Cute Badboy

Cute Badboy
Lo Suka Gue?



Keesokan harinya. Zayyan baru saja selesai mandi. Seperti biasanya Cia yang akan membantunya memakai seragam sekolah. Kalau untuk ini bukannya Zayyan tidak bisa memakai baju sendiri, tapi memang dianya manja. Tapi cowok itu pura-pura tidak bisa memakai baju agar dipakaikan baju oleh Cia.


"Sampai kapan sih Lo gak bisa pakai baju?!"


"Sampai gue pengen belajar." jawab Zayyan dengan santainya.


Cia mendengus kesal. Dia kira setelah nikah muda hidupnya akan seperti di novel yang telah ia baca. Nyatanya baru nikah udah punya anak segede gaban yang gak bisa apa-apa.


"Ci.." panggil Zayyan.


"Apa?" tanya Cia.


"Lo suka sama gue?" tanya Zayyan.


"Mata Lo!" Cia langsung menoyor kepala Zayyan. Pipinya sedikit bersemu merah tiba-tiba mendapat pertanyaan seperti itu dari Zayyan.


Zayyan mengancingkan kancing bajunya yang sisa paling atas lalu berjalan mengitari Cia. Cowok itu menatap Cia sambil tersenyum jahil. "Serius gak suka?" tanya Zayyan lagi. Nadanya kali ini terdengar meledek Cia.


"Nggak tuh! Yakali gue suka cowok modelan Lo." jawab Cia tanpa menatap wajah Zayyan.


"Ouh, yaudah cuma tanya." sahut Zayyan. Cowok itu memakai jas almamaternya dan juga tasnya lalu mengambil kunci motornya. "Lo naik bus lagi aja. Gue mau mampir ke minimarket." ujar Zayyan sebelum keluar kamar.


Cia langsung membulatkan matanya ketika mendengar apa yang diucapkan Zayyan baru saja. Cewek itu buru-buru mengambil tas dan jas almamaternya. Lalu berlari mengejar Zayyan. Cia sudah panik ketika mendapati motor Zayyan sudah tidak ada di dalam garasi.


"Yashh! Sialan! Berani mampir ke minimarket gue cincang aset Lo!" omel Cia sambil berjalan keluar rumah.


"Ciee cemburu." ledek Zayyan yang menunggu Cia di atas motornya.


"Nggak tuh!" jawab Cia dengan ketus.


"Ngaku aja kali kalau suka." ledek Zayyan lagi.


"Dibilang nggak tuh ya nggak!"


Zayyan tertawa puas. "Yaudah gue berangkat." Zayyan hendak memutar gasnya.


"Yak! Gue nebeng lo!"


Cia langsung duduk di belakang Zayyan. Cewek itu berpegangan erat di pinggang Zayyan. Ingat ya, cuma pegangan bukan pelukan.


Menyadari hal itu Zayyan tiba-tiba memutar gasnya membuat Cia refleks memeluknya. Cowok itu tersenyum melihat tangan Cia yang melingkar di pinggangnya. "Makanya pegangan. Jatuh ngomel lagi." celetuk Zayyan dengan wajah tanpa dosa.


Cia mendengus kesal. Cewek itu sebenarnya tahu Zayyan sengaja melakukan hal tersebut. Tapi dia masih memeluk Zayyan.


Sudah tidak perlu dijelaskan lagi bahwa keduanya memang sudah saling jatuh cinta. Tapi keduanya sama-sama gengsi untuk mengungkapkan perasaan mereka secara langsung. Mereka menunjukkan perasaan mereka melalui perbuatan-perbuatan kecil.


"Nanti Lo pulang bareng gue atau naik bus?" tanya Zayyan.


"Naik bus." jawab Cia.


"Tadi kenapa nggak naik bus?" tanya Zayyan lagi.


"Busnya telat." jawab Cia ngawur.


Zayyan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum geli. Mana ada bus telat. Yang ada busnya belum datang karena ini belum ada jam setengah tujuh. Dan bus menuju ke sekolah biasanya datang sekitar jam setengah tujuh.


Setelah beberapa saat berkendara Zayyan menghentikan motornya di depan minimarket tempat kerja Sasha.


"Ngapain kesini?!" tanya Cia nyolot.


"Ngapelin ayang baru." jawab Zayyan.


Plak! Cia langsung memukul helm Zayyan hingga bunyinya sangat nyaring. Beruntung Zayyan memakai helm. Mungkin jika tidak kepalanya akan terasa pusing dipukul sekeras itu.


"Berani Lo?!"


"Bercanda. Gue udah punya istri cantik kenapa mau selingkuh?" tanya Zayyan.


"Lo sekarang kok jadi buaya sih?"


"Gapapa, cuma ke Lo gue jadi buaya." jawab Zayyan. Kemudian cowok itu menuntun Cia turun dari motor dan menggandengnya masuk ke minimarket.


Baru saja memasuki minimarket, Cia langsung menatap tajam siapa yang menjaga kasir. Beruntung bukan Sasha yang menjaga kasir. Kalau sampai si penjaga kasir centil itu, sudah bisa dipastikan rambut cewek itu akan rontok.


"Selamat datang.." sapa cewek yang menjaga kasir tersebut sambil tersenyum kikuk melihat Cia.


Mereka berhenti sebentar di kasir karena Cia menatap si penjaga kasir tersebut dengan intens. Cia mengenalinya. Cewek itu adalah sahabat Sasha yang memisahkan mereka kemarin saat bertengkar.


Penjaga kasir tersebut hanya mengangguk sambil tersenyum.


Sebelum Cia membuat ulah, Zayyan segera menarik Cia kedalam untuk mengikutinya membeli makanan ringan. Itu bukan untuknya. Tapi itu pesanan Gebi dan Diego.


"Zay." panggil Cia.


"Hm?"


"Dih, cuek lagi." gumam Cia sambil memutar bola matanya malas.


"Kenapa?" tanya Zayyan yang mendengar apa yang diucapkan Cia barusan.


Cia diam sebentar. Sejujurnya dia ragu menanyakan hal ini. Bukan hanya ragu, dia juga gengsi untuk menanyakannya. Tapi rasa penasarannya lebih besar dari gengsinya.


"Lo nikah sama gue suka gak sama gue?" tanya Cia terus terang. Tapi Cia tidak berani menatap wajah tampan Zayyan.


Zayyan hanya diam menatap Cia. Cowok itu mati-matian menahan senyumnya agar tidak terbit di luar rumah.


Tidak mendapatkan jawaban dari Zayyan. Cia mendongakkan kepalanya melihat Zayyan yang sudah menatap dirinya sejak tadi.


"Di pikiran Lo gimana?" Zayyan malah bertanya balik.


"Dipikiran gue?"


Zayyan mengangguk. Cowok itu kembali mengambil makanan ringan untuk sahabat-sahabatnya. "Menurut Lo gue suka atau nggak sama Lo?" tanya Zayyan sambil memilih jajanan.


"Suka." jawab Cia.


"Yaudah." ucap Zayyan sambil meletakkan beberapa makanan ringan ke tangan Cia. Lalu cowok itu segera berjalan ke kasir karena sudah selesai mengambil makanan ringan.


Cia masih terdiam di tempat memikirkan jawaban Zayyan barusan. "Yaudah? Maksudnya?" gumam Cia. Tidak mau pusing dengan pikirannya sendiri, cewek itu segera ikut Zayyan ke kasir membayar semua belanjaan. Setelah itu mereka memasukkan makanan ringan tersebut kedalam tas agar tidak disita satpam.


"Tumben beli beginian? Bukannya dirumah masih ada?" tanya Cia.


"Buat Gebi sama adik Lo." jawab Zayyan. Wajah cowok itu kembali datar seperti biasanya.


Bruummm...


Sesampainya di sekolah.


Vinna dan Vanno yang melihat dari jauh kedatangan Zayyan dan Cia langsung kompak menggosipkan mereka.


"Kayaknya seru nikah muda.." ucap Vinna kepada Vanno.


"Seru untuk yang nggak NT." sahut Vanno yang langsung mendapat hadiah pukulan dari saudara kembarnya.


"Udah jelas! Gak usah diperjelas!" semprot Vinna.


Vanno menggelengkan kepalanya. Cowok itu mengalihkan perhatiannya kepada Andra dan Gebi yang bermain basket bersama anggota Los Galacticos lainnya.


"Lo ada yang suka malah suka yang udah punya pawang." celetuk Vanno.


"Hah? Ada yang suka gue? Siapa?" tanya Vinna.


Vanno mendengus kesal. "Gak peka Lo anjr!" cetus Vanno. Lalu cowok itu berlari bergabung bermain basket dengan teman-temannya.


"Yakali ada orang yang suka sama gue." gumam Vinna.


...***...


...Bersambung......



...Mampir ke karya baru author yuk langsung cek profil ya....


...Judulnya "Cherophobia"...


...Sinopsis :...


...Kafka Anzalion yang sedari masih bayi hidupnya tidak di inginkan orang tuanya karena kelahirannya adalah sebuah kesalahan. Cowok itu tumbuh besar di bawah asuhan seorang penjual bunga yang hidup sederhana....


...Kafka bahagia bersama ibu angkatnya. Tapi semua itu berubah setelah kepergian Anggi yaitu ibu angkatnya tepat di hari ulang tahunnya. Sejak saat itu Kafka merasa tidak layak bahagia....


...Bantu dukung ya, like, comment, rate, vote juga. Bantu ramein muach, yang ini ikut event bantu biar author dapat juara. Terimakasih. :)...