
Jennifer hanya menjadi wanita biasa. Ia berjuang untuk mendapatkan penghasilan yang lebih agar bisa membawa anaknya kembali dari tangan Justin.
Sudah beberapa tahun lamanya ia terpisah dengan anaknya dan wnaita itu ingin sekali bertemu dengan Justin agar bisa mengambil anjay yang paling ia cintai itu dari pria tersebut.
Tapi, apa daya sama sekarang ia belum bisa menemukan cara agar bisa membawa anaknya itu. Ia memang telah berhasil dan kehidupannya jauh lebih baik dari sebelumnya, tapi sangat disayangkan akses untuk ia pergi ke rumah Justin itu yang tidak ada.
Bahkan ia tak tahu bagaimana Maria di sana apakah dia baik-baik saja ataukah dia sudah dijual atau belum, hal itulah yang terus ada di pikiran Jennifer. Ia takut jika terjadi sesuatu kepada anaknya.
"Kenapa aku harus menajdi orang tua yang tak bisa melakukan apapun di saat anaknya dalam bahaya? Aku adalah ibu yang kejam dan tak bisa melakukan sesuatu di saat anaknya yang sangat membutuhkan bantuan itu."
Jennifer berharap ada keajaiban yang akan membawa dirinya bertemu dengan anak-anaknya dan lalu kemudian hidup seperti dulu saat sebelum mengenal dunia luar.
"Kenapa kau begitu penasaran dengan dunia luar. Padahal aku sering mengatakan jika dunia luar itu sangat mengerikan dan kau sama sekali tak peduli dengan hal itu," ucap Jennifer kepada diri sendiri yang mana nasehat itu tertuju pada Maria, tapi, hanya saja wnaita itu tak ada di sini.
Jennifer menarik napas panjang dan memejamkan matanya. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat. Ia benar-benar sungguh sakit rasanya saat membayangkan Maria hidup di tengah keramaian yang merupakan tempat tak baik untuknya.
Ia harap Maria tak akan terjerumus ke dalam hitamnya dunia karena Jennifer akan sampai kapan pun tidak akan pernah rela jika anaknya berkecimpung di dunia hitam itu.
Maria adalah anak yang terhormat dan bahkan anak itu bisa menjaga kehormatan sang ibu. Tidak ada yang buruk dilakukan Maria selain ia tak mau menurut dengan apa yang ia katakan.
Hilangnya Maria dari desa membuat ia dituduh oleh para warga telah menjual Maria. Tidak ada yang salah dari itu, memang secara tak langsung ia telah menjual Maria dan membuat Maria menjadi tameng untuk membebaskan hutangnya.
Seluruh orang di sini senua juga tahu dan maka dari itu Jennifer tak dipandang sama sekali dan dianggap sebagai wanita yang rendah tak bisa menjaga anaknya sendiri dan bahkan sangat tega mengorbankan Maria.
Padahal mereka tidak tahu bagaimana kejadian aslinya dan bagaimana hati Jennifer. Jennifer bahkan sama sekali tak ada berniat ingin menjual anaknya. Hanya saja Maria yang terlalu penasaran dengan kehidupan pekerjaannya sehingga ia ketahuan oleh Justin telah memiliki seorang anak perempuan yang sangat cantik.
"Aku bukanlah ibu yang jahat. Aku tidak ingin menjual anak ku sendiri," ucap Jennifer tiba-tiba. Ia sangat setres di sini dan dengan segala Bullyan orang lain.
Walau pun banyak pula yang tidak peduli dengan masalahnya tapi ia sangat malu ketika semua orang tahu dan menatapnya dengan pandangan yang berbeda.
"Aku tidak mengerti kenapa kau seringkali penasaran dengan pekerjaan ku. Apakah dengan mau berusaha diri di dalam rumah menunggu ku pulang bekerja adalah sesuatu yang sulit bagi ku hingga kau berubah untuk ikut ke dalam pekerjaan ku?" tanya Jennifer berharap ada Maria yang akan menjawab pertanyaan yang ia lontarkan itu.
__________
Maria tak menyangka jika Justin akan menemukan dirinya dengan sang ibu. Sangat tumben Justin melakukan hal tersebut dan Maria juga tidak mengerti kenapa secara tiba-tiba Justin ingin menemukannya dengan sang ibu. Tapi, Maria sungguh bahagia dengan hal itu dan ia tak banyak bertanya agar bisa dapat bertemu dengan Jennifer.
Maria berdandan dengan sangat cantik. Ia harus tampil menjadi anak yang sehat agar ibunya percaya jika ia tak kenapa-kenapa.
"Jennifer pasti akan bangga kepada ku karena telah menjaga mu."
"Kau tumbuh begitu cantik dan tak ada yang bisa menampik jika kau merupakan anak yang paling sempurna. Apalagi tubuh mu tampak sehat. Jika kau tinggal dengannya belum tentu kau akan seperti ini. Yang ada kau akan menjadi anak yang kurus."
Maria yang mendengar ucapan Justin itu pun mengercutkan bibirnya. Entah kenapa Justin bisa dengan entengnya mengatakan hal tersebut. Belum tentu ia tinggal dengan ibunya ia akan bernasib seperti yang Justin katakan.
"Kau terlalu berlebihan. Mungkin saja jika aku tinggal dengan ibu ku aku bisa membuat kehidupannya lebih baik dan aku sudah menajdi wanita karier."
Justin yang mendengar ucapan Maria pun langsung mencibir. Ia tak yakin akan hal itu. Maria belum tahu bagaimana nasib di luar sana untuk berjuang menjadi wanita karir. Begitu banyak persaingan yang tentunya Maria tak akan pernah bisa melewatinya dengan mudah.
"Tak semudah dengan apa yang kau bayangkan. Kau terlalu percaya diri Maria." Justin menghampiri Maria dan lalu memeluk tubuh wanita itu.
Ia bahagia bersama Maria tapi ia tak tahu apa hubungannya dengan Maria karena tak ada status yang jelas di antara mereka.
Maria juga tak begitu paham dengan suatu hubungan antara pria dan juga wanita. Ia hanya mengikuti ke mana Justin membawanya.
"Cepatlah kau berdandan. Aku dari tadi hanya menunggu di sini," protes Justin yang sangat kesal menunggu seorang wanita berdandan.
Baru kali ini ia merasa menunggu seseorang dengan penuh amarah. Biasanya ia tak akan melakukan hal tersebut karena ada Elmira yang akan membantunya. Tapi, ia sekarang tak membutuhkan Elmira apalagi Maria tak menyukai Elmira.
"Aku rasanya ingin menelpon Elmira untuk membantu mu berdandan. Kau begitu lambat," ucap Justin yang langsung membuat Maria marah dan ia pun sudah berdandan dengan lengkap.
"Aku sudah selesai. Jangan telpon dia. Aku sangat muak dengannya," ucap Maria sambil mendengus kasar.
Justin yang mendengar hal tersebut pun tersenyum lebar. Ini yang paling ia suka dari Maria.
"Ya aku juga sebenernya sangat muak dengannya. Tapi, dia cukup baik untuk diandalkan. Hanya saja terlalu genit dan sering membuat mu marah."
Maria pun merasa santai tersanjung karena kali ini ia diprioritaskan oleh Justin. Jika Elmira mendengar semua ini pasti dia akan sangat marah dan mengatai Maria. Tapi, tak apa seru juga mendengar segala umpatan dari wanita itu.
"Jangan membayangkan sesuatu yang buruk. Aku tahu kau sangat membenci Elmira dan karena itu kau berharap jika wanita itu akan selalu mendapatkan amarah dari ku. Tapi, aku tak senang jika kau ikut-ikutan menjadi wanita kasar seperti nya."
_____________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.