Cute Badboy

Cute Badboy
Laci Hitam Zayyan



Disaat jam istirahat tiba. Vanno langsung mengajak Cia ke ruang pribadi anggota Los Galacticos. Mereka tidak hanya berdua, tapi Vinna ngeyel ingin ikut padahal Vanno sudah melarangnya ikut.


"Gak! Pokoknya gue mau ikut!" ucap Vinna.


"Vin, demi Lo juga loh. Jangan ikut ya?" pinta Vanno.


"Kenapa sih gue gak boleh ikut?! Karena gue bukan anggota Los Galacticos gitu?!" tanya Vinna nyolot.


Vanno menghel napasnya. Akhirnya cowok itu menyerah. Dia mengizinkan saudara kembarnya ikut. Ketika Cia, Vinna, dan Vanno sampai disana anggotanya tidak lengkap. Hanya ada Zayyan, Gebi, Andra, dan Bunga yang ada disana.


"Yang lainnya mana?" tanya Vanno.


"Mereka ada rapat OSIS." jawab Andra.


Melihat Bunga yang memeluk lengan Andra dengan manja dan Andra juga memeluk pinggang Bunga dengan mesra. Cia langsung melihat Vinna yang ada di sampingnya. Sahabatnya itu menatap ke arah lain. Cia tahu hati Vinna pasti sakit lihat cowok yang di sukai nya bermesraan dengan cewek selain dirinya.


"Pergi aja gapapa, kalau gak kuat." bisik Cia.


"Nggak, gue tetap mau disini." jawab Vinna lirih dengan suara parau.


"Cia sini." perintah Zayyan.


Cia menatap Zayyan dan Vinna bergantian. Ada rasa tidak tega untuk melepaskan genggaman tangannya dengan Vinna. Tapi setelah Vinna melepaskan genggaman tangan mereka, barulah Cia pergi ke sebelah Zayyan.


"Vinna, ikut gue mau nggak?" ajak Gebi.


"Oh? Ya? Kemana?" tanya Vinna dengan menampilkan senyum palsunya.


Gebi diam sejenak melihat ekspresi Vinna. Kemudian cowok itu mengangkat sudut bibirnya tersenyum ceria untuk mengembalikan mood Vinna. "Ayo gue tunjukin buku bagus, gue dengar dari Cia Lo suka baca buku." ucap Gebi.


Vinna langsung menatap Cia. Sedangkan Cia hanya tersenyum kikuk kemudian mengangguk. Setelah itu Vinna pergi bersama Gebi keluar dari ruangan itu menuju perpustakaan yang berada tepat di samping ruangan tersebut.


"Ada apa?" tanya Cia kepada Zayyan. "Kenapa ada dia juga?" tanya Cia lagi sambil menatap sinis Bunga.


"Siapa aja musuh Lo?" tanya Zayyan.


"Hah? Musuh? Musuh apaan dah?" tanya Cia bingung.


"Orang-orang yang benci Lo di sekolah ini maksudnya Ciaaa." ujar Vanno memperjelas apa yang ditanyakan Zayyan.


Cia manggut-manggut. Kemudian menatap Bunga. "Tuh salah satunya." ucap Cia sambil menunjuk Bunga menggunakan dagunya.


Bunga langsung melepaskan tangannya dari lengan Andra. Cewek itu menggelengkan kepalanya dengan tegas. "Gue gak pernah benci Lo." ucap Bunga. Cewek itu diam sejenak kemudian menundukkan kepalanya tidak berani menatap Cia.


"Halah, bukannya kalian bertiga selalu ganggu gue selama ini?" tanya Cia.


Lagi-lagi Bunga menggeleng. "Gue gak pernah benci Lo. Dan gue punya alasan kenapa gue ngelakuin itu semua sama Lo." jawab Bunga tanpa menatap Cia.


"Bertiga? Siapa saja?" tanya Zayyan.


"Vannesa, Raya, dan dia." jawab Vanno sambil melihat Bunga.


"Jadi? Kenapa Lo nyuruh gue kesini? Gue mau ke kantin! Lapar gue!" tanya Cia dengan emosi.


"Gue mau cari tahu siapa yang jebak kita saat di perkemahan." jawab Zayyan.


"Gue baru tahu ada tempat kayak gini di perpustakaan." ucap Vinna merasa kagum.


"Iyalah, Lo gak pernah keliling perpustakaan." cetus Gebi.


"Emangnya Lo sering baca buku disini?"


"Nggak juga sih. Kalau gabut cuma keliling perpus. Malas baca buku." jawab Gebi sambil cengengesan.


Vinna tersenyum geli mendengar hal itu. Cewek itu melihat buku-buku yang ada di rak sekitar tempat tersebut. Tiba-tiba Gebi mengambil sebuah buku yang tepat berada di atasnya. Akibatnya posisi mereka sedikit membuat jantung Gebi maraton. Yap, jadi posisi mereka tuh Vinna mepet rak dan Gebi ngambil buku di atas Vinna. Bayangin sendiri ae lah.


Eiittss.. jangan intip orang lagi pdkt.


Kita kembali ke Zayyan dan Cia.


"Jadi kalian yang jebak kita?!" tanya Cia dengan emosi yang sudah memuncak.


"Gue gak ikutan. Gue satu kelompok sama Andra, Lo bisa tanya dia. Mereka ngelakuin itu semua sendiri, gue cuma disuruh tutup mulut." jawab Bunga dengan tatapan merasa bersalah.


"Kalau gitu tinggal laporin mereka ke BK aja kan." ujar Vanno.


"Gak semudah itu tolol!" sahut Andra sambil menoyor kepala Vanno. "Guru BK mana percaya kalau nggak ada bukti." ucap Andra. Ketika Vanno akan membalas kalimat yang Andra ucapkan cowok itu berkata lagi. "Apa? Lo mau bilang Bunga buktinya? Mereka butuh bukti yang jelas. Bukan cuma lisan." sela Andra.


Semua yang disana langsung diam. Setelah itu Zayyan menyuruh semuanya pergi dari ruangan itu kecuali Cia. Karena tujuan cowok itu mengetahui siapa yang menjebak mereka sudah tercapai. Tinggal mencari dengan cara apa dirinya akan membalas Vannesa dan Raya.


"Kenapa gue gak boleh pergi?!" tanya Cia sambil memanyunkan bibirnya.


"Temani gue." ucap Zayyan sambil menarik tangan Cia.


Cowok itu mengajak Cia ke sebuah kamar. Yap, di ruangan itu ada satu buah kamar tempat istirahat anggota Los Galacticos. Gila kan, di sekolahan punya ruangan pribadi.


Cia langsung melongo melihat kamar yang lengkap dengan ranjang dan sofa. Bagaimana bisa di sekolah ada tempat tidur sebagus ini? Apa karena Zayyan anak pemilik sekolah? Makanya difasilitasi istimewa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut berputar di kepalanya Cia.


"Buatin susu.." ucap Zayyan dengan wajah imutnya.


Cia diam sebentar. Kemudian langsung tertawa terpingkal-pingkal. "Njirlah. Tadi di depan mereka muka Lo sedatar aspal yang baru di gilis. Sekarang kayak bayi. Bisa gitu ya?" kata Cia disela-sela tawanya.


"Salahnya dimana?" tanya Zayyan. Ekspresi wajahnya masih sama seperti tadi. Imut dan menggemaskan.


"Nggak ada sih. Yaudah botol susu sama susunya dimana?" tanya Cia sambil tersenyum geli.


Zayyan menunjuk sebuah laci berwarna hitam. Yang di pinggir laci tertulis namanya. "Nih kuncinya." ucap Zayyan sambil melemparkan kunci laci miliknya.


Cia mendekati laci yang di tunjuk Zayyan. Sebelum membuka laci tersebut, Cia melihat satu persatu laci yang ada di sampingnya laci kepunyaan Zayyan. Terdapat tujuh laci dengan nama-nama anggota Los Galacticos. "Udah kayak di minecraft aja laci berjajar dikasih nama." gumam Cia. Kemudian cewek itu segera membuka laci dengan nama Zayyan.


Cia hampir tertawa lagi melihat isi laci tersebut. Tidak sesuai dengan tampilan luar laci yang berwarna hitam dengan corak emas. Isi laci tersebut adalah botol susu bayi, dua dus susu dan sebuah boneka kucing yang memegang botol susu bayi. Untungnya Cia bisa menahan tawanya, cewek itu segera membuatkan susu untuk Zayyan.


...***...


...Bersambung......



...Mampir kesitu yuk👆...