Beautiful Woman In Disguise

Beautiful Woman In Disguise
gadis manis/gadis liar?



matahari pun telah menyinari bumi.


seorang gadis yang berjalan masuk ke gerbang pintu, ya nazia dia sudah tidak memakai kotak di kepalanya lagi.


'lihatlah cewek cantik itu'


'wowww, ternyata cantik juga ya'


'eleh cantik cantik tapi miskin'


banyak lah omongan orang yang di dengan oleh nazia, tapi nazia tidak menanggapi nya, bagi nazia itu hanya angin lewat saja.


"hay gadis manis" panggil abraham menatap tajam ke arah nazia. nazia hanya mengabaikannya saja.


"shitt!! ngapain kau tidak menjawab" ujar abraham benar benar kesal, abraham benar benar sudah menyukai nazia. entah kenapa hatinya sangat nyaman di dekat nazia?


"Oh my god bisakah kau tidak usah menggangguku"jar nazia kesal.


"aku akan selalu mengganggu mu" goda abraham tersenyum tipis, "kau senyum?" tanya nazia tertawa selama ini dia tidak pernah melihat abraham tersenyum tulus seperti itu.


"ya ada yang salah"


"tidak ada" jar nazia menyungingkan bibir.


"lucu" kata abraham tersenyum dan mengusap kepala nazia. "apasih pegang pegang" ucap nazia mengibas tangan abraham.


"ngapain kalian di sini" tanya sifa sangat kesal.


"sialan! kau !" sambung abraham kesal kepada sifa. berani berani nya sifa mengganggu abraham dengan nazia.


"Oh abraham bisakah kau romantis dengan ku, dari pada cewek miskin ini" jar sifa mendorong tubuh nazia, untung saja nazia sempat menahan keseiimbangan tubuh nya.


"damn! kau wanita tidak tahu diri, pergi kau" kata abraham benar benar kesal. dan mendorong tubuh sifa, karena dia tidak terima nazia di sakiti.


"kau kenapa abraham, aku itu cinta sama kamu" tutur sifa marah..


"i don't care" kata abraham tidak peduli sama sekali. sifa semakin dibuat api kemarahan nya.


"rame nih kek nonton film" ujar nazia di sela sela pembicaraan mereka.


"dasar kau cewek miskin, tidak tau diri, kau jelek, cantikan juga aku!" kesal sifa berjalan pergi, padahal nazia lebih cantik darinya.


nazia pun memutar bola mata malas, dia pun melangkah kan kakinya, tapi tangan nya di tarik oleh abraham.


"mau kemana?"


"tidak usah ikut campur, kau bukan siapa siapa ku, kakak bukan, adek bukan, pacar bukan, jadi jangan mengusik ku lagi" jar nazia kesal dan melepas tangan abraham.


"bagaimana kalau lebih, seperti aku adalah suamimu" kata abraham berjalan maju ke arah nazia.


sedangkan abraham dia mengangkat tangan kanan nya dan menempelkan di dinding. mereka berdua bertatap tatapan.


"halu, tipe suamiku itu bukan sepertimu! " ujar nazia, dia pun langsung mengigit tangan abraham. "awww"ringis abraham. dan nazia pun berhasil kabur.


"ternyata selain gadis manis, ternyata dia gadis liar juga ya" jar abraham tersenyum, entah mengapa dia sangat suka gaya nazia yang terlihat anggun, bukan seperti cewek lain nya berdandan menor, menurut abraham nazia sangat cantik dari wanita lain nya karena nazia tidak berdandan tebal seperti cewek cewek lain yang mendekatinya.


.


bel istirahat pun berbunyi..


"wati" panggil nazia kepada wati.


"eh nazia"


"ayo kekantin" ajak nazia, dan wati pun mengangguk.


"hay mau kemana?" tanya edward kepada dua wanita itu.


"kami mau ke kantin" jawab wati tersenyum, karena wati sudah menyukai edward dari dulu hingga sekarang.


"oke aku ikut" jar edward tersenyum dan melirik nazia.


Setelah sampai di kantin. tampak para murit melihat ke arah mereka bertiga.


'eh eh, liat tuh bagaimana bisa si cupu wati, dan mantan kepala kotak itu , bisa dekat sama edward'


'mungkin di pelet'


'iya mungkin, kayanya nazia itu miskin deh'


'iya tuh'


banyak omongan murit yang sampai ketelinga nazia dan wati, mereka hanya sabar menghadapinya.


"udah tidak usah di dengari omongan mereka, ayo makan" ajak edward tersenyum dan melirik lagi ke arah nazia, mereka berdua pun mengangguk.


edward putra👇



Wati👇



Sifa👇