Beautiful Woman In Disguise

Beautiful Woman In Disguise
emosi abraham



emosi abraham memuncak , kali ini dia tidak akan lepaskan nazia darinya. dan tidak ada satupun yang menyentuh wanitanya.


Setelah itu mereka pun memulai pelajaran dengan tertib, sampai bell istiraht berbunyi membuat nazia dan wati ke kantin bersama.


mereka berdua pun duduk di kantin.


"nazia... aku dengar kau dekat ya dengan abraham" goda wati tertawa, "tidak lah.. abraham bukan tipe ku" jawab nazia tertawa bersama wati.


Sedangkan satu siswa yang berlari panik. nazia di buat bingung.


"hey ada apa kau panik?" tanya nazia bingung. "itu!! teman ku edward berkelahi dengan abraham" jar seorang laki laki dia adalah teman edward.


"apa!" ujar wati, sedangkan nazia melotot.


"ayo ikut" tarik nazia kepada wati, mereka pun berlari ke arah markas abraham dimana edward dan abraham berkelahi...


Nazia yang melihat edward yang dipukuli abraham sedangkan edward juga membalas pukulan abraham.


"hey kenapa berkelahi?" teriak nazia kesal. abraham yang berdiri dengan lebam di muka nya, sedangkan edward sedang tergulai lemas di lantay dengan muka lebam di muka nya.


nazia berlari ke arah edward yang pingsan sedari tadi. nazia pun menolong edward.


"kenapa kau menolongnya!" tanya abraham dia kira nazia akan menolong nya terlebih dahulu.


"abraham kau masih kuat, lihatlah dia.. sudah pingsan!!" kata nazia kepada abraham, abraham sungguh kecewa.


Nazia dan wati pun mengangkat tubuh edward ke UKS.


Sedangkan abraham dia terlihat galau yang duduk di markas nya sedangkan anak buahnya bingung melihat bos nya, baru kali ini bos nya diam dan tidak kasar?


Nazia yang dari tadi mencari abraham, dia merasa bersalah... kali ini dia akan mengobati luka abraham, nazia mencari cari abraham tapi tidak ketemu. apa jangan jangan abraham ada di markas nya ya? gumam nazia. baiklah nazia akan ke sana untuk mengobati luka abraham.


"ingat! hanya mengobati luka abraham" , nazia pun pergi ke lantai atas di mana itu tempat markas abraham.


"bos" panggil anak buah abraham.


"ada apa sih! " teriak abraham merasa terganggu. "ada wanita bos, nazia" ujar anak buah itu berlalu pergi sebelum bos nya marah.


"ada apa?" tanya abraham mengusap muka nya dengan kasar. "emm. aku mau mengobati lukamu saja" jawab nazia mendekat ke arah abraham. "tidak usah" tolak abraham menatap nazia dengan tajam.


"hey abraham itu lebam di muka mu itu biru , dan akan membengkak!" omel nazia. "bukan kah kau mau mengobati edward bocah si*lan itu?" tanya abrham.


"oh my god, abraham... apa salahnya, edward yang pingsan itu masa di biarkan? jika tidak dia bisa mati" jelas nazia.


"baiklah" ujar abraham mengijinkan nazia mengobati lebam di wajahnya, padahal abraham sudah biasa dengan lebam di mukanya. tapi biarkan lah abraham tidak akan meninggalkan kesempatan.


jari jari nazia pun mulai nengolesi obat di wajah lebam abraham, membuat abraham bahagia. Sampai akhirnya mereka bertatap tatapan.