Beautiful Woman In Disguise

Beautiful Woman In Disguise
ancaman abraham



Hari yang sedikit mendung, dan terlihat kedua siswa yang sedang di hukum karena terlambat.


nazia yang sedari tadi hormat tidak lupa pula kotak di kepalanya, sedangkan abraham berdiri santay saja di sebelah nazia.


tampak siswa di sekolah melihat ke arah nya.


'omg!! lihatlah kepala kotak itu di hukum bersama abraham, beruntung sekali!'


'waw kelihatannya cocok'


lebih banyak lagi ejekan orang yang pedas, sedangkan nazia hanya membiarkan saja.


"lihat lah, semua orang menghina mu, coba lepaskan saja kotak jelek di kepalamh itu" kata abraham.


"biarkan saja"


"apa apa an, di biarkan saja, emangnya kau ini apa?" ketus abraham.


"ternyata seorang teman hanya mendekati karena uang saja, itulah sebab nya aku begini" jelas nazia menghela nafas berat berat..


"Oh jadi kau di hianati teman mu"


ting..tong bel istirahat.


"ya bisa di bilang begitu, oh ya bel istirahat sudah berbunyi, bye bye" kata nazia pamit dan berlari tidak lupa pula dia memegang kotak di kepalannya.tanpa sadar abraham tersenyum.


"nazia"


"ya apa, wati"


"kenapa kau di hukum" tanya wati.


"karena terlambat" jelas nazia menghela nafas.


"tidak apa apa, besok jangan terlambat lagi ya,oh ya kenapa kau dihukum bersama abraham?" tanya wati.


"gara gara dia aku di hukum, tau tidak dia mengajak ku memanjat!" kesak nazia mengingat nya. "waduh, sabar ya" sambung wati, dan nazia pun mengangguk.


tiba tiba ada seorang siswa yang menghampiri nazia dan wati.


"nazia tolong, watii tolong" jar seorang laki laki yang bernama edward. "ada apa?" tanya nazia bingung.


"tolong akuu, aku di pukuli , kau lah yang bisa meluluhkan hatinya" ucap edward menuh ketakutan.


"siapa yang mengusik mu?" tanya nazia, sedangkan wati hanya diam saja dia sudah tua siapa yang mengusik laki laki itu.


"abraham"


"abraham?" tanya balik nazia apa mungkin si cowok badboy jua.


"di mana kau di usik?" tanya nazia kepada edward.


"ikut aku" ajak edward berjalan dan di ikuti oleh nazia dan wati.


Bukkkkk!! bukkkk! suara pukulan orang di atas kedung tua itu.


"oh my god" desis nazia. setelah sampai di atas gedung tua... dia melihat abraham yang memukuli seorang. sebab itulah nazia marasa iba.


"hentikan!" teriak nazia memegang kotak nya.


abraham pun tersenyum karna kedatangan nazia.


"ada apa?" tanya abraham tersenyum dan mendekati nazia, nazia hanya tenang.


"kenapa kau memukulinya"


"gadis manis, dia yang duluan mulai" jawab abraham menatap arah edward dan wati mereka hanya menundukan kepalanya.


"berhentilah membuat orang sengsara dengan akal gilamu itu!" katus nazia kesal. para anak buahnya hanya diam saja.


"baiklah kalau itu maumu, tapi dengan satu syarat" jar abraham, "apa?"


"kau harus melepas kotak di kepalamu itu dan... kau tidak usah lagi memakai kotak itu!" abraham tatapan tajam ke arah nazia.


"apa kau gila ya! aku tidak mau" tolak nazia mana mungkin!


"oh kalau tidak mau, wati dan teman mu itu akan sengsara" jar abraham serius, "oke baiklah" sambung nazia pasrah daripada teman teman nya yang terluka.


abraham pun tersenyum, dia menarik tangan nazia ke arah lapangan sekolah. para siswa di sana tampak terkejut.


setelah sampai di lapangan sekolah abraham pun menghentikan langkah nya.


"cepat lepaskan kotak mu itu, biar semua orang melihat" ujar abraham.


"kau gila ya, kenapa di deoan semua orang" tolak nazia dasar laki laki badboy!


"oh apa kau tidak mau, lihatkah wati dan kawan mu itu belum kembali, kalau kau menolak aku langsung menyuruh anak buah ku untuk mengahisi nya" ancam gilang serius dengan ucapan nya.


Nazia pun hanya pasrah, diapun langsung membuka kotak nya itu dengan perlahan lahan, orang orang yang berkumpul untuk melihat wajah cantik nazia.


Tampak nazia yang sudah mengambil jotak di kepalanya, semua orang tampak terkejut, apalagi guru guru yang ada di sana sudah menonton sedari tadi.


'woahh cantik'


'wow cantik banget'


'ternyata di dalam kotak itu terdapat wajah yang cantik'


banyak lagi omongan orang yang memuji nazia, kali ini rancana nya gagak gara gara pria itu.


abraham pun tersenyum puas, diapun langsung menggendong tubuh nazia.


"hentikan! turunkan aku" jar nazia memberontak.