
Setelah semua siap. Mereka sarapan dan segera menuju rumah baru mereka yang sudah di sediakan orang tua mereka. Di sepanjang perjalanan ke rumah baru Cia sama sekali tidak berbicara kepada Zayyan. Bahkan cewek itu tidak mau pegangan pinggang Zayyan ketika naik motor.
"Sekesal itu kah?" batin Zayyan.
*
Sesampainya di rumah baru Cia masih terlihat kesal.
"Ci.." panggil Zayyan.
"Hm?"
"Lo masih marah?" tanya Zayyan ragu-ragu.
"Lo pikir sendiri lah anjr! Satu lemari Lo berantakin, terus yang beresin gue sendiri. Habis itu dengan wajah tanpa dosa Lo masih berani nyuruh gue nyuapin Lo! Gimana gak bete?!" omel Cia.
Zayyan bingung harus bagaimana agar Cia berhenti marah. Jujur saja dia lebih suka marahnya Cia yang cerewet daripada marahnya Cia yang cuma diam seperti ini. Mata cowok itu beralih ke dua koper yang ada didekat sofa ruang tamu.
Tanpa berkata apa-apa Zayyan langsung membawa dua koper tersebut naik ke lantai atas menuju kamar mereka.
Cia mengangkat sebelah alisnya melihat apa yang dilakukan Zayyan. "Ngapain tuh bocil?" gumam Cia. Cewek itu mengikuti kemana perginya Zayyan.
Sesampainya di kamar Cia tertegun melihat Zayyan yang berusaha memindahkan baju-baju mereka ke lemari. Sudut bibir cewek itu terangkat ketika melihat bagaimana cara Zayyan yang menata baju-baju ke lemari. Berantakan dan tidak teratur. Cia memutuskan membantu cowok itu.
"Ngapain?" tanya Cia sambil membantu merapikan baju yang sedikit berantakan.
"Bantu beresin baju." jawab Zayyan.
"Kenapa?" tanya Cia lagi.
"Biar Lo nggak marah lagi." jawab Zayyan sambil menatap Cia.
Cia tidak bisa menahan senyumnya lagi. Bibirnya mengukir senyuman yang manis. "Gemesnya suamiku inii.." ucap Cia sambil mencubit pipi Zayyan.
Wajah Zayyan seketika memanas ketika di panggil dengan sebutan 'suamiku' oleh Cia. Cowok itu masih belum terbiasa dengan hubungan mereka.
"Tapi kenapa baju gue Lo masukin disini juga?" tanya Cia.
"Gak ada kamar lain. Papa cuma nyiapin satu kamar." jawab Zayyan.
Cia langsung membelalakkan matanya. "Lo gak lagi ngarang kan? Bukannya ada satu kamar di sebelah?" tanya Cia.
"Kuncinya dibawa mama." ucap Zayyan sambil menunjukkan pesan yang di kirimkan mamanya tadi.
"Zayyan sayang, mama gak mau tahu! Kamu sama Cia harus tidur satu kamar karena kalian sudah menikah. Kamar di sebelah kamar kalian itu kamar buat calon anak kalian nanti. Kuncinya mama bawa. Mama tahu rencana kalian pasti akan pisah kamar kan?! Mama gak akan biarin itu!" isi pesan dari Sella mamanya Zayyan.
"Kalau ngatain orang tua gila nggak dosa pasti udah gue katain gila.." batin Cia sambil tersenyum tertekan.
"Nanti bantu gue gotong sofa ruang tamu ke sini, biar gue tidur di sofa." ucap Zayyan.
Cia langsung menoleh ke Zayyan. "Serius??" tanya Cia dengan mata berbinar.
"Gak tiap hari! Gantian! Kalau malam ini gue tidur di sofa besoknya Lo yang tidur di sofa!" ucap Zayyan.
Raut wajah Cia yang semula sumringah seketika langsung berubah menjadi datar mendengar jawaban Zayyan. "Baru aja mau baper!" celetuk Cia sambil menimpuk Zayyan menggunakan baju yang dipegangnya.
Setelah selesai membereskan baju-baju mereka. Cia dan Zayyan langsung rebahan di lantai tanpa alas karpet. Dingin dan nyaman.
"Lelah juga beresin baju sebanyak itu, padahal udah dibantu Cia.." batin Zayyan. Cowok itu melirik Cia yang berbaring di sebelahnya sambil bermain handphonenya. "Pantas Cia sekesal itu.." batin Zayyan lagi.
Tiba-tiba Handphone Cia berdering. Tertera nama Mommy di layar handphone. Dan tentunya Cia langsung mengangkatnya.
"Loh, tant- eh mama?" tanya Cia ketika melihat mamanya Zayyan yang muncul di layar.
Sella hanya tersenyum kemudian bertanya. "Kalian sudah di rumah baru kalian?" tanya Sella.
"Mah! Balikin kunci kamar sebelah!" ucap Zayyan yang tiba-tiba ikut muncul di kamera.
"Gak akan! Nanti kalian pisah kamar! Mama balikin kalau kalian udah punya baby." ucap mamanya kemudian langsung menutup teleponnya.
"Gak sopan Lo!" cetus Cia kepada Zayyan.
Zayyan masa bodoh. Dia malah melihat handphonenya. Kemudian cowok itu langsung bangkit dari tidurnya. Dan mencari sesuatu di lemari. Wajah cowok itu terlihat sedikit panik.
"Cari apa?" tanya Cia.
"Jaket."
"Hah? Jaket? Jaket Lo kan di dalam ada banyak." jawab Cia.
Zayyan menggeleng. "Jaket gambar tujuh bintang." ucap Zayyan. Kemudian lanjut mencari jaket yang dimaksud itu di lemari.
"Kayaknya tadi kita nggak masukin jaket kayak gitu ke lemari deh." ujar Cia sambil mengingat-ingat.
Mendengar apa yang di ucapkan Cia. Cowok itu langsung memakai jaketnya yang ada di kasur dan buru-buru keluar kamar.
"Lah? Kenapa dah?" gumam Cia melihat tingkah Zayyan.
Sesaat kemudian Zayyan kembali ke kamar. "Kunci semua pintu dan jendela. Jangan keluar rumah!" pesan Zayyan kemudian buru-buru pergi tanpa menunggu jawaban Cia.
"Ada apa sih?"
Kling.. Tiba-tiba ada notice masuk di handphonenya.
"Cia!! Ayo nonton balapan! Andra, Gebi sama Diego mau balapan! Ada cowok Lo juga!" isi pesan yang dikirimkan Vinna.
Cia langsung membelalakkan matanya ketika membaca pesan yang dikirimkan Vinna. Jadi karena itu Zayyan langsung ribut mencari jaketnya? "Gila si Diego! Dia ikut geng beginian?!." ucap Cia. Dia tidak bisa diam di rumah ketika adik dan suaminya balapan. Pokoknya harus nonton! Cewek itu langsung memakai scarf masker dan menguncir satu rambutnya. Tidak lupa memakai jaket kulit.
Setelah itu Cia langsung menaiki motornya yang ada di garasi untuk pergi ke arena balapan yang sudah di beritahukan Vinna. Jangan salah ya, sekalipun Cia bukan anak motor seperti Zayyan tapi Cia lebih suka naik motor dari pada naik mobil. Ini bukan pertama kalinya kok Cia melihat balapan liar karena dia sering menemani Vinna melihat Andra balapan. Jadi dia sudah tahu style yang harus dia kenakan.
*
Sesampainya di arena balapan. Cia langsung menghampiri Vinna yang juga berpenampilan tidak jauh berbeda dengan dirinya. Vinna juga selalu disuruh memakai masker ketika berada di arena balap karena jika para musuh Vier Glanz(Nama geng motor yang anggotanya: Zayyan, Andra, Gebi, dan Diego) mengetahui Vinna adalah saudara salah satu sahabat Vier Glanz pasti dia akan menjadi sasaran.
Sedangkan Cia, di kenal di dunia motor sebagai kakak dari Diego. Tidak ada yang tahu wajah Cia sebagai kakak Diego karena dia selalu memakai masker saat menemani Vinna menonton Andra balapan. Dia saja sedikit kaget tadi saat tahu bahwa Diego juga ikut balapan. Karena setahunya adiknya tidak pernah ikut balapan.
"Sejak kapan si Duit ikut circle Zayyan?" tanya Cia kepada Vinna ketika melihat jaket berlambang tujuh bintang yang dikenakan adiknya.
"Eh? Emang Lo nggak tahu?" Vinna malah balik bertanya.
"Nggak, dia nggak pernah bilang ke gue." jawab Cia.
"Bukannya udah lama, dia juga udah ikut balapan beberapa kali." ujar Vinna memberitahu.
"Wahh jadi ini nih alasan dia Minggu kemarin pulang jam 2 malam." gumam Cia.
Balapan akan segera di mulai. Cia memperhatikan Diego dan Zayyan bergantian. Kemudian langsung menggelengkan kepalanya. Jika di saat seperti ini Diego yang pecicilan bisa memasang wajah dingin dan Zayyan yang sifatnya kayak bayi berubah menjadi sangar. "Dua orang yang berkepribadian ganda." batin Cia.
...***...
...Bersambung......
...Oke, author jelasin lagi soalnya takut masih ada yang bingung....
...Los Galacticos --> Nama lingkaran persahabatan. Anggotanya : Zayyan, Andra, Gebi, Diego, Mahen, Samuel, Vanno....
...Vier Glanz --> Nama geng motor. Anggotanya : Zayyan, Andra, Gebi, Diego....