Cute Badboy

Cute Badboy
Beberapa bulan kemudian



Beberapa bulan kemudian. Cia dan Zayyan beserta teman-temannya yang lain kecuali Diego sudah menyelesaikan pendidikannya di SMA. Saat ini mereka berkumpul di rumah Zayyan.


"Yash! Masa mau liburan gue nggak di ajak?" tanya Diego.


"Hush! Hush! Bocil duit tapi kere kagak di ajak!" sahut Cia.


"Bang! Bini Lo tuh!"


Zayyan menggelengkan kepalanya. Cowok itu merangkul pinggang Cia dan menariknya ke dekatnya. Di kecupannya pipi Cia lalu baru berbicara.


"Biarin aja. Lagian dia juga libur." ucap Zayyan.


"Sumpah ya, Lo berdua bisa nggak jangan pamer uwu? Cewek gue gak bisa di ajak begitu." sahut Gebi.


Semua langsung tertawa. Mereka memutuskan untuk pergi ke pulau milik Andra. Ya, pulau itu adalah hadiah ulangtahun Andra yang diberikan oleh neneknya. Pulau itu tidak dibuka untuk umum. Hanya yang mendapat izin dari Andra yang boleh masuk ke pulau tersebut.


Setelah mendapatkan izin dari orang tua mereka masing-masing. Mereka berangkat ke pulau yang dimaksud dengan naik kapal pribadi milik Zayyan.


"Gue juga kata, tapi kenapa emak bapak gue gak pernah ngasih gue hadiah kapal atau pulau." batin Cia dengan senyum tertekan.


Cewek itu menikmati keindahan laut yang airnya jernih. Terlihat ikan-ikan yang berenang di bawah permukaan air. Terkadang ada lumba-lumba yang melompat.


"Lihat apa?" tanya Zayyan sambil memeluk Cia dari belakang.


"Lautnya cantik." jawab Cia.


Zayyan tetap memeluk Cia. Pandangannya beralih ke laut sebentar kemudian menatap Cia lagi dan tersenyum.


"Hm, cantik. Dan gue tenggelam di dalam kecantikan laut gue." ucap Zayyan sambil menatap Cia.


Cia masih belum paham apa yang di maksud Zayyan. Cewek itu mengerutkan keningnya dan berpikir. Jadi maksudnya laut cantik tapi bahaya gitu kan.


"Gue gak mudeng maksud Lo. Lautnya cantik tapi kenapa Lo tengge--" Cia tidak melanjutkan kalimatnya ketika berbalik menatap Zayyan.


Wajah keduanya begitu dekat. Hidung mereka hampir bersentuhan. Zayyan masih terus menatap Cia. Cia yang Zayyan maksud sebagai laut yang cantik. Dan dia tenggelam di dalamnya tidak akan pernah kembali.


"Nga-ngapain Lo lihat gue kayak gitu?" tanya Cia gelagapan. tangannya mendorong sedikit dada Zayyan agar ada sedikit jarak di antara mereka.


"Ci.. kita udah lulus." ucap Zayyan tiba-tiba.


"Terus?"


"Kita...." Zayyan menggantung kalimatnya melihat bagaimana ekspresi wajah Cia.


Cowok itu tertawa kecil melihat wajah Cia yang sudah memerah.


"Tahu ih! Minggir!" Cia langsung kabur dari pelukan Zayyan. Cewek itu masuk ke dalam kapal.


"Kita lihat disana nanti bisa nolak atau nggak." gumam Zayyan.


Di sisi lain kapal. Vinna dan Gebi duduk berdua. Mereka tidak saling berbicara. Memang status mereka saat ini pacaran. Tapi Vinna sepertinya masih belum menyukai Gebi.


"Vin, kalau Lo terpaksa pacaran sama gue... Kita put--"


"Shht.." Vinna langsung menempelkan jari telunjuknya di bibir Gebi untuk menghentikan cowok itu berbicara.


Gebi menurunkan tangan Vinna. "Gue tahu yang Lo sukai itu Andra, bukan gue."


Vinna menggelengkan kepalanya. Cewek itu menggenggam tangan Gebi dengan erat. Dia sama sekali tidak berani menatap Gebi.


"Mungkin dulu gue emang suka Andra. Sekarang beda. Gue mulai suka sama Lo. Jadi jangan pernah ucapin kata itu."


Gebi terdiam mendengar penuturan Vinna. "Terus? Kenapa selama kita pacaran Lo cuek ke gue?" tanya Gebi.


"Itu..."


Kita ke Cia. Cewek itu masuk ke kamar. Di dalam kamar ternyata ada Bunga yang sedang bersantai. Cia langsung menghampirinya.


Oh iya, mereka sudah berbaikan sejak kejadian di UKS. Dengan kejadian itu Bunga membuktikan bahwa dirinya tidaklah jahat. Dia hanya di paksa. Saat ini, papa dari Bunga bekerja di perusahaan keluarga Cia karena telah di pecat oleh papanya Vannesa.


"Kenapa Ci?" tanya Bunga.


"Menurut Lo kalau cowok tiba-tiba bahas yang aneh-aneh gimana?" tanya Cia.


Bunga mengerutkan keningnya. "Aneh-aneh gimana maksud Lo?" tanya Bunga.


"Ya, tiba-tiba tuh bilang ngajak itu itu.." ucap Cia lirih.


Bunga langsung tertawa mendengarnya. Cewek itu langsung paham apa yang dimaksud itu itu oleh Cia.


"Zayyan ngajak Lo begituan?" tanya Bunga yang langsung di angguki oleh Cia.


"Yaudah, tinggal lakuin aja." cetus Bunga dengan santainya.


Cia langsung mendorong pelan lengan Bunga karena kesal. Bisa-bisanya malah disuruh ngelakuin.


"Gue tuh takut anjr!"


"Bentar, jadi selama kalian nikah belum pernah begitu?" tanya Bunga.


Cia menggelengkan kepalanya. "Belum. Kisseu aja gak pernah." jawab Cia. Kemudian Cewek itu terdiam mengingat yang dia lakukan dengan Zayyan beberapa bulan yang lalu. "Pernah sih, cuma bagian atas aja. Dan nggak sampai Kisseu." sambung Cia di dalam batinnya.


"Gimana dah? Masa udah nikah hampir setengah tahun belum pernah ngelakuin itu? Kisseu aja nggak pernah. Di embat orang tahu rasa Lo." ucap Bunga.


Cia langsung membulatkan matanya. "Nggak! Nggak boleh!" sahut Cia dengan cepat. "Emang Lo udah pernah Kisseu sama Andra?" tanya Cia.


"Pernah lah. Lebih dari itu juga pernah. Tapi jangan bilang siapa-siapa!"


Cia termenung setelah mendapat penjelasan dari Bunga. Dia benar-benar takut jika Zayyan berpaling dan cari cewek lain yang mau di ajak itu karena dirinya nggak mau.


"Gak! Sampai berani begitu gue cincang asetnya jadi sepuluh!" ucap Cia di dalam batinnya.


...***...


...Bersambung......


...Mian, kemarin nggak update sama sekali. Soalnya hari ini author tadi ada lomba cerdas cermat dalam rangka memperingati isra mi'raj. Jadi kemarin full belajar....