
Hari-hari yang dijalani oleh Maria tidak ada yang menarik. Ia hanya bermain bersama dengan Justin saat pria itu pulang dari pekerjaannya. Ia sangat merindukan tempat di mana beberapa tahun belakangan ini dibesarkan, tapi hanya saja Justin tak membiarkan ia pergi ke sana. Pria itu mengatakan jika semua ini karena keselamatannya.
Maria tak terlalu paham kenapa Justin melakukan hal tersebut dan ada hal apa yang sebenernya tengah mengancam keselamatan mereka hingga harus terus berada di rumah.
Itulah yang menjadi pertanyaan dari Maria. Wanita itu pun menarik napas panjang dan kembali lagi dibuat bosan di rumah ini. Ia sempat berpikir akan sampai kapan hidupnya yang tak bergairah ini berlangsung? Tak mungkin ia selamanya akan seperti ini, jika begitu Maria tak bisa membayangkan dirinya yang sama sekali tak bisa mendapatkan ketenangan.
"Aku tak tahu kapan diri ku akan mendapatkan hiburan. Kenapa aku merasa jika diri ku seperti tengah dipenjara di dalam sangkar emas? Aku pikir hal itu bukanlah sesuatu yang baik. Aku akan merasa sangat lelah di sini," monolog Maria yang sedang mengadukan nasibnya tersebut.
Ia menghela napas panjang dan mencoba untuk menentang ucapan Justin kali ini. Tak peduli Justin akan memarahi dirinya, yang penting ia bisa melakukan banyak hal di luar sana ketimbang harus bosan berada di dalam rumah tanpa bisa melakukan apapun.
Maria menarik napas panjang dan menatap ke depan dengan pandangan sedikit ragu. Tapi ada bagian hatinya yang meyakinkan Maria untuk melakukan hal tersebut dan tak akan mempedulikan amarah Justin yang nantinya tak bisa dibendung.
"Apakah aku akan keluar saja? Atau tetap di sini?" tanya Maria kembali untuk memastikan jika dirinya benar-benar sudah siap dengan amarah Justin.
Maria sangat merasa ragu selain itu ia juga pernah karena rasa penasaran dan membosan ingin keluar dari gang tapi ia malah dibawa ke suatu tempat yang mana dirinya tak bisa melepaskan diri.
Ya di sini tempatnya bersama dengan Justin. Dan Maria menganggap jika hal itu adalah sebuah anugerah untuk sekarang.
Maria menarik napas panjang. Ia pun yakin untuk melakukan hal tersebut sehingga ia masuk ke dalam kama untuk mengganti pakaiannya lalu kemudian pergi dari rumah ini dengan berjalan kaki untuk menikmati komplek di sini.
Maria pun berjalan pelan sembari menutup pagar dengan rapat. Ia harap Justin sama sekali tak memantau dirinya dari sana.
Maria juga telah melewati tempat-tempat yang tidak memiliki cctv. Wanita tersebut tak tahu saja jika aksinya dapat membuat seseorang merasa sangat khawatir kepada dirinya dan ia malah biasa-biasa saja seolah-olah tak terjadi apapun.
Maria memang wanita yang sangat berbeda. Mata perempuan tersebut bahkan sampai ingin keluar pada saat melihat pemandangan yang sangat indah di depannya. Ia berdecak kagum karena belum pernah ke tempat ini.
Ia hanya melewatinya sekali pada saat ia datang ke rumah ini. Hingga pada akhirnya ia pun bisa menikmatinya dengan bebas hari ini.
"Aku harap ini adalah kebebasan yang sangat membahagiakan bagi ku."
Maria pun berlari dan mencoba untuk keluar dari area komplek tempat mereka tinggal. Dan Maria tak bisa berkata-kata saat melihat keindahan alam yang begitu luar biasa.
Selain itu ada juga kendaraan-kendaraan mahal yang lewat di depannya yang membuat ras iri Maria kepada mereka pun meningkat.
"Aku juga sangat ingin seperti itu. Kapan aku akan seperti itu?" tanya Maria dengan suara pelan sembari menatap ke depan dengan pandangan yang kosong.
Perempuan tersebut menarik napas panjang dan mencari suasana yang baru dan mencoba untuk berjalan lebih jauh lagi hingga ia tak menyadari jika ada sekelompok pemuda yang memperhatikannya.
Mereka adalah pemuda jalanan yang bisa dikatakan anak nakal. Tapi, Maria sama sekali tak mengetahui jika mereka tengah mengincar dirinya.
Maria lupa jika ia memiliki paras yang sangat berbeda dari yang lainnya. Ia merupakan anak yang sangat cantik dan berbeda dengan orang yang ada di sini dan memiliki paras yang berbeda dengan Maria.
Maria pun terus berjalan hingga tak sadar ia berada di tempat sepi dan para pemuda itu pun mulai beraksi untuk mendekati Maria.
Maria menutup mulutnya tak menyangka ia akan berada di posisi yang menakutkan seperti ini.
"Mau apa kalian?" tanya Maria dengan tubuhnya yang bergetar.
Mereka semua tersenyum miring membuat Maria sangat merinding tatkala melihat senyum mereka.
"Ternyata ada wanita cantik di sini. Jalan sendirian? Ke mana pasangan mu? Berani sekali." Tubuh Maria merinding saat mendengar suara mereka yang begitu menakutkan dan juga terdengar sangat deep.
"Aku? Aku hanya ingin jalan-jalan. Kenapa kalian malah menghalangi jalan ku?" tanya Maria dengan mata yang sedikit terlihat sedih.
"Wow, sepertinya kau sama sekali tak pernah merasakan dunia luar. Apakah kau tak ingin menikmati dunia luar bersama dengan kami?" ajaknya dan hampir sama membuat Maria tergoda. Tapi, untungnya wanita itu cepat sadar dan maksud dunia luar adalah dunia yang penuh dengan kegelapan.
"Tidak. Aku tidak mau ikut kalian. Aku ingin pulang."
Maria pun berlari ke belakang, tapi ia dpaay dikejar dan kemudian ditangkap. Setelah itu mereka tertawa bersama dan membawa Maria Ke dalam mobil.
"Di jual lumayan."
"Nikmatin aja dulu lah."
"Bawa ke club tapi."
"Oke."
Perbincangan mereka dapat didengar di telinga Maria. Ia hampir saja ingin muntah saat mendengar percakapan itu. Percakapan laknat yang tak pernah mau didengar oleh Maria.
"Tolong! Tolong lepaskan aku! Siapapun kalian tolong lepaskan aku!" teriak Maria yang memohon kepada mereka semua tapi semuanya nihil, orang pun tak ada yang lewat di situ. Walaupun ada yang lewat mereka akan mengabaikan teriak Maria.
Maria pun rasanya sangat putus asa dengan semua ini. Wanita tersebut pun menarik napas panjang dan menundukkan kepalanya.
"Kenapa nasib ku begitu sial. Benar kata Justin dan juga Mama. Hanya aku saja yang terlalu penasaran dengan semua ini dan tanpa memikirkan bagaimana nanti resikonya," ucap Maria yang mulai tersadar dengan apa yang ia lakukan.
Wanita tersebut menarik napas panjang dan menatap ke depan dengan pandangan lirih.
"Adakah yang akan membantu dirinya nanti? Atau ia akan terus terjebak tanpa ada sama sekali yang gisa menolong dirinya. Jika seperti itu maka nasibnya begitu tragis.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.