
Malam ini kedua klan gengster The Alexanders dan The Blinders bersenang-senang. Musik, makanan dan minuman beralkohol menjadi faktor penting di malam pesta pernikahan itu. Kedua kubu nampak berbaur dalam pesta dansa.
"Kau terlihat tidak menikmati pesta ini," ucap Thomas, yang hanya dapat didengar oleh Anne.
"Kau tau sendiri kenapa," jawab Anne yang hanya dapat didengar oleh Thomas.
"Kau lihat mereka!"
Anne memperhatikan orang-orang yang terlihat bahagia atas persatuan ini.
"Kau tidak ingin merusak itu semua bukan? Tawa dan kemeriahan ini akan berubah menjadi suara tembakan, darah dan air mata, jika kau tidak terlihat bahagia," tambah Thomas.
Anne melirik Thomas. "Kupikir ini hanya pernikahan politik, pernikahan kontrak. Bukan pernikahan sebenarnya."
Thomas bangkit dari kursinya, saat musik meriah berganti menjadi musik romantis. Thomas mengulurkan tangannya pada Anne. "Ayo kita buat mereka senang,"
Anne menghela nafas, kemudian menerima uluran tangan Thomas dan mereka berdua pun berdansa sebagai pasangan suami-istri untuk yang pertama kali.
"Pertama, aku baru saja mengenalmu. Aku tidak bisa mencintaimu secepat itu," bisik Anne.
"Biar aku perjelas, aku tidak berharap kau akan mencintaiku. Tapi pernikahan ini bukan permainan. Kau lakukan kewajibanmu, aku pun akan melakukan kewajibanku. Menjaga kedua keluarga agar tidak terjadi perpecahan," jelas Thomas sambil berbisik pada Anne.
"Bisakah aku mengajukan satu syarat?"
"Apa itu?"
"Biarkan aku melakukan apa yang kusukai, tanpa terkekang."
"Tergantung dari apa yang kausukai, jika itu tidak merugikanku maka aku tidak masalah."
'PROK! PROK! PROK!'
Anne sudah berpakaian tidur begitu pun dengan Thomas. Anne merasa aneh dengan adanya orang asing selain dirinya di kamar itu. Orang yang tidak dikenalnya, kini menempati kamar tidurnya dan berada di atas tempat tidurnya.
Pertanyaannya, apakah Anne pernah bercinta? Jawabannya belum pernah. George adalah cinta pertamanya, dan cinta pertamanya itu pun dilarang oleh kakaknya. Setiap kali Anne pergi, Martin selalu mengikutinya. Tak ada kesempatan yang bisa diambil untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar berciuman.
Sedangkan Thomas, dia adalah lelaki dewasa. Pasca Perang Dunia, Thomas yang ikut berperang mengusir trauma pasca perang dengan bermain wanita. Namun itu tidak menghilangkan traumanya, sampai akhirnya dia bertemu Grace. Dan setelah Grace pergi, semuanya tak lagi sama.
Anne membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Thomas menatap istrinya yang terlihat tegang, seketika Thomas pun tau bahwa Anne belum pernah tidur dengan lelaki manapun. Dalam hatinya dia merasa tertantang untuk memberikan pengalaman pertama yang tidak menyakitkan.
Thomas mendekatkan wajahnya pada Anne, lalu kembali mencium bibir Anne. Kini kedua kelopak mata Thomas tertutup, begitu pun dengan Anne. Namun seketika bayangan wajah Grace kembali muncul, membuat Thomas berhenti dengan kesal.
Anne terheran dengan tingkah Thomas yang baru saja terlihat menikmati ciumannya, namun seketika berubah menjadi kesal. "Kenapa?" bingung Anne dalam hati.
Thomas berbalik memunggungi Anne kemudian menutup matanya dan tidur. Anne pun ikut berbalik memunggungi Thomas. Dia tidak keberatan sama sekali. Anne bersyukur dia bisa terhindar dari jamahan lelaki yang tidak dia cintai.
"Bukankah laki-laki bisa meniduri wanita mana pun tanpa cinta? Kenapa dia tidak melakukannya?" tanya Anne dalam hati.
***
Thomas memutuskan untuk kembali ke Birmingham pagi itu juga. Setelah sarapan, Anne yang kini telah menjadi bagian dari keluarga Scott bersiap menuju Birmingham.
"Jangan pernah kau melupakan kami," pesan Charlotte, sambil memeluk Anne.
Anne mengangguk, kemudian melepaskan pelukannya. Kemudian beralih memeluk kakaknya William.
"Selalu kabari kami apapun yang terjadi," pesan William pada Anne.
Anne mengangguk, kemudian melepaskan pelukannya dan berpisah dengan keluarganya. Anne mengikuti Thomas masuk ke dalam mobilnya. Rombongan The Blinders pun kembali menuju Birmingham.