
Sampai akhirnya nazia dan abraham sudah di meja, di sana juga sudah ada ibu abraham, serta marisa nya yang senang akan di jodohkan dengan abraham.
"nazia? " tanya marisa terkejut perempuan yang di bawa oleh abraham.
"mom! ini lah pacarku lebih cantik! " kata abraham menggenggam tangan nazia, marisa pun terkejut dan cemberut membuat nazia iba.
"tante aku bu... " , "awwww! " ringis nazia karena kaki nya di injak kencang oleh abraham.
meri ibu abraham pun tersenyum dan bersyukur melihat putranya sudah memiliki pacar jadi dia tidak akan memaksa putranya untuk perjodohan. tapi... meri merasa kenal dengan nazia? wajahnya sangat mirip dengan orang yang pernah di temuinya?
"baiklah mom tidak akan memaksamu lagi untuk perjodohan ini" kata meri tersenyum mendekati nazia yang terdiam kaku.
"siapa, namamu nak? " tanya meri tersenyum kepada nazia. "eh.. emm nazia ahmad tante" ujar nazia tersenyum dan mencium punggung tangan ibu abraham. "nazia ahmad" meri merasa kenal dengan nama itu tapi dia mengingatkan , ah sudahlah nanti saja.
"tante bagaimana dengan ku? " tanya marisa mata nya sudah berkaca kaca. "marisa sayang, tante bukan bermaksud menolak kamu, tapi sayangnya abraham sudah punya pacar " kata meri. "baiklah aku pergi " kata marisa pamit dan menangis.
"syukurlah" gumam abraham dalam hati.
"nazia sayang, duduk di sini ya... apa kau benar benar pacar abraham? " tanya meri kepada nazia, nazia sedikit ragu, nazia pun melihat abraham yang melotot kepadanya membuat dia ngeri. nazia mengangguk pelan.
"iya tante" jawab nazia.
"hey, panggil aku mommy saja" tegur meri, "baik mom" jar nazia tersenyum ternyata ibu abraham sangat baik tidak kaya anaknya!
abraham duduk di sebelah nazia, baru kali ini abraham merasakan kehangatan makan dengan keluarga walaupun tidak lengkap, karena selama ibunya bekerja dan ayah nya bekerja, dia makan sendiri tidak ada teman di rumah. dan baru kali ini abraham makan dengan ibunya yang sibuk bekerja.
drtt....drt... dering handphone ibu abraham.
"ya.. halo...."
"oh ya ya, saya segera ke sana" , tut.
"nazia sayang tante pamit dulu ya.. "
"mom mau ke mana? " tanya abraham. "mommy mau ke rumah sakit abraham ada pekerjaan penting" jelas ibunya.
abraham tampak kesal, "mom! bisakah kau meluangkan sedikit waktu untuk ku! "ucap abraham.
" abraham sayang, ini pekerjaan penting yang harus mommy tanda tangani" sambung meri. "mom! selamat mommy dan daddy sibuk kerja, aku tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua" ujar abraham merasa kecewa padahal ini baru sebentar tapi apakah ibunya tega meninggalkan nya? sedangkan nazia melongo melihat abraham.
"abraham sayang..? "
"cukup mom! sesibuk itu kah itu mommy dan daddy, sampai tidak mengurus anaknya" ujar abraham, meri diam saja. sampai abraham berlari keluar restoran dengan menarik tangan nazia. nazia pun memberontak kenapa abraham ini! ibunya di tinggal sendiri!
kemudian abraham sudah sampai di mobil nya, nazia hanya melongo.
"hey abraham! aku membawa mobil sendiri! " kata nazia. "biar aku yang mengurusnya" jawab abraham.
"tidak abraham"
"masukkkk! " teriak abraham, membuat nazia ketakutan, dan menurut masuk.
sedangkan meri merasa bersalah dengan anak nya. memang dia sibuk di rumah sakit nya. karena banyak pasien yang berdatangan. dia merasa ibu yang tidak berguna!!
.
sedangkan nazia yang di bawa abraham duduk diam dan melihat ke luar kaca jendela. lalu nazia pun menatap abraham yang fokus menyetir.
"abraham kenapa kau meninggalkan ibumu" tanya nazia lembut kepada abraham.
"kau tidak tau apa apa nazia! "
"abraham... aku tau, kau sangat kesal kepada ibumu! tapi kan dia tetap ibumu abraham"
"nazia... aku tau itu, tapi kenapa ibuku tidak pernah merawat ku.. aku tidak pernah merasakan kasih sayang keluarga" ujar abraham memukul setiran mobil. membuat nazia merasa iba. nazia pun menggenggam tangan abraham dengan satu tangan. membuat abraham merasa senang dengan genggaman ini.