Cute Badboy

Cute Badboy
Vannesa dan Raya keluar



Setelah diputar rekaman suara tersebut satu sekolah menjadi ricuh. Yang tadinya menggosipkan Cia, sekarang berbalik menggosipkan Vannesa dan Raya. Sedangkan Bunga, di puji karena menolak melakukan hal jahat tersebut.


Saat ini Cia ada di ruang pribadi Los Galacticos bersama Zayyan dan anggota Los Galacticos yang lainnya. Disana juga ada Vinna, Vannesa, Raya dan Bunga.


"Ini semua ulah Lo kan?! Lo yang nyebarin ke semua orang?!" bentak Vannesa kepada Bunga.


Bunga tidak berani berbicara apapun. Cewek itu terlalu takut kepada Vannesa karena banyaknya ancaman yang pernah diberikan padanya.


"Jaga bicara Lo!" ucap Andra dengan nada dingin.


"Lihat saja! Papa lo--" sebelum Vannesa menyelesaikan kalimatnya Cia langsung melayangkan tamparan ke pipi Vannesa dengan kerasnya.


Plakk!! Suara tamparan menggema di ruangan yang sepi tersebut.


"Ancaman Lo gak berlaku lagi buat dia. Cepat pecat papanya. Perusahaan bokap gue menerima dengan senang hati papanya." ucap Cia.


"Sialan! Berani banget Lo nampar Vannesa hah?!" bentak Raya. Cewek itu hendak maju dan memukul Cia, tapi Zayyan dengan sigap menahan tangan Raya sebelum menampar Cia.


"Berani sentuh dia, kepala Lo gue pastiin lepas dari leher Lo." ancam Zayyan sambil menghempaskan tangan Raya dengan kasar.


Cia dan Zayyan beserta anggota Los Galacticos dan juga Bunga dan Vinna berdiri di satu sisi yang sama menghadap ke arah Vannesa dan Raya yang hanya berdua dengan tatapan kebencian.


"Kenapa kalian selalu bela mereka?! Mereka itu cuma menang pintar dan kekuasaan!" teriak Vannesa. "Lo Bunga! Lo harusnya ada di pihak kita!" bentak Vannesa sambil menunjuk Bunga.


"Kenapa kalian gak pernah ada di pihak gue?!!"


Raya merangkul tubuh Vannesa yang sudah bergetar hebat karena menangis.


"Itu kesalahan kalian sendiri. Mungkin Zayyan memang salah di perlakukan istimewa karena dia anak pemilik sekolah. Sedangkan Cia dia tidak ada salah. Dia meraih prestasi dengan usahanya sendiri. Salahnya ada di kalian, kenapa kalian iri? Kenapa kalian tidak bersaing sehat? Kenapa kalian memainkan permainan kotor yang merugikan Cia dan Zayyan? Jika sejak awal kalian bersaing dengan sehat, tidak menjebak mereka. Jika kalian tadi mau meminta maaf dan mengakui kesalahan kalian kepada Cia. Mungkin semua ini tidak akan terjadi." ucap Mahen panjang lebar.


"Gue juga berusaha keras! Kenapa selalu dia yang menempati posisi tiga besar?!" tanya Vannesa lagi.


"Bukannya ada orang lain juga yang menempati posisi tiga besar selain kakak gue? Kenapa Lo cuma ganggu kakak gue?" tanya Diego.


"Lo gak salah kalau ingin nilai bagus. Yang salah adalah cara Lo." ucap Samuel.


"Lo jebak mereka agar citra mereka di sekolah turun. Tapi tidak berhasil. Kemudian Lo jebak Cia lagi agar dia di keluarkan dari sekolah. Dan ujung-ujungnya jadi boomerang buat Lo sendiri." sambung Vinna yang berada di pelukan Gebi.


"Lo ancam seseorang agar menjadi jahat demi nurutin keinginan Lo. Itu sama sekali gak benar." ujar Andra.


"Seharusnya Lo gak ngelakuin semua itu." sahut Vanno.


Vannesa dan Raya diam seribu bahasa. Mereka tidak bisa berkata apa-apa sekarang. Lawan mereka lebih banyak. Dua lawan sembilan. Vannesa dan Raya tidak akan mungkin bisa membalas kalimat mereka lagi.


"Kesalahan terbesar Lo adalah cari gara-gara dengan keluarga Cakrawala dan Maheswara." ucap Zayyan.


Sesaat setelah Zayyan mengatakan itu, terdengar suara guru BK dari speaker sekolah memanggilnya nama Vannesa, Raya, Bunga, Cia, dan juga Zayyan agar segera pergi ke ruang BK. Vannesa dan Raya resmi di keluarkan dari sekolah. Akibat dari kekacauan itu sekolah dipulangkan lebih awal, karena para guru harus membungkam media agar tidak menyebarkan berita buruk tentang sekolah mereka.


"Ci.." panggil Zayyan.


"Mampir minimarket sebentar boleh nggak?" tanya Zayyan.


Cia langsung melepaskan pelukannya. Lalu memukul helm Zayyan dari belakang. "Ngapain?! Mau lihat cewek centil itu?!" tanya Cia nyolot.


Zayyan tertawa kecil. "Enggak, mau top up ML." jawab Zayyan sambil menunjukkan handphonenya.


"Sini handphone Lo, biar gue yang masuk ke dalam nanti." kata Cia.


Zayyan langsung memberikan handphonenya kepada Cia. Sebelah tangannya yang tidak memegang gas motor menggenggam tangan Cia dan mengelusnya dengan lembut.


"Gak usah takut aku selingkuh." ucap Zayyan tiba-tiba.


"Omongan cowok mana bisa dipercaya." jawab Cia.


"Katanya aku bayi?" tanya Zayyan.


"Bayi juga bisa bohong! Katanya gak ngompol eh pas tidur tetap ngompol." jawab Cia.


Zayyan langsung tertawa. Bisa-bisanya Cia kepikiran sampai sana. Cowok itu melepaskan genggaman tangannya kemudian menepikan motornya ketika sudah sampai di depan minimarket.


"Tunggu di sini!" perintah Cia seraya turun dari motor.


"Kalau aku di culik janda gimana?" tanya Zayyan.


"Ihh Zayyan!"


"Eits! Panggil baby Ayy!"


"Gak! Tetap disini! Jangan kemana-mana! Helm jangan di buka! Nanti kamu dilirik cewek ganjen!" ucap Cia sambil menurunkan kaca helm Zayyan. Setelah itu Cia mengatakan sesuatu. "Panggil Zayyang aja." kata lirih Cia. Lalu cewek itu buru-buru kabur masuk ke minimarket.


"Bentar... gak salah dengar kan gue?" batin Zayyan yang masih bisa mendengar suara Cia samar-samar. Pipinya terasa panas. Bisa di pastikan sekarang pipinya pasti sangat merah.


Di dalam minimarket Cia tidak hentinya senyum mengingat percakapannya tadi dengan Zayyan. "Njirlah, serius ini gue tadi ngomong sama dia pakai aku kamu?" batin Cia.


"Mbak? Mau beli apa?" tanya penjaga kasir kebingungan melihat Cia yang senyum-senyum sendiri.


"Oh, ini mbak. Mau top up ML." jawab Cia.


Di sisi lain ada Sasha bersama sahabat yang mengintip kemesraan Cia dan Zayyan tadi. Mau tidak mau cewek itu harus menyerah karena dia harus kembali ke desa dikarenakan Ibunya sakit keras.


"Ngerti kan? Dia udah bahagia sama istrinya." ucap sahabat Sasha.


Sasha mengangguk. "Yaudah gue pamit ya."


...***...


...Bersambung......