
Birmingham, 1919.
Anne menatap Thomas yang tertidur pulas di sampingnya. Ya, meskipun Thomas belum pernah menidurinya tapi Anne tidak keberatan untuk berbagi tempat tidur dengannya. Dia merasa nyaman dan aman berada bersama Thomas tapi getaran itu belum dia rasakan sampai saat ini. Saat dia tahu bahwa Thomas membawa Grace, tak ada rasa cemburu di dalam hatinya. Yang ada adalah rasa penasaran. Apakah Thomas akan kembali pada Grace dan meninggalkannya?
"Jadi yang semalam itu mantan kekasihmu?" tanya Anne di sela-sela sarapan pagi.
Thomas meminum kopinya sambil memakan sarapan paginya. Dia tidak menjawab apa yang ditanyakan Anne. Terus terang dia pun tidak tahu apakah Grace kekasihnya atau bukan. Memang dia sudah pernah menaruh perasaan pada Grace dan pernah tidur bersamanya tapi pengkhianatan itu menghancurkan segalanya.
"Apa kau akan kembali padanya?" tanya Anne, lagi.
Thomas menatap Anne kemudian berhenti makan. "Hentikan pertanyaan konyolmu itu."
"Lalu kenapa kau membawanya ke sini?"
Thomas pun sadar membawa Grace kembali ke kehidupannya adalah tindakan yang bodoh. Karena Grace pernah menjadi bagian dalam hidupnya, pada saat dia menemukan Grace dalam kesengsaraan, dia merasa memiliki tanggung jawab untuk mengangkat Grace dari kemalangan. Meskipun dia masih belum memastikan perasaannya pada Grace, yang jelas perasaannya sudah tidak sama lagi.
"Aku akan buat dia bekerja, menebus kerugian yang dia timbulkan pada The Blinders dua tahun yang lalu."
Mereka berdua pun selesai sarapan kemudian berangkat bersama ke markas. Sesampainya di markas, semua anggota keluarga Scott sudah berkumpul plus Grace untuk mulai bekerja. Grace menatap kedatangan Thomas bersama Anne. Pasangan yang serasi dan sederajat.
"Grace, ikut aku ke ruanganku," ucap Thomas.
Bibi Poly melotot namun tak dapat berbuat apa-apa. Anne berhenti di meja kerjanya kemudian menatap Grace mengikuti Thomas masuk ke dalam ruang kerjanya. Semua anggota keluarga bingung harus bereaksi seperti apa. Mereka pun perlahan kembali ke meja kerjanya masing-masing dan memulai aktivitas hariannya.
"Kau akan mulai bekerja di sini," ucap Thomas tegas. "Kau akan mendapatkan gajimu, dipotong tigapuluh persen untuk menutup kerugianku yang kau timbulkan dua tahun lalu."
Grace akhirnya menghela nafas lega. "Terima kasih Tomy."
"Jangan panggil aku Tomy. Panggil aku Thomas atau Tuan Scott. Kau adalah karyawanku sekarang," tegas Thomas dengan tatapan yang datar.
Grace menunduk, mengakui kesalahannya di masa lalu. Dia sudah jatuh cinta pada Thomas setelah mengenal Thomas lebih dekat. Namun dia harus menuntaskan tugasnya pada Lee Bersaudara jika tidak ibunya yang sakit-sakitan akan dibunuh. Meski pada akhirnya ibunya tidak dapat terselamatkan karena sakit yang dideritanya. Kini dia ingin kembali pada Thomas, tapi dengan statusnya yang sudah menikah dan sorot mata Thomas yang dingin itu harapannya untuk kembali sangat kecil.
Thomas dan Grace keluar dari ruangan kemudian semua anggota keluarga menatap mereka berdua.
"Bibi Poly, mulai saat ini dia bekerja di sini. Di bawah pengawasanmu. Tiga puluh persen dari gajinya akan dipakai untuk menutupi kerugian kita dua tahun lalu," ucap Thomas tegas, kemudian kembali ke ruangannya.
Bibi Poly merasa puas dengan keputusan Thomas. Grace pun duduk di samping meja Bibi Poly dan mulai mendapatkan arahan untuk bekerja di sana.
"Ssst..." Adda membuyarkan perhatian Anne.
Anne menoleh.
"Kau tidak cemburu?" tanya Adda mengecilkan suaranya sabil menatap ke seberang. Bibi Poly terlihat serius memberi arahan pada Grace, begitupun Grace terlihat serius mendengarkan.
"Padanya?" Anne bertanya kembali dengan sura yang dikecilkan.
Anne menggeleng. "Aku tidak cemburu."
"Bagaimana kalau Grace berhasil merebut hati Thomas lagi?"
Anne terdiam sebentar. "Aku tidak peduli."
Adda mengernyitkan dahinya terheran. Anne pun merasa bodoh telah mengatakan hal itu. Dia lupa kalau di hadapan keluarganya dia harus telihat mencintai Thomas sepenuh hati.
"Em.. maksudku, aku tidak peduli pada Grace. Aku hanya peduli pada Thomas. Tenang saja, aku tidak akan membuat Thomas berpaling dariku," tambah Anne kemudian mengedipkan sebelah kelopak matanya.
"Ohh begitu," Adda mengangguk kemudian kembali bekerja.
***
Keluarga Scott kini tengah makan siang di restoran di pusat kota Birmingham. Restoran itu merupakan restoran yang mahal dan hanya orang-orang kaya yang ada di sana. Pemilik restoran pun sudah tak asing lagi dengan The Blinders. Setelah The Blinders bersatu dengan The Alexanders, The Blinders mulai mengubah pola gaya hidupnya menjadi lebih berkelas. Tidak lagi seperti gengster pinggi jalan. Tetapi lebih terlihat menjadi pengusaha perdagangan. Tentunya perdagangan seludupan yang terus berjalan tidak terungkap ke permukaan.
Anne terbelalak saat melihat seorang lelaki tampan dengan tampilan formal dan berkelas menghampiri meja yang ada dirinya, suaminya dan keluarganya.
"Maria Anne Alexander? Atau mungkin sekarang namamu menjadi Nyonya Maria Anne Alexander Scott?" ucap lelaki itu.
Semua mata pun menatap lelaki itu.
"George?" ucap Anne yang bingung dan terkejut.
"Apa kabar Anne? Sudah lama tidak berjumpa," ucap George tersenyum.
Thomas memperhatikan lelaki itu, dia belum pernah bertemu dengan lelaki itu tapi mendengar suaranya terasa begitu familiar.
"Kau mengenalnya?" tanya Thomas.
"Ah..a..." Anne tak bisa menemukan kata yang tepat untuk membalasnya.
"Anda pasti Tuan Thomas Scott. Perkenalkan, saya George Lincoln dari Skotland. Saya adalah teman masa kecil Anne. Betul kan, Anne?"
"Ahh.. iya."
Thomas pun seketika teringat suara familiar itu. Pada saat dia membuntuti Anne di perpustakaan, seelum pernikahan. Dia melihat Anne berjalan menuju lorong di pojok perpustakaan dan terdengar bercakap-cakap dengan lelaki bersuara seperti itu. Thomas menghela nafas.
"Kau ingin bergabung di meja ini?" tawar Thomas.
"Ah, mungkin lain kali. Saya baru saja selesai makan siang. Oh ya, mungkin kita akan sering bertemu. Saya tertarik dengan wiski yang Anda buat. Saya berencana untuk memasarkan wiski di Skotlandia. Mungkin lain kali kita luangkan waktu bersama," ucap George kemudian mengeluarkan kartu namanya, lalu keluar dari restoran itu.
Anne terdiam dalam kebingungan. Terakhir yang dia ketahui tentang George yakni dia adalah seorang mantan kekasih yang manis, lembut dan sederhana. Tidak pernah dia melihat George memakai stelan formal seperti tadi dan berbicara layaknya pria terhormat dan kaya raya. Pertanyaan terbesarnya, kenapa dia baru muncul sekarang saat dia sudah menjadi istri dari Thomas? Kemana dia saat Anne menunggunya untuk membawanya lari pada hari pernikahannya beberapa bulan lalu?