Best Love

Best Love
Part 12



Tawaran demi tawaran terhadap Maria pun berlangsung. Wanita itu hanya bisa menunggu di ruangan sampai ada tawaran yang paling memuaskan. Air mata tak lagi keluar saking membuat hatinya sakit. Ia bingung harus bahagia atau tidak keluar dari tempat ini.


Memang yang paling terbaik di dunia adalah ibunya. Ia hanya memikirkan nasib ibunya saat ini. Jika ibunya melihat ia berada di sini, ia tak bisa membayangkan betapa sakit hatinya sang ibu.


"Aku harap Mama tidak akan tahu dengan hari ini. Aku tadi bisa membayangkan jika wanita itu ada berada di sini. Pasti dia akan sangat merasa sakit hati dengan apa yang aku lakukan saat ini. Mama cepatlah kembali dan tolong aku dari sini."


Hingga pada akhirnya penawaran pun jatuh kepada hari 30 juta dolar. Mau tidak mau Maria pun telah berhasil dilelang. Pelelangan dengan harga yang cukup tinggi sejauh ini.


Justin pun mungkin sudah merasa puas dengan pelelangan tersebut. Hal itu menjadi buah bibir Maria untuk menghujat laki-laki itu di dalam hatinya.


Ia sangat bodoh untuk terjebak dengan Justin. Padahal bisa saja Justin cuman memanfaatkan kepolosannya hingga wanita itu merasa jatuh cinta kepada Justin dan mengikuti semua apa yang diucapkan Justin sehingga jus dan bisa mendapatkan banyak keuntungan dari dirinya.


"Aku tak tahu kenapa kau selalu saja menangis. Apakah kau akan merindukan tempat ini? Huh, berharap menjadi orang yang mendampingi Justin? Kau pikir bisa? Bahkan orang-orang saja tak bisa melakukan itu termasuk aku. Dan kau berharap lebih. Aku tak mengerti di mana letak otak mu. Pikiran mu selalu saja tak logis. Justin itu gay!"


Mata Maria langsung membulat. Ia semula tak ingin peduli dengan Elmira pun kini menatap ke arah wanita tersebut.


"Apa maksud mu jika dia adalah seorang gay?" tanya Maria dengan sangat syok.


"Kenapa kau kaget? Itu bukanlah sebuah rahasia. Itu sudua menjadi pengetahuan banyak orang."


Benar, apakah di sini hanya dirinya yang ping bodoh dan tak menghargai apapun? Maria pikir mungkin ia seperti itu karena dirinya lah yang sendiri tak tahu jika Justin seorang gay.


Dan lebih gilanya lagi ia berharap Justin jatuh cinta kepadanya dan harapan wanita itu seolah pupus dengan ucapan Elmira.


"Aku tak pernah menyangka."


"Jika dia seorang gay, tentu saja dia akan menikmati seorang pelacur nya. Dia bahkan sama sekali tak pernah tidur dengan wanita."


Maria begitu sangat bingung. Karena setahunya Justin saling menyentuh dirinya dari umurnya 15 tahun sampai sekarang. Lantas kenapa banyak orang mengatakan Jika dia adalah seorang gay? Apakah sentuhan yang selalu diberikan oleh Justin itu adalah sebuah kepalsuan? Jika benar-benar seperti itu, itu artinya dirinya memang menjadi salah satu permainan pria itu.


Hati Maria sungguh sakit mendengarnya. Mungkin lebih baik ia cepat pergi dari sini dan membuat pria itu puas. Maria pun sudah bulat dengan tekadnya ia tak lagi menangis.


"Kenapa? Kau merasa terkhianati dengan Justin? Hanya Kau yang bodoh yang tidak bisa mengendalikan perasaanmu. Semua orang juga di sini menyukainya tapi tak ada yang bisa menggapainya dan kau berharap bisa menggapainya."


Maria pun menarik nafas panjang dan menatap ke depan dengan pandangan yang cukup menyedihkan. Hingga seseorang pun datang ingin membawa Maria kepada pembeli yang telah melelang Maria.


Maria pun di Arab keluar dan diperlihatkan kepada orang yang telah membelinya. Maria tak tahu yang mana yang telah membeli dirinya.


Sehingga Justin berjalan ke arahnya dan mengantarkannya kepada seorang pria yang cukup berumur. Seketika hati itu pula hati Maria jatuh  sejatuh-jatuhnya.


Lagi pula berada di tempat ini bukanlah sebuah anugerah yang ada malah bencana. Bencana yang diberikan oleh Justin yang datang begitu bertubi-tubi.


"Maria, inilah pria yang sudah membelimu. Kamu harus mematuhi segala ucapan yang diberikannya."


Maria hanya memasang tampangnya tidak peduli dan juga judek. Perempuan tersebut memutar bola matanya malas karena ia tak ingin mendengar segala ucapan yang diberikan oleh Justin.


Justin pun hanya bisa menghela nafas panjang dan memejamkan matanya. Berbicara bersama Maria dengan cukup sabar adalah sebuah kesalahan. Karena ia telah tinggal bersama wanita itu dan ia tahu watak Maria yang sebenarnya.


Perempuan tersebut cukup keras kepala dan tidak bisa diatur. Justin pun bingung kenapa dibalik kelebihan yang dimiliki oleh wanita itu malah menyimpan keburukan yang malah membuatnya darah tinggi sendiri.


"Maria! Apakah kau sama sekali tidak mendengarkan aku? Aku tengah berbicara di depanmu Kenapa kau malah menatap ke arah lain?"


Maria pun menatap ke arah Justin sesuai dengan permintaan laki-laki tersebut. Justin pun tak bisa berkata-kata setelah saat Maria menatap ke arah dirinya. Laki-laki tersebut menghela napas panjang dan mengangguk karena malah merasa salting ditatap oleh Maria.


Maria sangat cantik dan bohong jika orang tak ingin mengakuinya. Bahkan Justin tak bisa mengalihkan pandangannya dari Maria.


"Aku sudah muak. Apa saja yang harus aku lakukan, aku sudah tahu, jadi kau tak perlu lagi untuk mengingatkan ku dengan hal itu," ucap Maria dan lalu kemudian menghampiri pria yang telah membelinya.


Ia pun tersenyum genit kepada laki-laki tersebut sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Justin. Justin yang melihat hal tersebut pun hanya bisa merasa panas di hatinya.


Ia kemudian pergi sambil membawa beberapa uang di dalam kopernya dengan jumlah yang cukup banyak.


Melihat kepergian Justin adalah sebuah hal yang paling menyakitkan yang dirasakan oleh Maria. Ia berharap hari seperti ini tak lagi terjadi pada dirinya. Karena ia Sam sekali tak ada meminta kepada Tuhan untuk berada di posisi ini.


"Kenapa sayang? Kau masih merindukan teman-teman mu di sini?" Maria pun menatap ke arah pria paruh baya itu.


"Ya kau benar. Maafkan aku, ah, apakah kita bisa saja langsung ke rumah mu?"


"Ternyata kau rupanya sudah tak sabar sayang. Aku juga menang sudah sangat menginginkan wanita perawan," ucap laki-laki itu yang membuat Maria ketakutan setengah mati.


"Bagaimana nasib ku nanti?" gumam Maria pelan yang tak bisa membayangkan nasibnya akan seperti apa.


_______


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA DAN KOMEN. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.