Best Love

Best Love
PART 22



Maria tak tahu nasibnya akan seperti apa ke depan. Ia hanya bisa pasrah dan menyesali semuanya yang sebenernya sudah terlambat untuk disesali.


Maria pun menarik napas panjang dan berharap jika ada keajaiban yang bisa menyelamatkan dirinya dari sini. Ia pun di bawa ke sebuah club malam yang mana Maria rasa sangat asing dengan tempat ini.


Ia tahu club malam hanya milik Justin. Dan ini sedikit berbeda dan tampak lebih ramai lagi dan banyak orang yang datang ke sini untuk berkunjung dan bahkan Maria bisa mencium bau asap dan juga bau alkohol yang sangat tajam.


Sebenarnya hal ini tak jauh berbeda pada saat ia di rumah Justin. Hanya saja berada di tempat speed ini tanpa ada Justin pasti akan membawa bencana buruk bagi dirinya dan itu artinya ia tak akan bisa selamat.


Semua orang menatap ke arah dirinya saat ia diarak masuk ke dalam club malam tersebut. Maria sangat malu dan menundukkan kepalanya. Wanita itu berpikir jika ia adalah wanita yang paling hina di tempat ini. Padahal masih lebih banyak wanita di sini yang jauh lebih hina dibandingkan dirinya.


Air mata Maria pun menetes ke pipi. Ia berusaha untuk menyembunyikan tangisnya dari semua orang. Dan keinginannya tersebut tak bisa ia kabulkan pada saat ia merasa tangan dari pemuda bejat yang ia pikir seumuran dengannya itu mengusap pipinya.


"Jangan menangis. Nanti semua orang berpikir jika kami melakukan sesuatu kepada mu."


Maria menatap mereka bingung. Bukankah mereka semua telah melakukan hal yang buruk kepada dirinya lantas kenapa mereja menganggap seolah-olah mereka tak melakukan apapun.


Maria membenci orang itu. Dia benar-benar tak bisa berkata dengan jujur dan ingin terlihat baik-baik saja di depannya.


Maria menarik napas panjang dan menundukkan kepalanya. Ia pun hanya mengangkat kepalanya dan menatap ke arah banyaknya orang-orang yang berada di dalam club malam itu.


Maria merasa merinding dengan mereka semua. Maria terus berdoa agar ia diberikan keselamatan oleh Tuhan.


Saat ia dibawa ke dalam, Maria tak bisa berkata lebih banyak lagi saat ia melihat mereka semua yang membawa dirinya ke tempat VIP.


"Aku akan diapakan?" tanya Maria dengan suaranya yang serak.


"Diamlah. Jangan banyak bertanya. Ikuti saja apa yang kami lakukan."


Ternyata mereka tengah menemui pemilik club ini. Di ruangan itu banyak sekali orang-orang penting yang berkumpul.


"Ini bos kami membawa wanita yang kalian inginkan. Lumayan untuk menambah keuntungan kita. Dia lumayan cantik."


Seseorang pun maju dan memperhatikan semua bagian Maria. Ia mengangkat satu aslinya dan berpikir jika Maria terlalu cantik.


"Wow luar biasa. Tampaknya kau bisa menemukan apa yang aku inginkan," ucapnya dengan senyuman miring dan menatap ke arah bosnya yang tengah memainkan ponsel.


"Apakah dia masih perawan?" Maria pun terhenyak mendengar kata-kata tersebut.


Sementara itu orang-orang yang menculiknya tadi menggelengkan kepala karena tak ada di antar mereka yang tahu apakah Maria sudah perawan atau tidak lagi.


"Sepertinya dia masih perawan jika dilihat dari wajahnya yang lugu," ucap mereka kepada orang tersebut.


Tapi, Maria tahu jika ia bukanlah seorang perawan seperti yang mereka katakan. Maka dari itu Maria takut ketika mereka ingin memastikan jika ia prawan atau tidak nanti.


"Aku tidak perawan," ucap Maria to the point dan beratap jika mereka tak akan jadi mencarinya. Mungkin bisa saja mereka hanya mengharapkan gadis perawan.


"Sayang sekali. Padahal jika kau seorang perawan maka kau akan mendapatkan nilai tinggi."


Tapi, Maria hanya menundukkan kepalanya dan tak peduli apakah harga dirinya akan mahal atau tidak.


"Tuan bagaimana pendapat mu dengan wanita ini?" tanya sang bawahan kepada tuan besar mereka yang sama sekali tadi tak peduli dengan percakapan mereka.


Maria dan juga tuan besar mereka pun saling pandang. Maria sangat terkejut dan kemudian ia berusaha untuk memberontak dari mereka yang menahan tangannya.


Lalu kemudian ia berlari ke arah orang yang ia anggap tuan mereka. Bahkan sang asisten dan pemuda tadi berusaha untuk menjauhkan Maria dan tuan mereka yang diketahui seorang gay.


"Tolong selamatkan aku."


Ia masih terdiam dan kemudian menarik napas panjang. Ada amarah yang di dalam wajahnya saat melihat Maria yang hendak dijual.


Ia memeluk tubuh Maria dengan sangat erat dan lalu kemudian mengecup kepala wanita tersebut. Semua orang yang melihat adegan itu sangat terkejut.


"Maria kenapa kau ada di sini? Apa yang sudah kau lakukan Maria?" tanya Justin dengan geram.


"Hiks, maafkan aku. Karena aku merasa bosan di rumah makanya aku keluar dari rumah untuk mendapatkan ketenangan. Dan aku tak menyangka jika akhirnya akan seperti ini."


Justin pun mengehela napas panjang. Maria memang wanita yang sangat sulit untuk diatur.


"Bagaimana jika kau dijual bukan kepada ku?"


"Maafkan aku."


"Lain kali jika kau melakukan ini berpikir lebih jauh lagi. Aku sudah melarang mu."


Justin pun menatap ke arah mereka semua yang sudah menculik Maria. Tatapannya sangat tajam dan membuat mereka semua bergetar di tempat.


"Maaf tuan, siapa dia? Apakah dia sangat penting bagi mu."


"Bahkan aku tak akan merelakan dia dijual. Kalian semua yang sudah menculik Maria akan mendapatkan hukuman, tapi juga aku akan memberikan hadiah kepada kalian. Jika bukan kalian yang menemukan aku tak tahu siapa yang akan mendapatkan dirinya."


Setelah mengatakan hal tersebut, Justin pun membawa Maria ke luar sambil menggendong Maria tang berada di pelukannya. Semua orang yang berada di diskotik tersebut menatap ke arah Maria dengan pandangan terkejut dan juga iri.


Banyak orang yang tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Ini adalah sesuatu yang benar-benar di luar ekspektasi mereka.


"Siapa yang telah digendong Justin."


"Aku rasa wanitanya."


"Dia seorang gay."


"Entahlah, mungkin dia sudah tertarik dengan wnakta itu," ucap mereka sembari menatap ke arah Maria yang tengah menyembunyikan wajahnya di leher Justin.


"Di sini bukanlah tempat mu. Banyak orang di luar sana yang mengincar diri mu, jika hal tersebut terjadi aku tak bisa membayangkan bagaimana merah padamnya wajah ku nanti. Hari ini kau akan mendapatkan hukuman dari ku."


Mendengar kata hukuman saja telah membuat tubuh Maria merinding dan takut jika Justin akan bermain kasar kepadanya karena selama ini Justin sangat baik dan berusaha untuk menahan hasratnya.


________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.