Death Slice

Death Slice
Bab 14. Sebenarnya apa yang?



"Apakah pembunuh bertopeng ini tidak bisa di tangkap lebih cepat?" Tanya kepala kepolisian pada detektif Vio dan Ical yang sedang beristirahat sembari menenangkan pikiran mereka.


Kepala kepolisian itu berjalan perlahan mendekati mereka berdua yang duduk di meja mereka masing-masing.


Detektif Vio menjawab pertanyaan kepala kepolisian itu dengan cukup tenang. Dirinya mengatakan jika kasus ini berbeda dari kasus pembunuhan biasa. Di mana dalam kasus ini pelakunya cukup cerdas dengan menghilangkan jejak dari setiap korbannya tanpa ada yang tersisa.


Kepala kepolisian itu menyela ucapan detektif Vio dan kembali bertanya serta mendesak agar pembunuh bertopeng secepatnya di tangkap.


"Masyarakat sudah semakin risih dan ketakutan. Mereka mendesak polisi untuk menangkap dan mengakhiri kasus pembunuh bertopeng ini. Jadi, Aku harap kalian bisa menyelesaikannya dengan segera"


"Kami cukup kesulitan menangani kasus ini pak. Tidak ada sama sekali bukti yang pasti yang membawa kami menuju ke pembunuh itu. Dan lebih susahnya lagi, Kami tidak bisa mengatopsi jasad korban pembunuhan, Karena kami sama sekali tidak menemukan jasad mereka. Mereka seperti telah di telan bumi. Kami hanya meraba dan mengaitkan bukti yang sangat kecil yang belum tentu benar" Timpa detektif Ical, Dirinya berdiri dan berjalan ke arah kepala kepolisian yang saat ini sedang berdiri di hadapan detektif Vio.


"Itu urusan kalian. Pokoknya aku tidak mau mendengar alasan apapun yang keluar dari mulut kalian. Kalau aku sudah mengatakan perintah, Kalian harus melaksanakannya dengan segera!"


"Ta-tapi pak!"


"Hentikan detektif Ical!" Celah detektif Vio pada Ical yang hendak melawan.


"Aku harap kalian mengerti, Karena ini demi banyak orang yang ada di luar sana"


Setelah mengatakan semua itu, Kepala kepolisian memutuskan pergi dari sana. Dirinya meninggalkan mereka berdua yang terlihat Terdiam dan termenung pasrah dengan perintah.


"Aduh kepala ku jadi semakin pusing memikirkannya" Keluh detektif Ical.


"Sudah... Jangan pikirkan semua itu. Mending kita fokus mencari informasi tentang panti asuhan yang dimaksud kakek yang kita temui waktu itu"


"Iya juga yah..."


Mereka membuka laptop dan segera mencari informasi seputar panti asuhan.


Terlihat di dalam laptop itu muncul begitu banyak gambar panti asuhan dan beberapa lahan tanah memenuhi layar laptop.


Detektif Ical tak hentinya mencari dan menelusuri setiap gambar dan setumpuk berita mengenai gambar yang ia lihat.


Setelah beberapa saat mencari, Mereka menemukan sebuah panti asuhan yang ciri-ciri dan penampakannya sama persis dengan apa yang di katakan kakek itu.


Detektif Vio dengan segera mengarahkan detektif Ical untuk melihat lebih lanjut tentang panti asuhan itu. Detektif Ical membuka dan membaca semua informasinya.


"Jadi... Universitas yang telah di ledakan oleh pembunuh itu dulunya bekas panti asuhan?" Ucap tiba-tiba detektif Ical.


"Berarti semuanya memang berhubungan satu sama lain, Tapi kita belum menemukan apa penyebab dari teror ini di mulai Ical"


"Coba aku cari yang lain" Timpa detektif Ical.


Dirinya kembali menelusuri tentang berita panti anak sejahtera yang ada di kota makou berdiri pada tahun 2016 silam.


Namun berita yang ia temukan kurang lebih sama dengan berita pertama. Detektif Ical yang sudah kelelahan mencari, Memutuskan mundur dan meminta detektif Vio menggantikannya.


Vio mencoba mencari kembali dengan cukup teliti. Dirinya sangat fokus untuk menemukan akar di balik kekacauan ini semua.


Tak lama dirinya mencari, Tiba-tiba dia menemukan sebuah satu berita yang sangat berbeda dari apa yang telah dia baca. Seketika Vio terkejut setelah melihat beberapa gambar yang ada di dalam berita itu yang terlihat mengerikan.


"A-apa ini... Kenapa bayak gambar mutilasi dan potongan tubuh serta organ manusia?" Vio meremas tangannya dan segera menutup laptop yang ia gunakan.


"Ada apa?, Kenapa berteriak" Ical berjalan cepat ke tempat detektif Vio yang terlihat masih terkejut.


"Kamu sudah dapat penyebab semuanya?" Ical meletakkan segelas kopi yang ia bawa di atas meja, Dan segera membuka kembali laptop itu.


"Hentikan!... Jangan dibuka dulu. Aku mau tarik nafas dulu" Vio mencegah detektif Ical membuka laptop itu.


Setelah beberapa saat, Detektif Vio sudah kembali siap melihat isi berita itu. Dengan cepat dia meminta detektif Ical memeriksanya.


Detektif Ical membuka kembali laptop dan melihat berita yang telah di temukan oleh detektif Vio. Setelah melihat beberapa gambar yang terpajang, Detektif Ical seketika merasa mula di perutnya.


"Jangan lihat gambarnya. Coba kamu baca saja informasi yang tertera di situ" Ucap Vio sembari menutup separuh wajahnya menghalangi gambar.


Detektif Ical segera membacanya dengan segala usaha agar dia tidak melihat gambarnya. Tertulis jika panti anak sejahtera yang sangat baik dan mengasuh semua anak yang kesusahan, Itu hanya sebuah ke bohongan besar. Tidak banyak yang mengetahui jika, Panti anak sejahtera adalah sebuah tempat paling terkutuk dan mengerikan yang pernah ada di kota makou.


Detektif Ical tiba-tiba berhenti membaca karena semua beritanya hanya sampai di situ saja.


..._end_...