Beautiful Woman In Disguise

Beautiful Woman In Disguise
wanitaku



"kau tidak apa apa?" tanya abraham panik.


"sifa kau yang mendorong nya" tuduh abraham kepada sifa.


"eh aku tidak sengaja" kata sifa mengelak padahal dia sengaja.


"tolong angkat nazia ke UKS" perintah pak yanto.


"saya saja pa" ujar abraham langsung mengangkat tubuh nazia.


"hey kau belum menyelesaikan hukuman bapak" ujar pak yanto melihat abraham berjalan ke uks dengan menggendong nazia. sifa hanya mengepal tangan nya kali ini rencana nya gagal lihat saja sifa bakal balas.


setelah berada di ruang uks, petugas uks hendak mengobati luka di lutut nazia, tapi abraham menahan nya.


"tidak usah , biar aku saja yang mengobati" kata abraham pertugas itu hanya mengangguk dia tidak bisa melawan.


sedangkan nazia sedang menatap abraham sedari tadi. abraham yang pelan pelan mengolesi obat luka hingga nazia meringis pelan.


'tersenyata pria badboy perhatian juga ya' gumam nazia dalam hati.


selesai mengolehi obat luka, abraham pun kembali fokus menatap wajah cantik nazia.


"terimakasih"


"tidak usah berterima kasih karena kau itu wanitaku" , nazia terbelalak kaget what...?? wanitanya?


"apaansih" jar nazia salah tingkah. abrham gemas melihat nazia salah tingkah.


"baiklah kau akan ku antar ke kelas" kata abraham langsung menggendong tubuh nazia .


"eh apaan sih ini sekolah"


"tidak masalah"


"ceh!"


semua siswa sedari tadi menatap abraham yang menggendong nazia, nazia malu dia menyembunyikan wajah nya di dada bidang abraham. sifa yang mengepal tangan nya kali ini nazia benar benar sudah beruntung.


abraham pun menurunkan tubuh nazia ke kursi nya.


"terimakasih banyak"


"hey miskin, kau cari kesempatan dalam kesempitan ya!" maki sifa mencengkram kerah baju nazia.


nazia hanya tersenyum sinis saja, abraham yang menolongnya bukan dia yang meminta.


"hey miskin kenapa kau diam saja" lanjut sifa mencengkram erat baju nazia.


"tanya saja sama abraham, huh!" ketus nazia menatap tajam ke arah sifa.


"oh udah berani ngelawan ya!!" kesal sifa melotot ke pada nazia, tapi nazia santay saja.


"giliran di jawab eh dibilang ngelawan, apa maumu??"


"dasar miskin" maki sifa benar benar tidak sabar lagi karena dia ingin melihat nazia berlutut kepadanya.


plakkkkkkk!! satu tampan mulus ke pipi nazia, semua orang melihat nazia dan sifa berkelahi.


bukkkkkkk! satu pulukulan ke pipi nazia lagi, nazia tidak bisa sabar lagi apa salahnya.


nazia pun jambak rambut sifa, dan sifa tidak tinggal diam dia juga berusaha menarik rambut nazia dan berhasil mereka pun berkelahi.


sedangkan abraham bingung kenapa ada rame rame di kelas nazia.


"hey ada apa di sana?, jangan jangan nazia kenapa napa" gumam abraham.


"bos, ada yang berkelahi di sana" ujar anak buah abraham, abraham pun langsung berlari di ikuti oleh anak buah nya abraham berlari ke arah kelas nazia.


"nazia!!" panggil abraham dia melihat sifa memukul nazia.


Sifa pun menajambak rambut nazia begitu juga dengan nazia, guru guru tidak tau kabar itu karena mereka sedang rapat.


sifa pun menendang tubuh nazia hingga nazia terjatuh dan dahi nya terkena ujung meja dahi nazia pun mengeluarkan darah. kepala nazia berat sekali hingga dia pingsan dan tidak sadarkan diri.


"kauuu!!! bawa dia!" perintah abraham untuk membawa sifa ke markas nya.


"hey gadis manis" panggol abraham murka dia sangat marah kepada sifa, abraham memutuskan untuk menggendong tubuh nazia ke rumah sakit karena dahi nya mengeluarkan banyak darah.


abraham pun berhasil melarikan nazia ke rumah sakit. nazia di tangani di ruang rawat.


"pasien baik baik saja, untung saja anda sempat membawanya ke sini jika tidak dia kehabisan darah, tapi...!"