Cute Badboy

Cute Badboy
Jangan Galak-galak



Malam harinya. Tepatnya ketika saatnya makan malam. Cia hendak memasak tapi cewek itu hanya diam karena belum ada bahan makanan yang bisa dimasak.


"Ci." panggil Zayyan.


"Hah? Apaan?" Cia langsung menoleh ke arah Zayyan. Cewek itu menatap Zayyan dari atas sampai bawah kemudian bertanya. "Mau kemana Lo?"


"Malam ini makan di luar aja, sekalian belanja bahan makanan." ucap Zayyan dengan wajahnya yang masih datar.


"Serius?" tanya Cia dengan mata berbinar-binar.


Zayyan hanya mengangguk.


Cia langsung lari naik ke atas dengan ekspresi yang sangat happy. Jingkrak-jingkrak layaknya anak kecil saat di ajak orang tuanya jalan-jalan.


*


Setelah siap-siap Cia dan Zayyan pergi ke sebuah restoran menggunakan motor. Tadinya Cia mengajak naik mobil. Tapi Zayyan lebih suka naik motor.


Dan ketika hampir sampai restoran tiba-tiba hujan turun dengan deras. Alhasil Zayyan melajukan motornya dengan sangat cepat agar tidak basah kuyup.


"Kan! Benar gue bilang naik mobil aja! Lo sih! Jadi basah semua kan? Dan nanti masih harus belanja. Mau di taruh dimana coba belanjaannya nanti? Naik motor tuh ada waktunya gak setiap saat harus naik mot--"


Zayyan menempelkan jari telunjuknya ke bibir Cia agar cewek itu diam. "Shht, di lihatin orang." ucap Zayyan pelan dengan wajahnya yang tetap datar. Karena memang Cia yang sedang mengomel diperhatikan orang-orang yang berlalu lalang.


"Biarin aja! Kapan lagi jadi seleb. Sekalian sini kalau minta tanda tangan." ucap Cia sedikit keras agar orang-orang yang melihatnya tadi mendengar ucapannya.


Tanpa banyak berkata Zayyan langsung menarik tangan Cia untuk masuk ke restoran. Jika tidak mungkin istrinya itu sudah menjadi pusat perhatian di sana karena cara mengomelnya yang amazing.


"Apaan sih?! Biarin aja mereka--"


"Diam! Gue tabok juga mulut Lo." ancam Zayyan sambil memegang buku menu.


Cia berdecak kesal. Kemudian menatap ke arah lain sambil mengerucutkan bibirnya.


Zayyan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Cia. Kemudian cowok itu memilih menu untuk makan malam mereka. Zayyan memilih Seafood untuk makan malam.


"Lo gak alergi kan?" tanya Zayyan.


Cia diam saja.


Zayyan menghela napasnya. "Marah mulu cepat tua tahu rasa." gumam Zayyan.


"Apa Lo bilang?!"


"Gak." jawab Zayyan.


Sesaat kemudian makanannya datang. Tapi diantara jenis seafood yang dihidangkan ada satu jenis seafood yang tidak ada. Yap, udang.


"Lo alergi udang?" tanya Cia.


Zayyan hanya mengangguk. Setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka berdua.


Setelah makan malam hujan telah reda, mereka pergi menuju minimarket yang ada di dekat rumah mereka. Ya, sekalipun mereka orang kaya kalau ada yang dekat kenapa harus ke mall yang jauh? Iya nggak?


"Besok Lo mau makan apaan?" tanya Cia kepada Zayyan.


"Apa aja." jawab Zayyan.


"Oh, yaudah besok gue rebusin batu sama kayu buat Lo makan." celetuk Cia.


"Nggak gitu konsepnya.." batin Zayyan.


Cia mengambil beberapa bahan makanan yang diperlukan. Kira-kira Cia mengambil bahan makanan untuk persediaan selama seminggu. Ada sayuran, daging ayam, salmon, sosis, bumbu penyedap, minyak dan keperluan dapur lainnya. Eits, tidak lupa Cia juga membeli stok camilan dan minuman. Jadi, Cia yang pilih-pilih bahan makanannya dan Zayyan yang dorong trolinya.


"Duh, manis banget ya anak jaman sekarang kalau pacaran." ucap salah satu pengunjung minimarket disana.


"Kayaknya kita kalah deh." jawab temannya.


"Halah, paling bentar lagi juga bunting duluan." sahut temannya yang lain.


Memang sih mereka berbicara tidak terlalu keras. Tapi Cia dan Zayyan masih bisa mendengarnya. Baik Cia ataupun Zayyan keduanya merasa jengkel kepada orang tadi.


Zayyan mengusap wajahnya dengan kasar. Kemudian menarik Cia agar segera pergi dari sana.


"Apaan sih?! Gue belum selesai ngelabrak mereka!" ucap Cia dengan kesal.


"Gak usah diladenin. Gak ada untungnya." ujar Zayyan.


Cia mendengus kesal. "Iya-iya! Lepasin tangan gue."


"Janji jangan bikin ribut?" tanya Zayyan sambil mengacungkan jari kelingkingnya.


"Iyaa janji, gue cuma mau ambil Tteokbokki." jawab Cia sambil menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Zayyan. "Lo ke kasir duluan aja." ucap Cia, kemudian pergi ke tempat makanan instan.


Sedangkan Zayyan pergi ke kasir untuk membayar belanjaan mereka.


"Totalnya 151,700 kak. Gak mau nambah pulsanya kak?" tanya penjaga kasir.


"Nggak."


"Atau ini kita sedang ada promo shampo xx beli satu gratis satu." tawar penjaga kasir itu lagi.


"Nggak." lagi-lagi Zayyan menjawab dengan singkat.


"Serius kak? Nggak mau beli pulsanya?" tanya penjaga kasir itu tidak menyerah.


Tiba-tiba Cia datang dan meletakkan 4 bungkus Tteokbokki di meja kasir. "Tambah Tteokbokki ya kak. Suami gue nggak beli pulsa. Pulsa dia unlimited." jawab Cia sambil memeluk lengan Zayyan.


"O-oh iya kak.. jadinya 199,700 kak."


Zayyan segera membayarnya.


"Kembaliannya permen ya kak."


"Gak mau! Alat tukar yang sah itu uang!" celetuk Cia.


Zayyan tersenyum tipis mendengar ucapan Cia barusan. Cowok itu tahu Cia sedang mengerjai penjaga kasir yang tadi berusaha mendapatkan nomornya dengan cara menawarkan pulsa.


"Tapi kak, kami gak ada uang 200 rupiah." jawab penjaga kasir tersebut.


"Lah, gak ada kembalian segitu kenapa ngasih harga gak di pas sekalian aja 199.000. Atau sekalian tulis 200.000." ucap Cia.


Melihat ekspresi wajah penjaga kasir yang sudah kebingungan Cia tersenyum puas lalu segera membawa belanjaannya dan menggandeng Zayyan keluar dari minimarket itu.


"Ngeribetin orang aja. Udah nomornya gak dapat. Dibikin pusing lagi." gumam penjaga kasir tersebut.


"Makanya jangan usik cowok yang udah punya istri Sha." ucap salah satu teman Sasha si penjaga kasir.


"Mana gue tahu kalau dia udah punya istri." jawab Sasha.


Di luar mini market Cia melepaskan pegangan tangannya dengan Zayyan.


"Jangan galak-galak jadi cewek." ucap Zayyan sambil tersenyum tipis menatap Cia.


"Cewek mana coba yang nggak marah kalau ada ***** yang caper ke suaminya." jawab Cia dengan kesal.


"Kenapa? Cemburu?" tanya Zayyan.


Cia terdiam. Cewek itu terlihat bingung mau menjawab apa. "Ng-nggak tuh. Ngapain gue cemburu." jawab Cia sambil memalingkan wajahnya


Zayyan terkekeh melihat pipi Cia yang bersemu merah. Kemudian cowok itu merogoh sesuatu dari sakunya. Itu adalah sebuah jepit rambut. Zayyan memasangkannya ke rambut Cia.


"Jepit rambut?" tanya Cia sambil memegang jepit rambut yang baru saja diberikan Zayyan.


"Biar rambut Lo gak ikut kemakan." jawab Zayyan. Yap, Zayyan membeli itu karena tadi saat makan malam Cia terlihat ribet dengan poninya yang terus ikut masuk ke mulutnya saat hendak makan.


"Sialan.." desis Cia yang merasa malu ternyata Zayyan memperhatikan hal sekecil itu.


...***...


...Bersambung......