
Gilang yang menatap adiknya, dia merasa iba karena sudah 7 hari lebih belum bangun, gilang selalu setia menunggu adiknya walaupun adiknya itu menyebalkan tetapi dia tetap sayang.
"hey gilang, ayolah makan dulu" ajak meira mendekati tubuh gilang, gilang hanya menggeleng.
"oh ayolah, nazia bakal baik baik saja" sambung meira tersenyum dan menyuapi gilang lalu gilang pun menerima sendok dan masuk ke mulutnya.
beberapa saat, gilang hanya menggenggam tangan adiknya itu, tapi.. tiba tiba jari tangan nazia pun bergerak membuat gilang dan meira terkejut, nazia perlahan lahan membuka matanya.
"kak gi.. gilang" ujar nazia lemah.
"hey kau telah sadar, syukurlah" kata gilang tersenyum, "mommy, daddy, nazia sudah sadar" teriak gilang, membuat nazwa , hajir, dan rion berlari ke dalam ruangan.
"mommy, daddy, kak rion" panggil nazia tersenyum.
"anak mommy" jar nazwa tersenyum dan mendekati nazia yang terbaring.
gilang pun tersenyum, tidak lupa pula meira, dia bahagia sekali. teman nya itu sudah sadar.
Sedangkan abraham dia senang karena menadapat kabar baik kalau nazia telah sadar dari koma. abraham yang berlari ke arah nazia jujur dia sangat tidak sabar untuk menemui nazia. setelah abraham masuk ke ruangan terlihat nazia yang tidur nyenyak, dangilang pun duduk menghadap nazia, dia pun memberi bunga yang berbungkus cantik itu.
abraham menggenggam erat tangan nazia, nazia hanya tidur nyenyak saja, tak di sangka abraham mencium kening nazia dan pergi. untung saja para keluarga nazia istrirahat.
besok nazia sudah sembuh total, dan dia akan pergi ke sekolah kembali.
.
pagi yang cerah nazia yang sedang berdebat dengan daddy nya yaitu hajir.
"dad.. aku tidak mau mereka ikut, aku kan bisa jaga diri" kata nazia menunjuk beberapa bodyguart yang berpakaian serba hitam.
nazia yang sudah sembuh total, dia berjalan memasuki sekolah sedangkan bodyguart nya ada di belakang nazia, semua orang meliirim takut ke arah nazia.
"hey nazia!!" panggil sifa kesal berjalan ke arah nazia,nazia hanya menatap heran, kenapa?
"gara gara kau ayahku di pecat !" ujar sifa dia jadi jatuh miskin , padahal ulah nya sendiri.
"i'm sorry itu semua karena ulah mu sendiri" kata nazia pergi di ikuti oleh dua bodyguart nya, jujur nazia sangat risih karena di ikuti selalu. sedangkan sifa kesal.
nazia yang berjalan ke arah kesal, tapi tidak sengaja berselisihan dengan abraham, abraham pun tersenyum, abraham melindungi jalan nazia, sedangkan nazia hanya berdecak kesal. dan bodyguart yang ikut dengan nazia mereka di suruh duduk oleh nazia.
"abraham, apaansi, jangan ganggu aku lagi coba"
"gadia manis, kau sudah sembuh, baiklah mari makan"
"tidak usah" jar nazia kembali berjalan tapi di halangi oleg abraham, nazia kesal nazia pun menerobos tapi... rambut nazia tersangkut di resleting jaket abraham. senhingga membuat nazia berusaha melepaskan tapi tidak bisa.
"aduh abraham, tolong lepas dong resletingnya"
abraham hanya senyam senyum saja.
"abraham rambut ku nyangkut"
"itu artinya kau tidak bisa ke mana mana dariku" jelas abraham.
"abraham sakit!" kata nazia,padahal pipi nazia merah merona. dan abraham pun langsung melepaskan rambut nazia yang terkait di resleting jaket abraham.
"nanti pulang sekolah bareng aku" ujar abraham pergi. sedangkan nazia pasrah dan berjalan menuju kekelasnya.