
Setelah menunggu cukup sekian lama akhirnya Maria bisa bertemu dengan pria itu secara berdua. Ia memang seorang anak kecil, tapi nyalinya sedikit cukup kuat dari anak seumuran dengannya.
Wanita itu menatap pria tersebut yang berdiri di depannya ini dengan berani. Hal itu pulalah yang membuat pria bernama Justin tersebut sangat menyukai Maria. Maria akan menjadi ladang penghasil uangnya.
"Kau adalah wanita yang paling cantik menurut ku," ucap Justin sambil mengamati tubuh Maria. "Tapi sangat disayangkan jika kau masih terlihat seperti anak kecil. Mungkin mendewasakan mu adalah jalan terbaik untuk saat ini. Maka dari itu aku akan menunggumu sampai kau akan beranjak dewasa. Maka kau akan mendapatkan lebih banyak uang lagi darimu," ucap Justin sambil menyunggingkan senyum misterius.
Maria yang mendengar hal tersebut pun merasa ngeri. Spontan wanita itu pun memeluk tubuhnya sendiri seolah-olah sedang melindungi dirinya dari pria itu.
Pria tersebut memanglah sangat biadab dan tidak tahu dengan perasaan hati orang. Apakah memang ia tak memiliki hati? Jika seperti itu sungguh saat ini Maria dengan menghadapi seorang monster yang sangat mengerikan.
"Kau pergilah dari sini! Jika kau tidak ingin pergi juga maka aku akan melawan mu."
Justin pun mengerutkan keningnya. Ia merasa konyol dengan setiap ucapan yang dilontarkan oleh Maria. Wanita itu sok kuat tanpa tahu siapa lawan yang saat ini tengah dihadapinya.
"Aku tidak merasa yakin jika kau bisa melakukan hal tersebut. Walaupun kau telah berhasil mungkin hanya bisa dikatakan itulah hal yang sangat mustahil bisa terjadi. Maka dari itu lakukanlah sekarang juga kan bisa," ucap Justin yang seolah dengan menantang Maria.
Maria pun tertarik dengan hal tersebut. Ini saatnya untuk ia membuktikan kepada pria itu bahwa dirinya bukanlah seperti yang pria itu anggap.
Maria mengerahkan seluruh kekuatan tenaganya untuk melawan pria itu. Ia sudah terlatih dalam hal yang keras jadi ini bukanlah suatu masalah bagi dirinya.
Nyatanya Justin yang semula meremehkan Maria kini menganggap wanita itu bukanlah wanita yang seperti ia pikirkan. Maria benar-benar kuat dan berhasil menyingkirkan tubuh Justin.
Justin pun pada akhirnya tak ingin meremehkan wanita itu lagi dan meminta anak buahnya untuk menangkap Maria yang sudah setengah berlari.
Maria hampir senang tapi ternyata pria itu malah menggunakan anak buahnya untuk mengejar dirinya. Tidak ada kata selain mengatakan jika pria itu adalah laki-laki yang sangat pengecut.
"Dasar orang yang sangat munafik dan pengecut! Kau benar-benar b***jingan. Aku tak salah pilih lawan? Kenapa bisa lawanku seperti ini? Sama sekali tak ada memiliki kekuatan. Dasar pria lemah!" umpat Maria terhadap Justin.
Justin sejujurnya merasa kesal karena telah diremehkan oleh anak kecil itu. Tapi apa daya jika hal tersebut memang terjadi. Melawan Maria sendiri saja ia tidak bisa. Maka dari itu ia lebih memilih diam saat Maria mengumpati dirinya seperti itu.
"Kau adalah wanita yang cukup menarik. Mulai saat ini aku rasa Aku tidak mungkin memberikan nilai rendah kepada dirimu. Bahkan Kau adalah berlian untukku. Kau akan membawa ladang uang dan keuntungan bagi hidup ku," ucap Justin dalam hati.
Panjang dan mengikuti anak buahnya Untuk mengantarkan Maria kembali ke tempat tidurnya. Lalu setelah itu Maria dikurung kembali di kamar tersebut.
Maria sangat membenci dirinya yang sama sekali tidak bisa keluar dari kamar ini, padahal selangkah lagi ia akan bisa.
_________
"Aku sama sekali tidak membutuhkan uang ini, karena yang aku butuhkan adalah anakku. Kau benar-benar sudah keterlaluan telah memanfaatkan semua ini. Aku sama sekali tidak berjanji untuk menembus hutang ku dengan anakku. Tapi, sudah aku katakan jika aku akan bekerja di sini tanpa digaji untuk menebus semua hutang ku."
Justin pun menghela nafas panjang dan menatap Jennifer dengan jenuh. Kenapa wanita ini sama sekali tidak ingin mendengarkan perkataannya. Sudah ia katakan jika wanita itu tidak ada memiliki pilihan. Maka ia harus menerima nasibnya.
"Bagaimana jika diriku tidak ingin kau yang bekerja di sini tapi anakmu lah?"
"Kau mendapatkan keuntungan yang sangat banyak Jika Aku menyerahkan anak ku. Bahkan keuntungan yang kau beri dapatkan pun tak sebanding dengan hutang ku ya hanya seberapa itu."
"Jika hanya seberapa itu kenapa kau tidak bisa membayarnya?"
Jennifer pun menghela napas panjang dan mengepalkan tangannya. Ia menangis di situ karena sudah kehabisan kata-kata untuk melawan Justin agar anaknya bisa dibebaskan.
"Kau akan mengerti setelah kau memiliki anak. Bagaimana diri mu yang tak akan pernah sanggup melihat dirinya tersiksa dan juga menderita karena orang lain. Bahkan pada saat itu aku terlilit hutang dengan mu juga karena dirinya. Aku tak ingin melihat anak ku sakit-sakitan karena dia adalah harapan ku. Tapi, kau menghancurkan harapan ku itu." Jennifer benar-benar menangis di hadapan Justin. Ia tak mengenal malu sama sekali karena memang itulah isi hatinya yang selama ini ia tahan sebagai seorang ibu.
Tipikalnya Justin yang tak memiliki hati sama sekali itupun tidak tertarik dengan apa yang diceritakan oleh Jennifer. Ia bahkan merasa bosan dengan cerita yang diberikan oleh Jennifer.
"Aku tidak ada urusannya dengan itu. Urusanku adalah bersama dengan Maria. Setelah ini aku tidak ingin bertemu denganmu. Uang itu ambil saja untuk mu. Karena percuma saja jika kau kembalikan, anakmu tidak akan kembali kepadamu dan uang itu juga tidak akan Kau dapatkan."
Kemudian Justin pergi meninggalkan Jennifer bersama tumpukan uang di atas meja. Di sana Jennifer terus menangis. Ia marah kepada dirinya dan wanita itu berharap jika suatu hari dia akan kembali bertemu dengan anaknya dalam keadaan masih baik-baik saja.
Karena apa yang diucapkan oleh Justin merupakan suatu kesungguhan dan itu artinya ia tak bisa lagi bertemu dengan anaknya.
Tangan Jennifer bergetar saat ini menyentuh uang tersebut. Ia pun memejamkan matanya dan yakin untuk mengangkut tumpukan uang itu.
Ia akan menggunakan uang tersebut untuk bertahan dan bisa bertemu dengan Maria. Barang kali ia bisa membuka usaha dan lalu menyaingi Justin.
Jangan kau pergi dari rumah Justin dengan tangis yang pecah. Hari ini adalah hari paling hancur menurutnya.
"Maafkan Mama. Mama akan kembali untuk menjemput mu.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.