
Sesampainya di kantin barulah Zayyan menurunkan Cia dari gendongannya. Aksi Zayyan barusan tentunya mengundang perhatian guru BK yang sedang keliling di setiap jam pelajaran kayak satpol pp nyari orang buat di tilang.
"Zayyan! Cia! Kenapa kalian bisa ada disini?" tanya guru BK tersebut dengan tampang garangnya.
"Jalan." jawab Zayyan dengan tatapan datar.
"Di gendong dia." jawab Cia sambil menunjuk Zayyan.
Guru BK yang memiliki nama Dinda tersebut sukses di buat pusing oleh dua orang di depannya ini. Mau marah juga tidak bisa karena Zayyan adalah anak pemilik sekolah. Sedangkan ke Cia? Cewek itu adalah siswi berprestasi sekaligus orang tuanya adalah penyuntik dana terbesar di SMA tersebut.
"Zayyan, Cia! Walaupun status kalian sudah suami istri tapi kalian harus tetap mematuhi peraturan sekolah." ucap Bu Dinda.
"Nanti saya suruh papa ganti peraturannya." ucap Zayyan yang setia dengan wajah datarnya. Kemudian cowok itu pergi membeli makanan.
Bu Dinda menghela napasnya. Terpaksa dia mengatakan ini. "Zayyan! Cia! Kembali ke kelas kalian masing-masing atau kalian ibu hukum!" ancam Bu Dinda.
Tadinya guru BK itu tidak enak kepada Vincent, tapi papa dari memang Zayyan sudah mengizinkan jika Zayyan berbuat salah guru-guru dan satpam di sini jangan ragu untuk menghukum putra semata wayang kesayangannya itu.
Zayyan langsung membidik Bu Dinda dengan tatapan tajamnya. Cowok itu mengambil dua buah roti dan air mineral tak lupa dia meletakkan sejumlah uang di meja kantin. Kemudian cowok itu langsung berjalan menghampiri Cia yang ada di dekat Bu Dinda. Tanpa ragu Zayyan berjongkok membelakangi Cia.
"Zayyan! Kamu tidak dengar apa kata saya?!" bentak Bu Dinda.
"Saya gak tuli. Terserah ibu mau hukum saya. Jangan dia, kakinya sudah hampir lumpuh." ucap Zayyan kemudian menoleh ke arah Cia yang hanya bengong melihat dirinya. "Lo lihat apaan?! Naik!" perintah Zayyan.
"Kita balik ke kelas aja ya Zayyan." ajak Cia.
"Makan dulu!"
"Gue makan di kelas aja, sekarang jam pelajarannya pak Handi. Kalau dia boleh kok makan di kelas." ucap Cia meyakinkan Zayyan.
Cowok itu diam sebentar kemudian berdiri lagi dan meletakkan roti berserta air mineral ke pangkuan Cia. Zayyan menatap Bu Dinda sekilas lalu langsung menggendong Cia ala bridal style lagi dan segera pergi dari kantin.
Bu Dinda menggelengkan kepalanya melihat hal itu. Guru BK tersebut melanjutkan patroli keliling sekolah untuk mengawasi siswa atau siswi jika ada yang berani membolos pelajaran.
Sesampainya di depan kelas Zayyan masih belum mau menurunkan Cia. Cowok itu menendang pintu kelas dengan keras hingga membuat seisi kelas memandang mereka. Zayyan baru menurunkan Cia setelah sampai di tempat duduknya.
"Malu-maluin anjr." batin Cia merasa kesal sekaligus baper. "Balik ke kelas Lo, jangan bolos." ujar Cia.
"Malas." jawab Zayyan singkat lalu segera pergi dari kelas tersebut tanpa menghiraukan tatapan dari siswa siswi dan guru di kelas 3-4.
BRAKK! Zayyan menutup pintu dengan kasar.
"Njir, laki Lo brutal anjr." celetuk Vanno.
"Tapi romantis tahu! Kayak di novel-novel." ucap Vinna sambil menggoyang-goyangkan lengan Cia.
"Ciee Ciaaaa!" sorak teman-temannya meledek Cia.
"Shhtt! Sudah-sudah! Sekarang buka buku paket Bahasa Indonesia halaman 67." ujar pak Handi.
Di sisi lain Zayyan ada di rooftop. Cowok itu memikirkan siapa saja yang kemungkinan menjebak dirinya dan juga Cia hingga terjadi kesalahpahaman yang mengharuskan mereka menikah di usia muda. Zayyan mengambil sebuah spidol dari sakunya dan mencorat-coret kertas yang ada di rooftop.
Arion Alan Leo Zico. Cowok itu menuliskan musuh utamanya yaitu musuh di dunia motor. Zayyan memperhatikan tulisan tersebut satu-persatu. Sesaat kemudian cowok itu mengerutkan keningnya.
"Kenapa gue baru kepikiran?" gumam Zayyan. Ya, yang punya musuh bukan hanya dirinya. Sekalipun dia tidak tahu, Cia pasti juga punya musuh. Cowok itu menambahkan tulisan 'musuh Cia' di kertas tersebut.
Tidak perlu menunggu waktu lama. Ketika Zayyan sampai di ruang pribadi Los Galacticos. Ke enam anggota lainnya sudah berkumpul di sana.
"Kenapa bang?" tanya Diego.
"Kalau Lo nyuruh berkumpul mendadak kayak gini pasti serius kan?" tanya Mahen yang sudah sangat hapal dengan sifat Zayyan.
Zayyan menggedikkan bahunya. "Bagi gue serius." jawab Zayyan. Kemudian cowok itu meletakkan kertas yang tadi sudah dia corat-coret di depan anggota Los Galacticos yang lainnya.
Andra, Gebi, dan Diego langsung kompak menyebutkan. "Schwarzer Adler? Kenapa mereka?" tanya mereka bertiga.
"Ini ada hubungannya dengan kesalahpahaman waktu itu gak sih?" tanya Vanno.
"Hm." jawab Zayyan singkat.
"Jadi, maksudnya yang jebak kalian anggota Schwarzer Adler?" tanya Mahen memastikan.
"Belum tentu." ucap Samuel tiba-tiba.
Semua yang ada di situ langsung mengarahkan tatapannya kepada si Ketua OSIS. Jika cowok itu sudah bicara, artinya itu memang benar-benar penting. Karena Samuel adalah tipe cowok yang sangat irit bicara. Bahkan sehari bisa di hitung berapa banyak kata yang sudah dia ucapkan.
Samuel mendekati mereka dan kemudian melingkari kata 'musuh Cia' menggunakan spidol merah.
"Arion atau yang lainnya gak akan bisa masuk ke area perkemahan karena sudah di jaga ketat. Satu-satunya yang patut di curigai adalah musuh Cia. Orang yang tidak suka kepada Cia." ujar Samuel panjang lebar. Tapi ingat, raut wajahnya tetap saja datar.
Semua langsung melongo kecuali Zayyan melihat Samuel berkata sepanjang itu.
"Lo Samuel kan?" tanya Gebi dengan wajahnya yang masih dalam kondisi melongo.
Ctak!
"Akh! Sialan Lo Hen!"
"Serius dikit!" perintah Mahen.
"Tahu! Tiap saat ada aja ulahnya." sahut Vanno.
"Pertanyaan gak nyambung lagi." imbuh Diego.
Samuel tidak menggubris teman-temannya yang adu bacot. Cowok itu menatap Zayyan yang ada di dekatnya dengan tatapan yang datar. Kemudian bertanya. "Siapa saja musuh istri Lo?" tanya Samuel.
Zayyan menggelengkan kepalanya. "Gak tahu." jawab Zayyan.
"Kata Bunga, Vannesa dan Raya gak suka sama Cia. Mungkinkah mereka?" tanya Andra menebak.
Zayyan tampak berpikir. Tapi karena keributan antara Gebi, Diego, Vanno, dan Mahen cowok itu sama sekali tidak bisa berpikir. "DIAM!" bentak Zayyan dan langsung membuat empat orang tersebut kicep.
Andra terkekeh melihat raut wajah Gebi, Diego, Vanno dan Mahen setelah di bentak Zayyan.
"Lo ajak Cia kesini pas istirahat!" perintah Zayyan kepada Vanno. Kemudian cowok itu mengalihkan tatapannya kepada Andra. "Dan Lo ajak cewek Lo kesini!" perintah Zayyan kepada Andra.
...***...
...Bersambung......