Best Love

Best Love
Part 14



Setelah menyelamatkan Maria an Vincent, Justin pun membawa Maria ke tempat utamanya. Tidak ada yang tahu jika Maria telah diambil kembali oleh Justin. Inilah rencana Justin dari cukup lama.


Ia tak akan bisa merelakan Maria pergi bersama dengan salah satu pelanggannya. Karena Maria adalah orang yang paling berharga bagi seorang Justin.


"Sampai sekarang aku masih tidak menyangka jika kau akan melakukan hal ini kepada ku," ucap Maria yang dari tadi sama sekali tak ingin melepaskan pelukannya dari Justin. Justin pun tidak mempermasalahkan hal itu karena menurutnya wajar-wajar saja Maria bersikap demikian karena anak itu cukup manja.


"Maria! Memangnya aku bisa merelakan kau pergi? Maka dari itu aku tak akan pernah bisa melihat mu jauh. Apalagi saat melihat ku selalu saja menangis itu membuat hati ku sungguh sakit." Entah kapan Justin bisa seperti ini, tapi sungguh hal itu benar-benar diluar ekspektasi Maria.


Ia terkekeh mendengar penyataan yang keluar dari mulut Justin. Maria pun menghela napas panjang dan menatap ke depan dengan pandangan yang sangat bahagia.


"Sekarang kita akan melakukan apa?" tanya Maria kepada Justin. Justin pun tersenyum miring dan mengangkat tubuh Maria.


Maria langsung terpekik saat tubuh ringannya itu dengan sangat mudah diangkat oleh Justin. Maria pun langsung berteriak meminta kepada Justin agar dirinyalah diturunkan.


"Justin! Aku benar-benar bukan lagi seperti anak kecil! Kenapa kau dengan mudahnya mengangkat ku! Aku malu Justin!" teriak Maria kepada laki-laki tersebut.


Justin pun terkekeh dan nari kali ini ia begitu. Jika ada orang lain yang melihat sebut saja itu adalah Elmira pasti dia tidak akan menyangka jika di depannya adalah Justin.


"Kau  memang bukan lagi seorang anak kecil. Tapi kau seperti anak kecil," ucap Justin kepada Maria.


Maria pun menghela napas dan terpaksa membiarkan Justin membawa tubuhnya ke dalam sebuah kamar. Di dalam sana, Maria pun direbahkan lalu ditindih oleh Justin.


Pria itu menatap Maria dengan sangat dalam dan tersenyum miring. Ia pun menyerbu mulut Maria dengan sangat brutal membuat Maria langsung terdiam dan menikmati semua itu.


Terkadang wanita tersebut juga akan membalas cumbuan yang diberikan oleh Justin. Hingga tak sengaja sampai ia mengeluarkan suara *******. Dan itu cukup membuat Maria sendiri terkejut.


Sementara itu Justin sangat senang mendengar suara tersebut dan bahkan ia makin gencar lagi memainkan bagian tubuh Maria hingga Maria pada akhirnya menyerah dan membiarkan Justin melakukan apapun kepadanya.


Wanita itu hanya tinggal menikmatinya saja dan pada akhirnya ia tenggelam kepada rasa nikmat yang luar biasa yang belum pernah dirasakan oleh Maria.


Dan alih-alih menyerahkan keperawanannya kepada Vincent, malah yang mendapatkan itu adalah Justin.


Justin begitu lembut hingga membuat Maria tak terlalu merasa sakit. Ia pun pada akhirnya harus merasa lelah dan meminta Justin untuk berhenti. Nyatanya, semakin Justin diminta berhenti makin lagi ia membuat tubuh Maria remuk.


Hingga pada akhirnya Maria pun terhenti saat ia pingsan tapi si Justin tetap melanjutkannya.


_________


Ketika bangun tidur, Maria terkejut melihat jika ada Justin di depannya. Pria itu tengah menatap ke arah dirinya dengan pandangan yang cukup dalam lalu tersenyum lebar. Ia ohm menyentuh pipi Maria.


"Pagi, apakah kau sedang kelelahan pagi ini?" Maria pun ingat dengan malam tadi.


Ia pun langsung merasa malu dan kemudian menutupi wajahnya dengan selimut. Sementara itu Justin pun terkekeh dan kemudian membuka selimut yang menutupi wajah Maria.


"Ada apa? Aku sangat malu."


"Aku mengeluarkannya di dalam tadi malam."


"Terus?" bingung Maria.


"Kau terlalu polos. Tapi tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengatakan sesuatu tadi, tapi tampaknya tidak jadi."


"Baiklah. Aku ingin mandi karena rasanya sangat lelah."


"Apakah ingin mandi bersama?" tawar Justin sambil mengedipkan matanya.


"Tentu saja tidak!" teriak Maria dengan cepat. Ia tak ingin mandi bersma karena tahu ujungnya akan seperti apa.


Maria pun mandi dan bergantian dengan Justin. Dan pada akhirnya kedua insan tersebut pun sudah rapi dengan pakaian masing-masing.


Maria berjalan dengan sangat kesusahan. Karena memang perempuan tersebut baru pertama kalinya. Jadi hal itu sungguh menyakitkan bagi Maria.


Justin yang melihat hal tersebut pun menggendong tubuh Maria. Ia langsung membawa Maria ke dapur. Kebetulan ia sudah memasak untuk Maria tadi subuh.


Ia tahu juga Maria pasti akan sangat kelelahan dan membutuhkan banyak nutrisi setelah ini.


"Aku benar-benar tak tahu kenapa ini bisa menyakitkan?"


"Itu adalah reaksi yang normal dirasakan setiap orang," ucap Justin menenangkan Maria. Dan pada akhirnya Maria pun sedikit lebih lega. Ia takut terjadi sesuatu kepada dirinya.


"Aku ingin makan yang itu!" ucap Maria sambil mengambil kepiting Alaska. Ia sangat menyukai kepiting tersebut tentunya harganya juga tak main-main.


Wanita tersebut memakannya dengan sangat lahap. Mungkin itu efek dari ya terlalu kelelahan. Sedangkan, Justin hanya terkaya melihat betapa brutalnya wanita itu makan.


"Aku harap nanti kau akan cepat besar."


"Tapi aku sudah besar dan tubuh ku juga sangat indah. Ini berkat dari mu."


"Ya aku membuatnya indah untuk diri ku dan ahar aku bisa memakainya."


Maria pun mengangguk dan lalu kembali makan seolah apa yang baru dikatakan oleh Justin bukanlah apa-apa.


Justin sendiri bingung dengan perempuan tersebut. Tapi Apa daya malah iya semakin gemes melihat betapa mulusnya seorang Maria.


Maria adalah tebusan yang paling sangat berharga bagi dirinya. Memang tak sia-sia ia membawa Maria ke sini dan membesarkannya.


"Untuk saat ini agar menghindari humor maka kau harus berada di rumah ini. Tapi aku akan sering berada di sana untuk mengurus usaha ku."


Maria pun ingat kembali jika Justin adalah seorang dalang perdagangan manusia. Ada perasaan tak rela jika pekerjaan Justin adalah itu.


"Hem aku akan menunggu mu pulang." Padahal mereka tak memiliki status yang benar-benar konkrit. Maria tak tahu ia sebagai apa di hidup Justin dan Justin pun tak tahu Maria di posisi mana dalam hidupnya.


"Baiklah," ucap sistem sambil mengedipkan matanya. Karena ia seolah ini memberikan isyarat kepada Maria. Dan isyarat itu mungkin akan cepat paham di otak Maria. Apa bahkan wanita itu sama sekali tak mengerti. "Kau harus tak menggunakan pakaian apapun," ucap Justin yang membuat Maria sangat terkejut.


"Hah?" Maria bertanya-tanya bingung.


______


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.