Cute Badboy

Cute Badboy
Penguntit



Pulang sekolah Cia tidak pulang bersama Zayyan. Cewek itu pergi bersama Vinna dan Vanno untuk mengerjakan tugas kelompok yang harus di kumpulkan besok.


"Ci, Lo suka kan sama Zayyan?" tanya Vinna tiba-tiba.


"Hah?! Nggak tuh! Ngapain suka sama orang modelan begitu?"


"Halah ngeles. Lo aja pas Zayyan luka paniknya minta ampun." sahut Vanno.


Cia terdiam. Cewek itu memikirkan apa yang baru saja di ucapkan Vinna dan Vanno. Di dalam pikirannya cewek itu bertanya-tanya. Masa sih dirinya jatuh hati kepada cowok yang dulunya dia benci?


Setelah bengong sesaat, Cia menggelengkan kepalanya sambil bergidik ngeri. Cewek itu kemudian menatap Vinna sambil memicingkan matanya.


Vinna yang mendapatkan tatapan seperti itu merasa terancam. Dia sudah hapal, jika Cia mengeluarkan tatapan seperti itu. Dan disertai senyum miring pasti sahabatnya tersebut akan meroasting dirinya.


"Nga-ngapain Lo lihat gue kayak begitu?" tanya Cia.


"Daripada gue, coba deh Lo tadi ngapain aja sama si Gebi?" tanya Cia sambil menaik turunkan alisnya.


Vinna seketika teringat dengan kejadian rak buku. Blushh... Pipi Vinna langsung bersemu merah.


Melihat pipi Vinna yang bersemu merah Cia dan Vanno kompak meledek cewek itu. "Hayoloh... ngapain Lo tadi sama si Gebi?" tanya Cia dan Vanno sambil tertawa.


"Hishh! Tahu ah! Lo sendiri? Tadi ngapain berduaan di ruang LG? Ekhem-ekhem ka?!" terka Vinna ngawur.


Cia membelalakkan matanya. Bibir cewek itu bergetar menahan tawanya. Oh tidak semudah itu. Cia langsung tertawa mengingat apa yang dia lakukan tadi di ruangan pribadi Los Galacticos. Yang dia lakukan di ruangan itu bersama Zayyan bahkan jauh dari apa yang dipikirkan Vinna.


Vinna dan Vanno saling tatap kebingungan melihat Cia yang tertawa terpingkal-pingkal.


"Lo sehat kan?" tanya Vanno sambil menyentuh kening Cia menggunakan punggung tangannya.


"Ish, gue sehat!" jawab Cia sambil menepis tangan Vanno.


"Lah? Terus? Kenapa tiba-tiba ketawa kayak gitu?" tanya Vinna. "Mana suara Lo kayak Tante Kun lagi." imbuhnya ngawur.


Cia masih berusaha berhenti tertawa. Setelah bisa menghentikan tawanya Cewek itu menatap kedua sahabatnya. Bibirnya masih tersenyum, tanda masih ingin tertawa.


"Jangan bahas yang di ruang LG. Gue sama Zayyan jauh dari apa yang Lo pikirin barusan." jawab Cia sambil menyedot jus mangga kesukaannya.


"Emang ngapain sih?" tanya Vinna kepo.


Cia tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. "Secret." jawab Cia. Kemudian cewek itu segera fokus mengerjakan tugas kelompoknya.


Disisi lain. Ternyata di rumah ada Samuel dan Mahen yang datang untuk berkunjung. Zayyan mengajak mereka berdua ke ruang santai untuk menikmati waktu bersama. Karena mereka memang jarang berkumpul seperti ini.


"Cia mana? Kok nggak kelihatan?" tanya Mahen.


"Kerja kelompok." jawab Zayyan.


"Lo suka baca dongeng?" tanya Samuel sambil melihat sebuah buku dongeng.


Cowok itu mendongak melihat-lihat isi rak buku tersebut, dia sedikit heran karena isinya rata-rata adalah buku dongeng anak dan sebagiannya lagi adalah buku novel. Dari 100% buku yang ada di rak tersebut, mungkin 35% buku dongeng 35% lagi buku novel. Sisanya buku pelajaran.


"Nggak! Bukan gue! Cia yang suka!" jawab Zayyan sedikit gugup.


Mahen tertawa kecil melihat Zayyan yang seperti itu. Padahal dia tahu bahwa yang menyukai buku dongeng tersebut adalah Zayyan. "Masih sama nih anak." batin Mahen.


Samuel manggut-manggut mengerti. Cowok itu menaruh buku tersebut kembali ke rak. Matanya beralih ke sebuah botol susu bayi yang ada di sofa. Diambilnya botol susu tersebut.


"Punya siapa?" tanya Samuel.


Zayyan langsung membelalakkan matanya melihat benda yang dipegang Samuel. "Sialan. Kenapa bisa ada disitu sih?" batin Zayyan.


Mahen tidak bisa menahan tawanya lagi. Cowok itu tertawa lepas. "Punya calon anaknya Zayyan kali." jawab Mahen ngawur.


"Lo kenapa jadi cerewet sih?!" tanya Zayyan balik dengan kesal.


"Lo juga sama. Tinggal bilang nih botol punya Lo susah amat." jawab Samuel sambil terkekeh dengan jari telunjuknya yang menunjuk sebuah nama yang tertempel di botol susu tersebut.


"Diam Lo! Jangan ember!" semprot Zayyan.


Melihat hal itu Mahen hanya tertawa. Jarang sekali melihat dua orang ini berbicara panjang seperti ini. Begitulah mereka. Zayyan dan Samuel akan berbicara banyak ketika hanya berdua atau bersama Mahen.


Mungkin kelihatannya diantara Los Galacticos yang paling akrab dengan Zayyan adalah Andra dan Gebi. Nyatanya tidak. Anggota yang paling akrab dengan Zayyan adalah Mahen dan Samuel. Tapi ingat ya, walaupun begitu mereka bertujuh tetap saling menjaga kok.


"Udah-udah. Duduk kalian!" perintah Mahen.


Zayyan dan Samuel langsung menurutinya.


"Zay, Cia tahu semua kebiasaan Lo?" tanya Mahen yang kemudian di angguki Zayyan.


"Kebiasaan apa?" tanya Samuel.


"Kepo jadi orang!" semprot Zayyan.


"Zayyan punya dua kepribadian. Jika di rumah atau di dekat orang yang membuat dia nyaman, dia akan bertingkah layaknya anak kecil. Tapi kalau di luar rumah, Lo tahu sendiri dia gimana." ucap Mahen yang ditujukan kepada Samuel.


"Ember gue robek mulut Lo!" ancam Zayyan.


Samuel menghela napasnya. "Ga guna nyebarin begituan." jawab Samuel. Cowok itu merebahkan tubuhnya di sofa, kemudian bertanya kepada Zayyan. "Lo cinta sama Cia?" tanya Samuel.


"Nggak!" jawab Zayyan spontan.


"Terus? Kenapa semangat banget nyari siapa yang jebak kalian?" tanya Mahen.


"Gapapa." jawab Zayyan singkat.


"Gue cuma mau bilang. Cia itu cantik. Kalau Lo cinta dia, jaga baik-baik. Di luar sana banyak cowok yang nembak dia tapi di tolak berkali-kali." ucap Samuel.


"Darimana Lo tahu semua itu?" tanya Mahen sambil mengerutkan keningnya.


Samuel hanya menggedikkan bahunya.


Kling! Tiba-tiba ada notifikasi di handphone Zayyan. Cowok itu segera mengecek handphonenya. Matanya langsung membulat ketika melihat nomor asing yang mengirimkan foto Cia sedang mengerjakan tugas kelompok bersama Vinna dan Vanno. 'Cewek Lo dalam pengawasan gue Alfiano.' isi pesan di bawahnya.


"Damn!" umpat Zayyan.


"Kenapa?" tanya Mahen.


Mendengar Zayyan yang mengumpat, Samuel langsung bangkit dari tidurnya dan menatap Zayyan dengan serius.


"Ada orang yang nguntit Cia dari semalam." ucap Zayyan.


Zayyan langsung mengambil laptopnya. Cowok itu berusaha melacak nomor yang baru saja mengirimi dirinya pesan. Tapi gagal. Nomor tersebut gagal dilacak.


"Fuckk!!"


Samuel mengambil alih laptop yang di pegang Zayyan. Dia mencoba melacak nomor itu lagi. Tapi hasilnya tetap sama. Nomor tersebut sudah tidak bisa di lacak.


"Dia udah copot kartunya." ucap Samuel.


"Gue mau jemput Cia. Nanti malam kumpulin anak Los Galacticos ke markas!" perintah Zayyan. Cowok itu segera menyambar jaket dan kunci motornya. Sekalipun bibirnya bilang tidak, tapi hatinya tidak bisa di bohongi. Dia khawatir Cia kenapa-kenapa.


...***...


...Bersambung......