Cute Badboy

Cute Badboy
Unboxing ½



Sesampainya di rumah mereka dikejutkan dengan kehadiran kedua orang tua mereka. Ya, orang tua Zayyan dan juga orang tua Cia. Diego pun juga ada disana.


"Kalian? Kok tumben main kesini?" tanya Cia.


"Ohh, jadi gitu? Mommy sama Daddy gak boleh main kesini?" tanya mommy-nya.


"Ehh, nggak gitu maksudnya." ucap Cia.


"Cia, Zayyan duduk dulu." kata Sella.


Zayyan menggenggam tangan Cia dan mengajaknya untuk duduk di samping Diego. Mereka diam cukup lama. Suasana menjadi hening. Hingga papanya membuka suara.


"Zayyan, Cia. Kenapa kalian sembunyikan masalah kalian dari kami?" tanya Vincent.


"Jika kalian memberitahu kami lebih cepat mungkin dia tidak akan menggangu kalian lagi. Terutama kamu Cia." ucap Richard.


Zayyan hendak menjawab pertanyaan orang tua mereka. Tapi Cia menggenggam erat tangan Zayyan. Mengisyaratkan agar cowok itu diam saja, dan biarkan dia yang menjawab.


"Kita kan sudah menikah dad, pa. Kita pengen berusaha mandiri menyelesaikan masalah yang kita alami. Kita nggak ingin merepotkan kalian. Dan juga kami tidak ingin membesarkan masalah yang akan membuat nama sekolah kita tercemar." jawab Cia.


"Ya, tapi kan tetap saja. Bagaimana jika kemarin Zayyan terlambat datang?" tanya Hanna.


"Yang penting kan kemarin gak terjadi apa-apa mom." ucap Cia.


"Yang udah berlalu biarkan saja. Sekarang mama berpesan kepada kalian. Kalau ada apa-apa jangan sungkan meminta bantuan." kata Sella. Sella mengalihkan pandangannya kepada putranya. "Dan untuk kamu Zayyan. Jaga Cia baik-baik. Jangan kamu kira mama dan papa gak tahu kamu ikut balapan liar dan geng geng itu." kata Sella lagi.


Zayyan agak terkejut ternyata orang tuanya mengetahui hal itu, tapi cowok itu segera menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Jadi? Untuk apa Diego di ajak kemari?" tanya Diego.


"Buat jadi saksi." jawab Hanna di susul tawa yang lainnya.


"Yash, tahu gitu Diego tadi pergi main basket." cetus Diego kesal.


Semua yang ada di ruangan itu langsung tertawa menanggapi Diego yang kesal. Setelah pembicaraan itu mereka tidak langsung pulang mereka makan siang bersama di rumah Zayyan dan Cia baru pulang.


Di kamar Cia langsung membanting dirinya sendiri di atas ranjang karena sejak tadi dia memang ingin merebahkan tubuhnya tapi belum sempat karena kedatangan orang tua mereka.


"Ci.." panggil Zayyan.


"Hng? Apaan?" tanya Cia.


"Soal permintaan orang tua kita tadi..." Zayyan menggantung kalimatnya.


Cia yang mendengar Zayyan menyinggung hal itu langsung mengubah posisinya dari berbaring menjadi duduk menatap Zayyan dengan serius.


Flashback


"Cia, Zayyan. Beberapa bulan lagi kalian ujian kelulusan. Kalian gak ada niat untuk punya momongan kah?" tanya Hanna sembari makan.


"Uhuk!" Cia dan Zayyan langsung tersedak makanan mereka ketika mendapat pertanyaan tersebut.


"Apaan sih mom? Kita masih muda loh." ujar Cia.


"Ga pa-pa lah. Malah bagus kan? Nanti pas anak kalian gede kalian masih muda." kata Sella.


"Benar, kita juga pengen segera gendong cucu." sahut Richard.


Cia dan Zayyan saling memandang. Bingung akan menjawab apa.


Flashback off


Zayyan duduk di samping Cia dan menggenggam tangan istrinya. Membuat Cia sadar dari lamunannya.


"Heh! Ngapain Lo?!"


"Pegang tangan doang, masa nggak boleh?" tanya Zayyan.


Cia terdiam. Cewek itu malu dengan pikirannya sendiri.. "Sial, gue mikir apa sih?" batin Cia.


"Gimana? Mau gak?" tanya Zayyan.


"Ha-hah? Ngapain?" tanya Cia gelagapan karena Zayyan semakin mendekati dirinya.


"Mau minum susu." jawab Zayyan sambil tersenyum nakal.


"O-oh, yaudah bentar gue buatin."


Cia hendak beranjak. Tapi Zayyan segera mencekal tangan Cia agar tidak beranjak dari ranjang. Cowok itu memeluk Cia dari belakang, lalu mengecup leher belakang Cia dengan lembut.


"Dari sumbernya boleh nggak?" tanya Zayyan dengan suara berat


Blushh... Pipi Cia memerah seketika mendengar hal itu. "Nggak! Nanti kebablasan!" tolak Cia.


"Janji cuma yang atas." ucap Zayyan. Cowok itu terus mengecup leher dan bahu Cia. Tangannya sudah menyelusup ke dalam kemeja Cia.


"Ahh! Zayyan!"


***


Sore harinya Zayyan bangun dari tidurnya. Cowok itu menatap Cia yang tertidur pulas di sampingnya. Di belainya wajah cantik Cia. Sudut bibirnya terangkat mengingat apa yang mereka lakukan tadi.


Perlahan Cia membuka matanya dan menatap Zayyan. Ketika kedua mata mereka bertemu Cia langsung bersembunyi di balik selimut.


"Kenapa?" tanya Zayyan sambil tersenyum gemas.


"Malu" ucap Cia lirih sambil menggelengkan kepalanya. Zayyan bisa merasakannya karena kepala Cia menempel di bidang dadanya.


"Gak usah malu, tadi kan gue udah lihat." ucap Zayyan sambil menurunkan selimut. "Ya, walau cuma bagian atas sih." sambung Zayyan di dalam hatinya.


"Emang ada susunya ya?." tanya Cia dengan wajah polosnya.


Zayyan langsung tertawa mendengar pertanyaan konyol Cia tersebut. "Anggap saja ada." jawab Zayyan sambil mengacak rambut Cia.


"Jadi? Kapan kamu siap unboxing semuanya?" tanya Zayyan.


Cia langsung menarik selimut lagi menutupi seluruh badannya untuk menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.


...***...


...Bersambung......