali ya?" Jiwon mencoba mengalihkan perhatian sambil melihat arlojinya.


Sehun terlihat celingak-celinguk mencari keberadaan Chanyeol. Dan yang dicaripun ternyata panjang umur ia berjalan tergesa kearah Jiwon dan Sehun.


Chanyeol tersenyum begitu menatap Jiwon, "Apa aku terlalu lama, maknae nakal ini tidak mengganggumu 'kan jiwon-iie? Tanyanya pada Jiwon yang hanya mendapat kekehan dari gadis itu.


"Yakk, kau merusak pamorku hyung, manabisa aku mengganggu Jiwon-ssi yang secantik ini" gurau Sehun yang membuat Jiwon tersipu sementara Chanyeol menatapnya tajam.


"Hentikan omong kosongmu piyak. Jiwon-iie ayo kita pulang saja " ajak Chanyeol sambil menarik tangan Jiwon tanpa memperdulikan Sehun yang mengumpatinya.


"Apa ada masalah?" Tanya Jiwon ketika mereka berada dalam mobil Van yang akan membawa mereka ke dorm EXO.


Chanyeol menggeleng, "kau sudah makan?" Tanya Chanyeol balik.


Jiwon tak menjawab ia merasa Chanyeol tengah mengalihkan pembicaraan.


Ada apa dengannya?


"Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Chanyeol karna gadis itu tak kunjung berucap.


Dimobil itu hanya ada mereka berdua karena Sehun dan Kyungsoo belum juga naik menyusul mereka sementara member lain menggunakan mobil yang lain


"Ani, aku hanya lapar" elak Jiwon sambil menyandarkan tubuhnya menghadap ke depan.


Chanyeol hanya tersenyum lalu beralih membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu.


"Anggap saja untuk mengganjal perutmu sebelum kita pergi makan" katanya sambil memberikan roti dan minuman botol pada gadis itu.


Jiwon menatap Chanyeol sekilas lalu mengambil roti itu.


Terlihat ia membagi roti itu menjadi dua dan memberikannya pada Chanyeol.


"Makanlah, aku masih kenyang" tolak Chanyeol.


Gadis itu mempoutkan bibirnya, "Aku makan kau juga harus makan, dan aku tak mau ada penolakan. Heoh?" Katanya sambil memberikan roti itu.


"Aishh, pemaksa sekali" cibir Chanyeol akhirnya menerima roti yang diberikan Jiwon.


Sesekali ia melirik Jiwon yang tengah asik memakan rotinya tanpa menghiraukan Chanyeol yang terus mengukir senyuman.


Aisshh dasar bocah.


Iapun ikut memakan roti yang diberikan Jiwon. Entahlah kenapa setiap makanan rasanya jadi enak jika dimakan bersama gadis itu.


Apa gadis itu menambahkan pemanis.


Chanyeol tersenyum dan menggeleng sekilas. Namun dapat dilihat Jiwon yang heran, belum sempat gadis itu ingin menanyakan itu tiba-tiba pintu Van sudah dibuka oleh dua manusia siapa lagi kalau bukan Kyungsoo dan Sehun.


"Daebakk, ini akan jadi gosip terpanas" seru Kyungsoo yang membuat Chanyeol dan Jiwon heran.


"Wae,? Apa aku akan terlibat skandal dengan member EXO?" Tanya Jiwon berekspresi seolah terkejut.


"Hemm, jika paparazzi melihatmu dan Park Chanyeol tengah berduaan di mobil seperti ini dan kau akan jadi Quenn pertama EXO jiwon-iie, ahh ani kurasa kau yang keempat setelah Jennie maksutku." Jawab Kyungsoo asal.


"Hentikan omong kosongmu DO kyungsoo, cepatlah masuk" tegur Sehun yang sebal dengan sikap cerewet Kyungsoo yang tak kunjung masuk ke dalam Van.


"Kenapa kai menyebut setelah Jennie?" Tanya Chanyeol yang sepertinya tak terima.


"Jadi kau benar-benar berniat ingin menjadikannya Quenn EXO?" Tanya Kyungsoo balik setelah ia duduk bersama Sehun di jok belakang Chanyeol dan Jiwon


Skakmatt..


Do kyungsoo kenapa kau harus sepolos itu.?


Terlihat Sehun dan Jiwon menatap Chanyeol yang terpaku sebentar.


"Tutup mulutmu kalau tak mau tulangmu kupatahkan sekarang,! Jangan suka bergosip heoh, Kenapa kau jadi cerewet sekali setelah bertemu Jiwon? " kata Chanyeol lalu beralih menatap keluar jendela mobil.


Sehun dan Jiwon hanya terkikik melihat Kyungsoo yang mengerucutkan bibirnya.


Dalam perjalanan itu ada sepasang mata yang tak beralih menatap seseorang dan sesekali tersenyum simpul.


...♢♢♢...


Sekitar 20 menit Jiwon menunggu Chanyeol keluar dari kamar pribadinya.


Terlihat pria itu sudah berganti pakaian.


Blonde hairnya masih agak sedikit basah sepertinya ia selesai mencuci rambutnya.


"Kajja" Ajaknya sambil memainkan kunci mobilnya.


"Kau tak membawa apapun?" Tanya Jiwon karena pria itu sama sekali tak membawa apapun kecuali jaket ponsel dan kunci mobilnya.


Bukannya ia akan pulang kerumah hari ini.


Chanyeol hanya tersenyum dan merangkul pundak Jiwon


"Semua sudah ada di mobil chagi, kajja, bukannya kau lapar?"ajaknya lagi.


"Chagi ?"


Chanyeol hanya terus mengurai senyumnya tanpa berniat menjelaskan apapun pada Jiwon.


Sementara Jiwon hanya mengerutkan keningnya berkali-kali melihat tingkah sahabatnya yang sudah satu tahun ini tak ia temui. Kenapa jadi berani sekali padanya?


"Jiwon-iie ingin makan apa?" Tanya Chanyeol ketika mereka sudah berada dalam mobilnya.


"Terserah yang penting mengenyangkan, kau tau melihat konsermu itu cukup mengosongkan isi perutku, heoh"keluh Jiwon yang membuat Chanyeol terkekeh.


"Tapi kau lihat sendiri kan aku terlihat  keren di panggung" narsis Chanyeol.


Chanyeol melirik Jiwon sekilas "Kau menyukainya?" Lalu beralih pada jalanan.


Jiwon hanya mengangkat bahu, dan memainkan ponselnya namun tiba-tiba tangan kiri Chanyeol menutup layar ponselnya.


"Kau menyukai Sehun?" Tanya Chanyeol lagi.


Jiwon hanya memutar bola matanya dan menepis tangan Chanyeol dari ponselnya.


Tak berapa lama mereka sampai di restoran. Chanyeol memarkirkan mobilnya namun belum beranjak dan membuka pintu mobil.


"Kau tak ingin membukanya?" Tanya Jiwon yang ingin membuka pintu mobil namun tak bisa.


"Kau tak menjawabku Jiwon-ahh?" Chanyeol menatap gadis itu teduh.


Jiwon mengerutkan keningnya jarang sekali ia mendengar sahabatnya itu memanggilnya dengan aksen jiwon-ahh. Ia hendak berucap namun kembali mengatubkan bibirnya karena tatapan pria itu yang seolah menguncinya.


Kenapa ia jadi seperti orang bodoh hanya dengan tatapan itu.


Jiwon sadar, ini Chanyeol sahabatmu.


"Tak bisakah kita keluar sekarang?" Tanya Jiwon mencoba mencairkan suasana yang canggung itu menurutnya, setelah beberapa saat tak ada percakapan.


"Kau menyukai Sehun?" Tanya Chanyeol lagi


"Apa itu penting?"


"Hem, kau tinggal menjawab ya atau tidak aku rasa itu bukan pertanyaan sulit"


"Kalau aku menyukaimu, apa itu juga penting?"


Chanyeol terbelalak menatap gadis itu.


Kali ini gantian Chanyeol yang seolah membeku hanya mendengar ucapan Jiwon itu.


"Buka pintunya kau kira lelucon seperti ini akan membuatku kenyang, aishh Park Chanyeol palliwa aku lapar" Rengek Jiwon yang sudah kembali dengan ekspresi lucunya.


Lelucon, jadi ini lelucon. Haishh, kenapa aku harus terbawa perasaan seperti ini.


Park Chanyeol bodoh.


"Kau tak akan kelaparan jika kau bersamaku" kata Chanyeol lalu membuka pintu mobilnya diikuti Jiwon.


"Yaak, kau tak memakai maskermu, ? kau mau membunuhku kalau paparazzi melihatku bersamamu, heoh?" Tegur Jiwon yang melihat Chanyeol keluar begitu saja tanpa menggunakan penutup wajah.


Chanyeol hanya bersikap santai dan merangkul bahu Jiwon mengajaknya segera masuk.


"Yaak.. kau tak menjawabku, Park Chanyeol" seru gadis itu karena Chanyeol sama sekali tak mengatakan apapun dan terus menebar senyum misteriusnya.


"Aishh, sialan"


"Kau mengumpat?" Tanya Chanyeol sambil menengok kearah gadis itu namun Jiwon tak menggubrisnya dan berjalan mendahului Chanyeol yang hanya tersenyum melihat tingkah gadis.


Ahh, kira-kira sudah berapa ratus kali senyuman yang ia tebarkan hari ini karena gadis itu.


Jiwon terpaku sebentar ketika ia berada dipintu masuk restoran yang bernuansa modern classic itu.


"Tidak mungkin, kenapa dengan tempat ini?" Lirih gadis itu yang sempat didengar oleh Chanyeol yang sudah berada disampingnya lagi.


"Kau suka?" Bisik Chanyeol sekilas.


"Eoh, kemana orang-orang, apa hanya kita disini?" Tanya Jiwon lalu menatap pria itu.


"Emm, tempat ini sepertinya tengah menyambutmu" jawab Chanyeol lalu menarik gadis itu lembut.


Mereka berjalan menuju meja yang berada ditengah-tengah ruangan itu.


"Kau yang merencanakan ini?" Selidik Jiwon.


Chanyeol tersenyum miring, lalu duduk di kursinya "Manamungkin, aku tak akan membuang-buang uangku hanya untuk menyambutmu" elak pria itu lalu beralih pada buku menu.


"Yaakk"


"Wae,? apa kau pikir aku yang merencanakan ini untuk menyambutmu? Apa kau pikir aku semanis itu?" Tanya Chanyeol sok serius.


"Lupakan!" putus Jiwon yang tak mau ambil pusing dengan jawaban Chanyeol yang menyebalkan itu. Iapun duduk dikursinya dan memilih menu untuk makan malamnya.


Sementara Chanyeol kembali tersenyum.


Selamat datang kembali Jiwon-aah.


"Emm Chan-iie" panggil Jiwon ketika mereka menyelesaikan makannya.


"Tak bisakah kau tak memanggilku seperti itu?"


"Wae, kau terdengar imut jika aku memanggilmu Chan-iie"


"Yaakk Jiwon-iie... sudah kukatakan aku tak menyukainya" rengek Chanyeol dengan ekspresi yang dibuat seperti anak kecil.


Jiwon hanya mendengus, dan bersandar pada kursi sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Jiwon-iie, ayo kita ke rooftop?" Ajak Chanyeol tiba-tiba.


Jiwon hanya mengerutkan keningnya, dengan ajakan Chanyeol tadi.


"Kajjaaa" pria itu meraih tangan Jiwon agar gadis itu segera berdiri.


"Ada apa di rooftop? Apa kau pernah kesini sebelumnya," Tanya Jiwon ketika mereka berada dalam lift.


Pria itu tak bergeming ia hanya menatap pintu lift yang masih tertutup itu tanpa menjawab pertanyaan Jiwon.


"Yaakk.. Park Chanyeol tak usah sok misterius heoh kau tak ada bakat disana aishh?" Lagi-lagi gadis itu tak habis pikir dengan Chanyeol yang kini menurutnya jadi manusia paling menyebalkan.


Awas saja kau !


Dan lagi-lagi seperti terhipnotis oleh apa yang dilihatnya ketika mereka menginjakkan kaki di rooftoop


Ada apa dengan hari ini?


Apa benar kata Chanyeol jika tempat ini tengah menyambutnya?


"Daebakk," lirih gadis itu ia lalu berjalan diantara lampu-lampu yang di design seolah seperti bintang-bintang yang bertebaran. Dapat ia lihat megah nan gemerlapnya kota Seoul malam itu.


Sudut bibirnya terangkat, dapat ia rasakan dinginnya udara malam itu, ia berdiri disamping pagar pembatas yang tingginya hanya sebatas dadanya. Ia memejamkan matanya merasakan semilir angin malam yang mengenai kulitnya, ia benar-benar merindukan Seoulnya. Suasana ini benar-benar romantis mengingatkannya tentang beberapa kenangan di masa lalunya. Langit cerah, bintang, dan semilir angin seolah benar-benar ia di dekatnya. Ia memeluk dirinya sendiri.


Sampai dirasakannya dua tangan kekar memeluk tubuhnya dari belakang. Ia tahu siapa itu, namun masih enggan membuka matanya. Entah kenapa sudut matanya menjadi begitu perih. Dan satu air mata menetes di sana.


"Jiwon-ahh.."


"Uljima," potong Jiwon pada suara yang berada disamping kirinya.


"Kau masih mengingatnya?" Tanya Chanyeol pemilik suara berat itu.


Gadis itu tak menjawab, ia menunduk dan sedikit menoleh ke kanan mencoba menahan air matanya yg kini memenuhi setiap sudut di matanya yang masih tertutup.


Chanyeol menatap gadis itu nanar, pada kenyataannya gadis itu memang belum benar-benar sembuh dari lukanya. Ia mengeratkan pelukannya dengan satu tangan dileher gadis itu, ia menempatkan rahangnya di kepala gadis yang entah kenapa selalu ingin ia buat nyaman ketika bersamanya.


"Tak bisakah kau melupakan brengsek itu" ujarnya rahangnya mengeras pikirannya seolah ingin menghajar seseorang sekarang.


Jiwon melepaskan tangan Chanyeol yang menguncinya lalu berbalik menatap pria jangkung itu, "Aku memang belum sepenuhnya melupakannya, tapi aku rasa aku sudah terbiasa tanpanya" gadis itu mencoba tersenyum didepan Chanyeol.


"Pabo, bahkan kau masih mengeluarkan air mata saat mengingatnya" sindir Chanyeol.


Jiwon hanya tersenyum sendu dan berbalik menyampingi Chanyeol yang kini berdiri disampingnya. Tanpa ia menjelaskan apapun sepertinya Chanyeol sudah tahu apa yang ada dipikirannya. Jadi, percuma saja mencoba tampil baik-baik saja jika pria itu pasti sudah tahu ia memang tak baik-baik saja.


"Sebulan lalu ia menghubungiku" cerita Jiwon.


Chanyeol kaget lalu menoleh melihat gadis itu "Kenapa dia menghubungimu lagi?"


"Satu-satunya alasan dia ingin meminta maaf dan dia mengatakan dia menyesali perbuatannya dulu,"


"Dan kau percaya ?"


Jiwon terlihat menunduk kembali, "ani"


"Jangan percaya padanya kau tahu, sekali brengsek, akan tetap jadi brengsek!" Chanyeol mulai tersulut emosi.


Kali ini Jiwon hanya diam tak menanggapi ucapan Chanyeol.


"Kau masih merindukannya?" tanya Chanyeol sedikit menyakitkan saat menanyakan.


Entahlah.


Ada apa dengannya?


Gadis itu tak menjawab, karena ia sendiripun tak tahu. Jujur, ia memang merindukan sosok itu tapi ia tak berniat untuk bertemu dengannya lagi.


"Jiwon-ahh, jangan menangis lagi. Kumohon !"


Gadis itu menangkap wajah Chanyeol yang menatapnya sendu. Tak biasanya ia melihatnya seperti itu selain terakhir kali saat mereka berpisah setahun lalu di Bandara saat ia akan pergi ke New York. Ia sudah kenal betul siapa Chanyeol pria itu memang tak pernah menunjukkan wajah seperti itu jika memang ia tak serius dengan ucapannya. Sahabatnya yang selalu terlihat humoris dan energik ketika di panggung dan saat bersama member EXO, Park Chanyeol.


"Sejak kapan sih rapper EXO yang terkenal tidak bisa serius jadi mellow seperti ini?" Gurau Jiwon mencoba mengalihkan permbicaraan.


"Aku serius ! Aku bisa membunuhnya jika kau menangis karena dia lagi heoh?"


Gadis itu hanya tersenyum, "Apa aku tak boleh merindukannya?" Tanya jiwon mencoba bergurau.


"Ani"


"Wae, Kau cemburu? Kau tak benar-benar ingin membuatku jadi Quenn EXO 'kan ?"


Pria itu berpaling dari jiwon mencoba menghilangkan salah tingkahnya "Aishh, apa aku pernah menyebutmu sebagai type idealku?"


"Jinja?" goda Jiwon sambil mencoba menatap wajah Chanyeol.


"Jiwon-iie kenapa kau jadi seperti Do Kyungsoo?"


"Kenapa kau menyamakanku dengan Do kyungsoo?" Heran Jiwon.


"Heoh, karena sikapmu yang seperti ini sama menyebalkannya dengan Do Kyungsoo"


"Jinja-yo,? Jadi, kenapa tiba-tiba kau memelukku?" Selidik Jiwon sambil mendongak menatap Chanyeol.


Chanyeolpun menoleh menatap bola mata coklat itu yang kini hanya menatapnya. Dapat ia lihat bayangannya di bola mata itu. Ia tersenyum samar.


"Wae? Apa itu membuatmu gugup?" Tanyanya balik pada Jiwon.


"Mwoo,? Aishh, lupakan saja type idealku itu sekelas Park Seojoon heoh and Not Park Chanyeol"


"Brengsek itu?"


Jiwon mengalihkan pandangan kembali ke kota.


"Kenapa kau selalu menyebutnya brengsek?" lirih Jiwon yang dapat didengar Chanyeol.


"Karena dia menyakitimu" Jawab Chanyeol yang membuat Jiwon menoleh sementara Chanyeol hanya menatap lurus.


Dapat ia lihat sisi samping pria itu Rahangnya begitu tegas serta hidungnya yang begitu runcing.


Aisshh mikir apa aku ini?.


"Lupakan saja ! Ayo kita pulang aku rasa kau berhutang mengajakku jalan-jalan besok" ajak Jiwon yang  berjalan mendahului Chanyeol.


"Kau ingin kemana, Jeju, pantai, atau ke sekitaran Seoul saja?" Tanya Chanyeol saat ia berjalan beriringan dengan Jiwon.


Gadis itu tampak berfikir, "Aku ingin berjalan-jalan ke sungai Han sudah lama sekali aku tak kesana"


"Kau menagih janjiku hanya untuk pergi ke sungai Han, aishh"


"Wae, memangnya kenapa?"


"Jiwon- iie sudah satu tahun kau tak pulang ke Seoul dan sekarang kau bisa pulang kau hanya ingin mengajakku ke sungai Han, kau ini benar-benar tak bisa ku mengerti"


"Memangnya kenapa sih tempat itu kan bagus nyaman, dan tenang tak terlalu penuh orang juga saat bukan weekend" terang Jiwon sambil membuka pintu mobil Chanyeol.


Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya tak habis pikir.


Ia pikir Jiwon akan mengajak berlibur jauh eh ternyata hanya ke sungai Han yang hampir tiap hari ia lewati. Bahkan saat masih sekolah dulu tiap sore mereka pasti main ke sana hanya untuk sekedar mengganggu orang pacaran.


Tak habis pikir dengan Jiwon, apa waktu setahun di New York tak membuatnya ingin pergi ke tempat lain.


"Kau mau kan Chan-iie?"


"Tapi setelah kau harus menuruti ajakanku untuk destinasi liburan selanjutnya "


Jiwon mengerutkan keningnya.


"Geureu, aku akan menurutimu setelah kau mengajakku ke sungai Han"


Chanyeol hanya mengangguk dan menyetujuinya setidaknya setelah itu ia yang akan menentukan destinasi yang ia mau.