Blue Rose

Blue Rose
Chapter 10



Maya menyatukan kedua tangan anak bongsor itu dengan Evan dan ditatap aneh sama mereka semua karena sikap Maya dari hari ke hari menjadi aneh.


"Dulu gue gak percaya sihir dan sekarang gue percaya." Ucap Evan karna badanya kembali sehat setelah menyatukan lengannya dengan anak bongsor itu.


"Nama kamu siapa??" Tanya winda


"Dika kak."


"Dika dan kak evan, kalau diantara kalian ada yang terluka maka satunya lagi bakalan terluka, kalau kak evan mati berarti dika juga bakalan mati begitupun sebaliknya."


Oke ucapan maya makin ngawur, semakin tidak bisa dimengerti oleh mereka.


"Warna rose kalian sama, jadi kalian harus saling menjaga, ngerti??" Ucap maya.


"Tapi may dari mana kamu tahu cara menyembuhkan mereka dan kamu tahu dari siapa kalau warna rose yang sama akan saling terhubung??" Tanya winda.


"Buku yang aku baca memberikan beberapa petunjuk, tapi terkadang isi bukunya tidak bisa di baca atau di terjemahkan." Ucap maya lagi, dia juga tidak mengerti kenapa buku itu berada di tasnya waktu dia masuk ke dunia ini.


Elis yang sedang berdiri dari kejauhan dengan Jay menatap maya seolah dia mencurigai Maya karena dari awal Elis tidak di perbolehkan bicara kecuali Maya.


Dia berjalan dan mengambil buku Maya dan melihat isi buku itu sambil membacanya karena penasaran, dia pernah melihat buku ini satu kali saat dia bersama Jay, namun hanya beberapa lembar dan kejadian aneh menimpa mereka membuat Elis tidak membaca semua buku itu.


"Elis??" Panggil Jay saat Elis terduduk dan memegang kepalanya sedikit pusing.


Matanya seperti penuh amarah sambil menggenggam buku yang sering di baca oleh Maya, dia berdiri menghampiri maya dan melempar buku itu


Brakkk


Elis melempar buku yang selalu maya baca, matanya berkaca2 seperti menahan amarah dan sakit menatapnya.


"Lo ngumpulin kita buat dijadiin tumbal kan?? Lo yang megang blue rose kan?? JAWAB!!" elis bangun dan mencengkram kerah baju maya.


Winda dan yang lainnya melihat buku itu tapi tidak mengerti dengan yang dijelaskan disana.


"Blue rose apa yang kamu maksud Elis??" Tanya Sena.


"Orang yang memegang mawar biru yang akan selamat dari dunia terkutuk ini, dari awal Maya sudah mempermainkan kita." Ucap elis menunjuk Maya.


"Nggak, gue gak pernah mempermainkan kalian." Ucap maya.


"TERUS APA KALAU LO GAK MEMPERMAINKAN KITA?? SEJAK AWAL BUKU ITU UDAH ADA DI GENGGAMAN ELO." Bentaknya dan Elsa di tahan sama Jay.


"Lo ngumpulin kita dan jadiin kita tumbal supaya lo keluar dari sini kan?? Hebat lo maya."


"Jawab!! Kenapa diam???" Elis makin erat mencengkram kerah baju maya tapi tatapan maya malah berkilat biru lagi.


Semua natap minhee yang masih ditatap oleh elis dengan amarahnya, mereka selalu tidak mengerti dengan petunjuk yang Maya berikan, hal-hal yang aneh dan tidak masuk akal membuat mereka semakin menggila.


"Usaha lo gak sia2 sekarang kita udah berkumpul disini, gue kira lo itu bener2 tulus nolongin kita nyatanya lo EGOIS." Elis melepas cengkramannya.


"Jawab pertanyaan Elis sekarang juga Maya." Ucap Sena mendekatinya.


Maya malah diam menatap mereka semua, dia juga gak punya penjelasan lain karena dia memang gak punya bukti kuat, dia gak tau kenapa bukunya berada di tasnya.


"Ngapain Lo??" Tanya evan liat Yuda menyembunyikan Maya.


"Brengsek sialan, kalau dari awal Maya mau keluar sendiri, dia gak usah capek-capek menyelamatkan kita." Ucap yuda.


"Tapi itu semua permainan dia dan Lo udah terjebak dengan belas kasihnya." Tunjuk Evan yang baru saja di tolongin ikut nimbrung.


"May jawab pertanyaan mereka, gue gak mau ribut lagi." Ucap Hendy dengan nada lemasnya.


Kita semua tidak tahu kalau mereka ada dimana, dunia apa yang mereka masuki dan apakah mereka masih hidup atau sudah mati, apakah mereka di neraka??


Kenapa mereka tidak memiliki ingatan masa lalunya dan hanya mengingat wajah teman mereka sendiri tapi tidak tahu kenangan apa yang mereka punya, bisa jadi wajah yang mereka ingat atau teman yang mereka anggap teman adalah musuh mereka.


Siapa yang harus di percayai?? Maya?? Atau siapa? Maya yang paling tahu dari semua orang, dan Elis juga sepertinya sedikit tahu tentang Maya tapi dia juga sepertinya kehilangan ingatannya dan hanya mampu mengatakan kalau mereka itu berteman, mungkin?


"Keluar_____" Hani tiba-tiba berbicara padahal dia salah satu orang yang pemalu dan jarang bicara.


"Hani??" Panggil Winda.


"AKU MAU KELUAR DARI SINI." Teriaknya.


"Aku mau keluar dari sini, aku mau pulang." Tangisnya dan langsung di peluk sama Winda dengan erat, tubuh kecil dan bergetar hebat mungkin karena dia terkejut dengan apa yang dia lihat.


Maya yang bisa menyembuhkan sedikit rasa sakit Evan dan tahu banyak tentang game ini, siapa dan dimana mereka sekarang? Kenapa kejadian ini menimpa mereka bersebelas, apa alasannya??


Elis mendekati maya lagi dan menamparnya dengan keras membuat pipinya memerah, dia tidak peduli dengan isi pikirannya kalau ternyata mereka memang bersahabat, tapi ini sudah keterlaluan dan dia juga bingung harus berbuat apa.


"Jawab pertanyaan gue sekarang juga Maya." Dia mencengkeram kerah baju maya.


"Gue udah muak dengan permainan ini, jawab sekarang juga apa itu kutukan mawar." Elis hampir lost kontrol dengan amarahnya.


"ELIS!!!" winda melepas cengkramannya dari kerah baju maya.


"Jelasin!! Maya jelasin semuanya please." Elis memohon dengan mata sayunya.


"Akan ku jelaskan sekarang juga." Ucap maya mulai berbicara.


"Ada 5 warna mawar, red rose, pink rose, purple rose, white rose dan yang terakhir blue rose, diantara kita bersebelas hanya ada satu orang yang memegang blue rose." Jelas maya


"Terus kenapa elis nuduh lo memegang blue rose?? Emng ada apa??" Tanya yuda


Maya menghela napasnya." Siapa saja yang memegang mawar itu dia harus memilih menyelamatkan dirinya dan mengorbankan teman2nya, atau mengorbankan dirinya mati dan teman2nya akan selamat." Ucapnya.


Bagaimana bisa pilihannya sangat gila, siapapun yang memegang mawar biru harus menjadi korban, atau dia akan selamat dan mengorbankan sepuluh orang.


Semua saling natap memastikan siapa yang memegang mawar biru itu?? Apa orang itu benar2 akan mengorbankan mereka yang tidak tahu apa2 atau mengorbankan dirinya??


"bagaimana bisa pilihannya sangat sulit." ucap dara yang sedang duduk di belakang.


dia tidak tahu apa-apa karena dia baru datang juga seperti Dika si gembrot, dia juga masih bingung dan syok setelah kejadian yang menimpanya.


tapi apa yang mereka bicarakan?? pengorbanan?? siapa yang akan mengorbankan dirinya dengan orang-orang yang tidak dia kenal?