
Maria di bawa ke suatu ruangan yang di mana dirinya sendiri bahkan tak mengetahui ruangan tersebut. Maria berusaha menahan rasa takutnya mati-matian agar ia bisa tetap tenang dan tak terlihat jika ia tengah ketakutan.
Hanya dengan cara itu ia tak akan bisa diremehkan oleh lawannya. Tapi, saat ia melihat bagaimana ibunya tadi membuat hati Maria sungguh terasa mati.
Ia tak tega mendengar suara raungan orang yang telah melahirkannya. Dunia terlalu sakit untuk ia dan juga ibunya.
Entah di mana dunia ini yang aman semuanya penuh dengan penderitaan. Tepat di hari ini ia sadar jika dirinya bukanlah orang yang beruntung bisa menikmati dunia dengan bebas.
Wanita itu menarik napas panjang dan berusaha agar kuat dan bisa melawan mereka semua tanpa rasa gentar sama sekali.
Tapi, tampaknya kali ini akan sedikit kesulitan. Karena memang tak memiliki kuasa.
"Kenapa aku harus di bawa ke ruangan ini? Aku sama sekali tak ingin ke tempat ini, aku sungguh membencinya," ucap Maria sembari berusaha melepaskan rantai yang mengikat tubuhnya.
Tapi, sangat disayangkan hal itu tidak bia terjadi. Maria pun mendesah panjang. Hanya satu keinginannya yaitu bertemu dengan ibunya barang memeluk sang ibu sebentar.
"Diam, jika kau tak ingin bal yang lebih menyakitkan lagi kau rasakan. Jadi tak usah banyak bicara dan nikmati waktu mu di sini. Kau harus lebih banyak belajar lagi agar diri mu bisa menjadi wanita yang lebih cantik dari ini."
Dalam hati Maria terus menempati asisten yang bernama Elmira tersebut. Tidak tahu kenapa wanita itu bisa dengan suka rela bekerja dengan iblis itu. Ia pikir tak ada yang lebih maniak dari pria yang hendak menjual nya ke lelaki hidung belang.
Ia yakin tak akan pernah mau hidup di sini. Karena memang di sini bukanlah tempatnya. ia hanya anak yang baru mengenal dunia luar tapi kini juga dikenalkan dengan kejamnya dunia luar.
"Aku tidak menginginkannya. Aku hanya menginginkan kehidupan ku yang dulu. Kembalikan aku ke yang dulu dan ke rumah ku yang kemarin. Kenapa kau tega membuat aku di sini, aku ingin bertemu dengan ibu ku. Apakah kau juga akan tetap menghalangi jalan ku?" tanya Maria dengan amarah yang memuncak.
Anak itu adalah anak yang sedikit lembut, dan jika dia sudah marah dan itu artinya hal tersebut benar-benar telah membuat hatinya sakit.
Maria pun mengehela napas panjang ketika perjuangan dan teriakan juga tak dihargai oleh mereka. Yang mereka inginkan hanyalah kesengsaraan yang ia dapatkan. Entah kenapa nasib seperti ini akan menimpa dirinya. Hal tersebut tak akan pernah berhenti ditanya oleh Maria kepada dirinya sendiri.
Wanita itu kemudian pasrah dan menerima perlakuan buruk mereka. Ia pun dibawa ke dalam kamarnya. Kamar yang sangat mewah dan sama sekali belum pernah dilihat oleh Maria. Ini benar-benar luar biasa, tapi di balik itu semua ada hati yang menangis.
"Memang indah tapi sayang, bukan dengan cara ini aku ingin menikmati keindahan di kasur itu," ucap Maria dengan tangsi di wajahnya.
Ia pun menghela napas panjang dan kemudian ikut dengan arahan mereka. Ia pun disuruh untuk duduk di kasur dan mereka semua akan menerangkan beberapa sisi yang ada di kamar ini.
Maria sama sekali tak tertarik dengan apa yang saat ini mereka pamerkan. Baju yang sangat mewah trus barang-barang branded yang sama sekali tak diharapkan oleh Maria selain kebebasannya sendiri.
"Kenapa kau tidak memerhatikan aku berbicara? Kau menganggap aku di depan ini apa? Kau benar-benar keterlaluan," ucap Elmira yang sangat marah tapi Maria tak peduli dengan kemarahannya tersebut.
"Kau sama sekali tak berguna marah kepada ku karena aku tak akan mendengarkannya sama sekali," ucap Maria sambil menarik napas.
"Kau dasar wanita murahan!"
"Kau adalah anak yang masih di bawah umur. Kau hanya beruntung karena memiliki wajah cantik, jadi kau harus memanfaatkannya itu. Kau adalah orang yang kesekian kali sangat keras kepala. Kau pikir tuan akan peduli?"
Maria menatap ke depan dengan mata yang penuh dengan harapan yang putus. Tak ada yang peduli dengan dirinya di sini selain ibunya. Ia menyesal dan sungguh tak menyesal ketika dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang ibu.
__________
Jennifer sama sekali tak bisa bekerja dengan baik. Ia selalu saja mendapatkan kesalahan dalam bekerja hingga ia harus ditegur oleh maid yang mengatur dapur.
"Jennifer! Kau kenapa terus melamun? Apakah kau ingin aku melaporkan mu ke Tuan?"
Jennifer pun menghapuskan air matanya dan mengetuk ludahnya dengan kasar. Wanita itu menatap ke arah orang yang baru saja menegurnya. Memang itu yang ia inginkan menghadap kepada pria itu.
Sebab setelah ia menyiksa dirinya kemarin ia tak bisa lagi bertemu dengan tuannya itu yang sudah sangat biadab menyendra anaknya.
"Laporkan saja. Aku memang ingin bertemu dengannya. Bahkan aku tak sabar lagi untuk bertemu dengannya," ucap Jennifer yang seolah tengah menantang pria itu.
"Baiklah jika itu mau mu. Kau akan dipecat dari sini."
Jennifer pun menghela napas panjang dan mengedarkan matanya. Tak sengaja ia melihat sang tuan yang berjalan masuk ke dalam dapur. Jennifer langsung menghampiri pria itu dan tanpa diduga oleh banyak orang ia berani menampar pria tersebut.
Kali ini semuanya yang sudah benar-benar hancur telah membuat ia menjadi wanita yang sangat berani. Sebab tak ada lagi yang perlu ditakutkan.
"Kau benar-benar ba.jingan! Kembalikan anak ku! Kenapa kau sangat tega dan malah menyakiti anak ku. Apa salahnya?" tanya Jennifer dengan Isak tangis di wajahnya.
Pria itu menyentuh bekas tamparan maidnya sendiri. Anak buahnya terutama Elmira ingin menampar Jennifer balik, tapi ditahan oleh sang atasan.
"Aku tidak ingin menyakiti dia untuk kali ini. Karena kau telah memberikan berlian kepada ku maka semua hutang mu telah aku anggap lunas. Kau boleh pergi dari sini, dan bahkan aku tak akan membiarkan mu pergi dengan tangan kosong. Aku akan memberikan beberapa juta dolar atas bentuk persetujuan aku telah membeli anak mu."
Mata Jennifer kian mengkilat marah. Tak akan pernah ia biarkan hal tersebut, sama sekali ia tak akan membiarkan pria itu membeli anaknya.
"Kau!?"
"Sayangnya kau tak akan bisa memilih!"
______
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.