
Justin pun telah sampai di rumah yang merupakan tempat party nya itu. Di sana ia sudah melihat begitu banyak mobil yang tersusun di depan rumahnya yang ingin menikmati dunia malam.
Justin tersenyum miring lalu masuk ke dalam ruangan yang penuh dengan lampu kelap-kelip tersebut. Dia sama ia bertemu dengan teman-temannya dan melepas rindu kepada mereka.
Walau hanya sebentar Justin pun merasa kita hal tersebut perlu dilakukan untuk aksi solidaritas.
"Wow Justin. Ke mana saja Kau? Dan apa yang telah kau lakukan selama ini? Aku dengar akhir-akhir ini kau jarang di sini, kenapa hal itu bisa terjadi apa yang membuat mu sampai seperti ini?" tanya Lionel kepada Justin.
Justin pun menghela napas panjang. Ia menatap ke depan dengan pandangan yang cukup lama. Dia tak akan memberi tahukan jika semua itu terjadi karena seorang wanita.
"Kau tak pernah tahu apa yang telah aku lakukan. Yang pasti aku memiliki urusan di luar sana," ucap Justin yang langsung saja to the poin karena ia malas berbelit-belit.
Mereka pun diam saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Justin. Beberapa dari mereka pun saling mengangguk dan berpandangan.
"Elmira sepertinya sangat muak kau selalu saja keluar," ucap es teler kepada Estella kepada Justin.
"Biarkan saja. Lagi pula itu memang urusannya kenapa dia harus muak?" Kebetulan juga di sana ada Elmira sehingga wanita itu pun merasa sedikit tersinggung.
Ia pun menghela nafas panjang dan menatap ke arah banyaknya manusia yang tengah menikmati lagu yang diputar.
"Aku tak tahu jika kau tidak sepeduli itu kepadaku. Dahulu saja kau selalu peduli kepadaku dan bahkan menempatkan aku sebagai asistenmu."
Justin menatap ke arah Elmira yang baru saja berkata siap demikian. Ia pun memutar bola matanya karena muak dengan segala perbuatan yang dilakukan oleh Elmira yang sangat berbeda seperti dulu.
"Elmira tugasmu adalah sebagai pekerja di sini bukan malah menyinggung diriku. Kau seolah-olah menjadi orang dekatku. Padahal aku ini adalah asistenmu. Kenapa kau menganggap aku seolah-olah pasangan hidupmu?" tanya Justin dengan sangat kesal.
Teman-temannya yang lain pun merasa setuju dengan apa yang dikatakan oleh Justin. Mereka pun melihat Elmira bukan seperti seorang asisten tetapi seperti Justin adalah pasangannya. Selain itu ia juga selalu melarang justru melakukan apapun.
"Mungkin apa yang aku pikirkan adalah benar adanya. Dia sama sekali tidak seperti asisten mu. Dan kau juga menyadari hal tersebut."
Justin pun membuang pandangannya. Ia pun mengambil cerutu yang terdapat di dalam saku celananya. Lalu menghirup cerutu tersebut dengan sangat nikmat. Dia suka melakukan hal itu beberapa kali.
Sementara teman yang lain malah menggunakan narkoba. Hal semacam itu sudah lumrah dilakukan di rumah ini. Bahkan dari mereka ada yang sudah melakukan hubungan. Seperti biasa Justin selalu tidak tertarik dengan hal itu.
"Elmira!"
Elmira terkejut saat namanya disebut. Dia menata ke arah Justin. "Apakah kau perlu bantuanku?"
"Tidak sama sekali, aku hanya ingin memperingatimu jika sekali lagi kau berbuat semena-mena kepada diriku maka aku tidak akan pernah membiarkan kau bekerja lagi kepadaku. Aku akan memberikanmu waktu untuk berubah, tapi jika kau sama sekali tidak bisa berubah maka aku akan memecat mu."
Elmira tentu saja tidak terima mendengar hal tersebut. Ia sudah cukup lama bersama dengan Justin. Jadi apa hak Justin untuk memecat dirinya dan ia juga telah melakukan cukup banyak untuk pria itu.
"Kenapa kau bisa melakukan hal tersebut kepadaku? Aku begitu melakukan banyak hal untukmu. Bahkan aku bekerja untukmu dan membantu dirimu untuk merahasiakan semua ini."
Justin pun menarik nafas panjang. Memang sedikit kesulitan untuk berbicara dengan orang yang keras kepala seperti Elmira.
Elmira pun menghilang nafas panjang. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat. Semua ini terjadi setelah kedatangan Maria ke rumah ini. Ia menyesal membantu Maria dulu untuk tinggal di sini.
"Bahkan ketika kau telah menjualnya pun kau masih mengingatnya."
Justin yang mendengar hal tersebut terlontar dari mulut Elmira pun sangat marah besar. Yang menunjukkan arah wanita itu dan itu artinya Elmira dalam keadaan bahaya.
"Berani sekali kau mengatakan itu kepadaku! Terserah aku mau berubah atau tidak itu bukanlah sebuah urusanmu. Dia datang ke rumahku itu adalah uang untuk ku. Kau tidak berhak untuk menyebut namanya. Tanpa bahkan sama sekali tak tahu apapun."
Elmira yang mendengar Justin membela Maria pun sangat sakit. Ia tak tahu dia Justin akan marah ini.
"Apakah kau menyesal telah menjualnya?"
Dor
Justin sudah muak menanggapi Elmira yang tidak ada habisnya itu. Hingga suara tembakan punggung rumah di ruangan tersebut yang membuat heboh para pengunjung. Semua orang menatap ke arah Justin bingung termasuk juga teman-temannya.
Lalu kemudian Justin pergi dari ruangan itu. Tinggallah Elmira yang menangis karena kakinya tertembak.
"Akh!! Dasar wanita jahanam! Bahkan ketika kau telah pergi tetap saja membawa masalah untuk ku."
"Kau terlalu pede Elmira. Bahkan bisnis sama sekali tidak peduli kepadamu. Dan kau masih bersikap seolah-olah Kau adalah kesayangan Justin. Sebenarnya sudah dari dulu Aku muak kepadamu karena kamu larang aku untuk berteman dengan Justin. Padahal aku dan hanyalah teman dan kau menganggap aku adalah pacarnya. Sebenarnya apa hak kamu melarang itu kemarin?" tanya Estelle kepada Elmira.
"Diam kau ***....***!" teriak Elmira dan lalu pergi dengan kaki yang sedikit pincang.
Elmira pun menjadi tatapan aneh dari banyak pengunjung. Sepanjang jalan yang menghafalkan tangannya karena menahan amarah yang sudah meledak-ledak di dalam dirinya.
Untuk saat ini ia tak tahu akan menyalakan siapa atas nasibnya yang seperti ini.
Justin pun berbincang dengan beberapa klien miliknya untuk membicarakan pelelangan yang akan dilakukan beberapa menit lagi. Justin mematok harga yang cukup tinggi sebelum beberapa penawaran itu pun terjadi.
Penawaran dengan harga yang cukup mahal itu tidak pernah terjadi sebelum Maria yang dulu ditawar dengan harga pembuka yang cukup tinggi. Masih banyak orang yang menyesal karena tidak bisa mendapatkan Maria. Tapi untuk hari ini mereka berharap bisa membawa pulang wanita yang tengah dilelang tersebut.
"Bisnismu rupanya sangat lancar juga ya. Sekarang aku bertanya kapan kau akan ditangkap oleh polisi?"
"Ck. Diamlah."
"Hahahaha pasti kau sedang banyak masalah."
_______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.