Cute Badboy

Cute Badboy
Hadiah Ulang Tahun Terbaik ¹⁴+ (END)



Karena berangkatnya siang mereka sampai di pulau kepunyaan Andra sudah malam. Semua langsung membersihkan diri dan tidur di rumah pohon yang sudah di sediakan di sana.


Yap, jadi tempat istirahat di pulau itu adalah rumah pohon. Tempatnya berpisah-pisah begitu. Hanya kamar mandi dan toilet yang ada di bawah. Untuk kamar, dapur, dan tempat bersantai lainnya ada di atas pohon.


Cia dan Zayyan memilih rumah pohon yang tepat berhadapan dengan pantai. Vinna dan Bunga juga memiliki rumah pohon yang berada di samping rumah pohon Cia dan Zayyan, jadi mereka juga menghadap ke arah pantai. Sedangkan yang lainnya berada agak jauh dari pantai.


"Zayyan." panggil Cia.


"Kenapa sekarang nggak panggil baby Ayy lagi?" tanya Zayyan.


"Enak panggil Zayyang." jawab Cia.


"Cih."


"Kayaknya Lo akhir-akhir ini berubah." ucap Cia tiba-tiba.


Zayyan mengerutkan keningnya. "Berubah gimana maksudnya?" tanya Zayyan.


"Ya, dulu kan Lo manja banget. Sebelum tidur minum susu dulu. Makan minta di suapin. Minta di mandiin. Baju minta di pakaiin. Sekarang gak gitu." ujar Cia sambil mengerucutkan bibirnya.


Zayyan tertawa kecil. "Kenapa? Bukannya Lo dulu keberatan ya kalau gue minta ini itu?" tanya Zayyan.


"Ya, emang sih. Tapi gue lebih suka Zayyan yang manja. Daripada Lo yang dewasa." jawab Cia.


"Baiklah, gue turutin kemauan Lo. Ciaa buatin susu." ucap Zayyan dengan nada manja.


Cia langsung tertawa melihat Zayyan seperti itu lagi setelah sekian lama. Cewek itu segera membuatkan susu untuk Zayyan. Tentunya tetap di botol bayi.


"Gak ada tumbler kah?" tanya Zayyan.


"Kenapa? Bukannya biasanya Lo minum pakai ini?" tanya Cia balik.


Zayyan menggaruk leher belakangnya yang tidak terasa gatal. Sebenarnya tidak masalah sih minum pakai itu. Cuma nanti kalau teman-temannya lihat kan malu.


"Yaudah, kunci pintunya." suruh Zayyan seraya menerima susu yang dibuatkan Cia.


Setelah menutup pintu Cia ikut berbaring di samping Zayyan yang sedang meminum susu. Tiba-tiba di kecupnya pipi Zayyan karena gemas.


"Imutnya bayi gede gue yang satu ini." ucap Cia sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Mau punya bayi kecil nggak?" tanya Zayyan.


"Heh! Mulut Lo!"


Zayyan langsung tertawa. "Canda." ucapnya.


Cia terdiam dengan pipi yang memerah. Tapi dia tetap setia menatap Zayyan yang sedang meminum susu. Di dalam pikirannya teringat ketika Zayyan melakukan itu dulu kepadanya walau cuma setengah.


"Ih anjr, merinding sendiri gue bayanginya." batin Cia. "Hari itu Zayyan kayak binatang buas yang dapat mangsa." sambungnya lagi di dalam batinnya.


"Lihat aja Lo pasti nggak bisa nolak besok." batin Zayyan sambil tersenyum nakal.


Keesokan harinya mereka makan bersama di rumah makan yang ada di tepi pantai. Mereka memesan seafood dan makanan yang lainnya. Untuk minumannya mereka memesan es kelapa muda.


"Disini kan bukan tempat umum. Kok ada fasilitasnya kayak begini?" tanya Diego.


"Nenek gue yang udah siapin dari kemarin. Jadi sebelum kita datang kemari nenek udah kirim suruhannya untuk mengoperasikan kembali fasilitas-fasilitas yang ada disini." jawab Andra.


"Woah, hebat!" ucap Cia kagum.


Karena memang di pulau itu fasilitasnya sangat lengkap. Rumah makan, Restoran cepat saji, Kedai es krim, penyewaan speed boat. Dan lain sebagainya.


"Cia." panggil Zayyan.


"Hng? Apa?"


"Suapin gue." ucap Zayyan.


Semuanya langsung menatap ke arah Zayyan.


"Gue nggak salah dengar kan?" tanya Vanno.


"Sejak kapan Lo jadi manja gitu?" tanya Andra dan Gebi bersamaan.


Mahen tertawa kecil. Cowok itu hendak menjawab tapi Samuel langsung mencubit pelan lengannya.


"Serius? Manjanya gimana aja?" tanya Vinna penasaran.


"Emm, kalau itu rahasia." jawab Cia sambil tertawa.


Seharian ini Zayyan sangat manja kepada Cia. Bahkan cowok itu tidak ragu menunjukkan sifat manjanya di depan semua teman-temannya. Cia tidak tahu apa yang membuat Zayyan seperti itu. Sampai malam harinya Cia iseng melihat handphone Zayyan karena cowok itu sedang mandi.


Cewek itu terkejut bukan main melihat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Zayyan. Cia langsung berlari turun ke bawah menghampiri teman-temannya yang barbequean di tepi pantai.


"Hoi! Kenapa nggak ada yang kasih tahu gue kalau Zayyan ulang tahun hari ini?!" tanya Cia.


"Gue kira Lo udah tahu." ucap Mahen.


"Dia minta kita rahasiain." jawab Samuel.


"Yash.. terus gimana dong. Gue gak siapin kado apa-apa buat dia." rengek Cia. ”Kalian udah ngasih kado buat dia?" tanya Cia.


"Udah." jawab teman-temannya bersamaan.


Cia semakin lesu mendengar hal itu Dia merasa jahat karena sampai tidak mengingat hari ulang tahun suaminya sendiri. Bahkan dia tidak menyiapkan kado sama sekali.


"Simple aja kali Ci. Lo kan tahu apa yang dia mau dari Lo." ucap Bunga.


Cia diam sebentar. Otaknya seketika nge blank. Disaat Cia bengong. Vinna memberikan sebuah paper bag.


"Nih buat Lo. Lo kan udah mandi. Sekarang masuk kamar dan pakai baju ini. Gue jamin ini bakal jadi hadiah ulang tahun terbaik buat dia." kata Vinna.


Cia membuka sedikit isi paper bag tersebut. "Njir Lo gila?!"


"Nggaklah, sana buruan!" ucap Vinna.


Dengan kesal Cia kembali ke rumah pohon. Di ambilnya baju yang diberikan Vinna tadi. Itu bukanlah baju sembarang baju. Baju yang diberikan oleh Vinna tadi adalah lingerie berwarna merah terang.


"Bagus sih. Tapi kayaknya masih bagusan punya gue deh." gumam Cia.


Cewek itu meraih kopernya dan mengambil lingerie miliknya sendiri yang berwarna putih dan.. transparan. Cia memilih memakai baju miliknya sendiri. Dan menunggu Zayyan dengan berbaring di ranjang.


5 menit kemudian. Ceklek. Zayyan masuk ke dalam kamar.


Cowok itu langsung mematung di depan pintu melihat pemandangan yang ada di tempat tidur.


Melihat kedatangan Zayyan, Cia bangkit dari tidurnya dan menghampiri Zayyan. Di peluknya suaminya itu lalu dibisikkan sesuatu ke telinganya. "Selamat ulang tahun. Maaf gue gak siapin kado sama sekali." bisik Cia.


Zayyan menelan ludahnya dengan susah payah. Cowok itu melepaskan pelukan Cia dan menatap Cia dari atas sampai bawah.


"Lo tahu apa akibatnya memakai baju begini di depan gue?" tanya Zayyan dengan suara berat.


Cia mengangguk. "Hm, gue tahu betul. Karena gue gak siapin kado apa-apa. Mungkin gue bisa jadi pengganti kadonya." ucap Cia sambil tersenyum nakal.


"Fuckk..." umpat Zayyan lirih. Cowok itu berbalik dan mengunci pintu, di tutupnya semua tirai jendela. Dia tidak ingin ada seorangpun yang melihat Cia berpakaian seperti itu. Setelah semua sudah tertutup Zayyan kembali menghampiri Cia.


"Lo yang nyerahin diri Lo ke gue. Kalaupun Lo menyesal telah ngelakuin ini dan minta gue berhenti gue gak akan pernah berhenti." ucap Zayyan sambil mengangkat tubuh Cia membawanya ke ranjang.


"Gue gak akan menyesal sama sekali. Jadi lakukan semau Lo." kata Cia sambil mengalungkan tangannya ke leher Zayyan.


Anjerlah, bayangin sendiri ae. Geli sendiri ngetik kayak gitu.


Keesokan harinya.


Zayyan bangun lebih dulu dari Cia. Cowok itu memperhatikan dengan seksama wajah Cia yang sedang tertidur pulas.


"Makasih.... semalam adalah hadiah ulangtahun terbaik.." ucap Zayyan sambil mengecup kening Cia.


Sesaat setelah Zayyan mengecup kening Cia, cewek itu membuka matanya sambil tersenyum manis.


"I love you Ciara.." bisik Zayyan.


"I hate you too."


"Cia!" Zayyan kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


Cia tertawa kecil lalu mengecup singkat bibir Zayyan. "Love you too." bisik Cia.


...__TAMAT__...