
Semua anggota keluarga Scott sudah bersiap untuk pulang. Sementara Grace masih mengerjakan tugasnya dan Thomas belum keluar dari ruangannya. Kini Grace sudah tidak tinggal bersama Adda. Setelah dia bekerja dan mendapatkan upah, dia menyewa apartemen kecil di sekitar kota Birmingham.
"Ayo kita pulang!" ucap Bibi Poly.
"Aku akan menyelesaikan ini, sedikit lagi," jawab Grace yang masih menyelesaikan laporannya.
"Bibi, apa kita akan ke rumah Thomas dulu? Kita jenguk Anne, apa benar dia sedang mengandung?" tanya Adda pada Bibi Poly.
"Baiklah kalau begitu kita ke sana dulu," Bibi Poly setuju.
Mereka pun pergi dari sana, begitu pun karyawan lainnya. Grace masih menunggu Thomas keluar dari ruangannya sambil menyelesaikan pekerjaannya. Setelah pekerjaannya selesai, Grace masih belum mendapati Thomas keluar dari ruangannya. Perlahan dia pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Thomas. Dia membuka pintu tanpa mengetuk. Terlihat Thomas tengah membaca sesuatu di tangan kirinya, dan tangan kanannya memegang sebatang rokok yang menyala.
"Ada apa?" tanya Thomas tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas itu.
Grace masuk kemudian menutup pintu.
"Semua orang sudah pulang," kata Grace.
"Lalu kenapa kau belum pulang?" tanya Thomas.
"Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku."
"Bagus, pulanglah."
Grace berjalan mengelilingi ruang kerja Thomas sambil menatap foto Thomas dan Anne di atas salah satu rak buku. Foto pada saat pernikahan.
"Kau tidak pulang? Bukankah istrimu sedang sakit?" Grace bertanya.
Thomas menghisap rokoknya dalam-dalam lalu mengepulkan asapnya ke udara. Thomas menyimpan kertasnya, lalu menyandarkan tubuhnya di kursi.
"Bagaimana kau bertemu dengan Anne?" tanya Grace, lagi.
Thomas mulai menerka-nerka maksud pertanyaan Grace.
"Apa kau benar-benar mencintainya?"
Grace berbalik menatap Thomas. "Apa dia menggantikan posisiku di hatimu?"
Thomas masih terdiam dan menatap Grace dengan tatapan hampa. Perlahan Grace mendekatinya, berdiri di belakang Thomas dan mulai meletakkan kedua tangannya di bahu Thomas lalu memijat kedua bahu itu dengan lembut. Thomas menutup matanya sambil menikmati rokok dan pijatan dari Grace. Semua pertanyaan yang Grace lontarkan berputar di kepalanya. Jawabannya, dia tidak tahu. Tapi dia ingin pernikahannya tetap berjalan.
"Thomas, aku masih mencintaimu, kalau bukan karena ancaman Lee Bersaudara, aku tidak akan pernah mengkhianatimu," bisik Grace.
Thomas membuka matanya, lalu bangkit. Rokoknya di matikan di atas asbak. "Aku akan mengantarkanmu pulang,"
Grace tersenyum.
***
"Anne," ucap Adda kemudian mencium pipi kiri dan kanan Anne dengan raut wajah khawatir. "Kata Thomas kau sedang sakit?"
Anne tersenyum. "Aku hanya tidak enak badan dan pusing, tadi aku istirahat seharian dan aku sudah lebih baik," jawab Anne, dusta.
Bibi Poly mendekat lalu mencium pipi kiri dan kanan Anne, lalu meletakkan telapak tangannya ke atas perut Anne, lalu menatap Anne dengan tatapan dalam.
"Kenapa?" tanya Anne.
"Dia penasaran apakah kau mengandung atau tidak," jawab Adda.
Anne terkejut, lalu Bibi Poly melepaskan pegangannya.
"Belum," jawab Bibi Poly.
"Tentu saja, aku tidak mungkin hamil," ucap Anne dalam hati.
"Kau harus banyak makan kacang-kacangan. Itu bagus untuk kesuburan," nasihat Bibi Poly.
Anne tidak suka pembahasan itu. Mereka berdua pun duduk di ruang tengah, sambil menikmati wine malam. Menghabiskan waktu malam untuk mengobrol antar sesama wanita sambil minum wine adalah kesukaan Anne setelah menjadi anggota keluarga Scott. Obrolan malam semakin tidak menentu topiknya.
Sampai Adda dan Bibi Poly menceritakan masa kecil Thomas hingga perjalanan cinta Thomas, yang setelah ditarik kesimpulan Grace adalah cinta yang paling membekas di kehidupan Thomas. Entah mengapa ada perasaan sesak di hati Anne. Dia tidak nyaman mendengar itu. Saat ini, Thomas adalah miliknya meski tidak seutuhnya. Meski dia tidak tahu apakah dia mencintai Thomas, terlebih setelah kembalinya George.
"Hahahaha..." Adda tertawa renyah setelah mendengar lelucon dari Bibi Poly. "Ah... well, sepertinya kita sudah terlalu lama di sini."
"Ah iya, aku sampai lupa waktu!" balas Bibi Poly.
Adda dan Bibi Poly pun berdiri berpamitan.
"Ah apa kalian tidak datang bersama Thomas?" tanya Anne.
"Tidak, kami pulang lebih dulu. Sepertinya Thomas masih sibuk," jawab Adda.
Bibi Poly menyadari sesuatu. Terakhir di markas hanya tersisa Grace dan Thomas. Perasaan tidak enak pun muncul, tapi dia tidak ingin membuat Anne khawatir.
"Mungkin masih ada pekerjaan. Nanti juga pulang, kau tidak usah menunggunya!" kata Bibi Poly, sambil berpamitan dengan Anne.
Setelah kepergian Adda dan Bibi Poly, Anne menuangkan wine ke dalam gelasnya lalu berdiri di perapian yang menyala. Dia menatap jam dindingnya yang menunjukkan waktu 11:00 hampir tengah malam, dan Thomas masih belum pulang. Tidak seperti biasanya. Jam pulang Thomas paling lambat pukul 10:00 malam.
Setelah menghabiskan winenya, dan waktu sudah lewat tengah malam, Anne pun kemudian pergi ke kamarnya dan tidur. Baru kali ini dia merasakan kesalnya menantikan seseorang. Ditambah orang yang dinantikan itu tidak kunjung datang.
***