
3 Tahun Kemudian
Setelah tinggal cukup lama di sini Maria pun sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada di sini. Setiap malam pasti ada pesta yang sangat besar di rumah ini. Tapi, Maria sama sekali tidak pernah masuk ke dalam acara tersebut.
Bahkan Maria juga tidak tahu bagaimana acara itu berjalan. Lagi pula Ia pun takut niat untuk mencari tahu.
Mengenai ibunya, Maria sudah pernah bertemu dengan wanita itu secara diam-diam. Ia sangat senang saat ini ibunya telah sukses menggunakan uang yang diberikan oleh Justin.
Setidaknya wanita itu bisa menyaingi tahta Justin suatu hari nanti dan bisa membebaskan dirinya. Jujur saja jika memilih antara Ibu dan Justin pastilah Maria akan memiliki ibunya sendiri.
Justin memang sangat baik kepadanya selama ini, tapi Maria tahu juga Justin juga pasti akan membesarkan dirinya karena ada maunya.
Iya memang tumbuhnya cantik wanita seperti wanita umumnya. Tubuhnya benar-benar sangat diidamkan oleh kaum Adam. Ia adalah wanita yang paling sempurna.
Tapi sayangnya Maria sama sekali tak pernah berbahagia akan hal itu. Karena yang terjadi pada dirinya bukanlah sebuah kebanggaan bagi hidup Maria.
Maria Bun pergi dari meja riasnya. Ia sering dirias oleh pekerja di sini. Makalah Maria juga tak menyukai alat-alat make up. Lagi pula tanpa dirias Ia juga akan menjadi wanita yang sangat cantik.
Terlebih lagi Maria menyukai kecantikan yang alami. Begitu pula dengan Justin yang menyukai Maria apa adanya.
"Maria, kau adalah anak yang sangat cantik," ucap Elmira yang bangga.
Sedangkan Maria sangat membenci Elmira. Dari dulu sampai sekarang hubungannya dengan Elmira sama sekali tak membaik.
Wanita itu sering beradu mulut dengan Maria yang berakhir Maria lah memenangkan semua itu karena Justin lebih membela dirinya.
Maka dari itu pula dendam Elmira sangat besar kepada Maria.
"Sebentar lagi kau akan dilelang. Aku yakin jika kau tak akan bisa lagi mengejek ku. Huh, pergi kau dengan pria hidung belang itu."
Maria pun membenci Elmira. Inilah hari yang paling sangat ditakutkan oleh Maria di mana ia akan pergi dari rumah ini. Walaupun pelelangan itu akan dilakukan beberapa hari lagi tapi Maria tetap saja sudah merasa sangat marah kepada Justin.
Ia tak ingin pergi dari sini. Begitu banyak kenangan yang bersama dengan Justin.
"Elmira kau sangat berisik."
Maria mengabaikan Elmira dan lalu kemudian wanita itu ingin mencari Justin. Hari sudah malam sudah pasti Justin berada di tempat party.
"Di mana Justin? Aku ingin bertemu dengannya."
Elmira pun memandang Maria dengan tatapan meremehkan. Iya tertawa pelan lalu mengalihkan pandangannya dari Maria.
"Kau pikir Justin akan bertemu dengan mu? Dasar wanita terlalu konyol. Sebentar lagi kau akan dijual dan dia akan mendapatkan uang banyak."
"Tutup mulut mu sialan," marah Maria dengan napas yang menggebu-gebu.
Ia pun mengepalkan tangannya dan lalu kemudian pergi meninggalkan Elmira. Wanita itu memang bisa membuatnya ada darah tinggi.
Justin pun mengerutkan keningnya. Tapi ia tetap melebarkan senyumnya melihat Maria. Hal yang paling mengejutkan adalah ternyata Justin hanya memamerkan senyumnya kepada Maria.
Maria datang memeluk tubuh Justin. Wanita itu sangat sedih ketika nanti harus berpisah dengan pria itu.
"Kenapa lagi kamu menangis?" tanya Justin sambil mengusap surai Maria dengan lembut.
Maria pun menghapus air matanya dan mendongak. Seolah-olah wanita itu ketika dikasih hati oleh Justin.
"Justin, kau bener-bener akan menjual ku nanti? Walaupun beberapa hari lagi aku masih tidak tega untuk meninggalkanmu. Bukan, lebih tepatnya aku tidak rela tubuhku dijadikan pemuas hawa nafsu mereka. Apakah kau tak melihat apa yang telah kita lakukan selama ini? Begitu banyak kebersamaan kita Apakah kau tidak merindukannya nanti?"
Justin tak menjawab apa yang ditanyakan oleh Maria. Ia memiliki rencana dan pikirannya sendiri yang tak akan pernah ia beritahu kepada Maria.
"Aku sama sekali tidak memikirkan itu Maria. Kau terlalu berlebihan dan menyalah artikan kebaikanku selama ini."
Maria pun menarik nafas panjang. Mungkin ini adalah salahnya yang terlalu berharap kepada Justin. Lebih baik ia pergi bersama ibunya dan meminta ibunya menjemputnya.
"Kau jahat Justin," ucap Maria dengan tangis yang luar biasa."Kau sering menyentuh tubuh ku, apakah kau sama sekali tak ingin menikmati tubuh ku?"
Justin diam seribu bahasa. Ia telah menjaga Maria hingga wanita itu besar.
"Maria diam, ada hal yang tak perlu kau ketahui. Kau lihat saja nanti dan jangan menangis. Aku muak melihat air matamu itu."
Setelah itu kemudian pergi meninggalkan Maria yang tengah menangis di tempat itu. Memang sudah seharusnya ia tak boleh percaya kepada Justin.
Sementara Elmira pun datang seorang ingin mengejek dirinya. Maria sangat benci kepada perempuan itu sehingga ia lebih memilih pergi daripada mendengar semua hinaan yang dilontarkan oleh Elmira.
"Oh sedang menangis rupanya."
Maria berlari ke dalam kamarnya lalu menutup pintu dengan rapat Elmira tidak bisa berkata apapun di luar sana.
"Dasar wanita yang tidak tahu diri."
Maria lantas masuk ke dalam selimut dan menutup wajahnya dengan selimut itu.
Menarik nafas panjang dan berdoa untuk bercampur dengan kondisi yang sedang dijalankannya. Tak terasa waktu begitu cepat dan pada akhirnya ia pun langsung dijual. Maria begitu benar-benar menyesal dengan apa yang ia lakukan di masa lalu.
"Mama, semuanya sudah hancur. Aku benar-benar tak bisa berbuat apapun karena aku adalah wanita yang sama sekali tak ada di matanya. Entah apa yang ada di pikirannya meninggalkan ku dengan pria lain. Sebegitu buruk kah aku bagi dirinya? Aku juga telah mengecewakan mu karena telah jatuh cinta kepadanya," monolog Maria dengan suara yang sangat sedih.
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.