Beautiful Woman In Disguise

Beautiful Woman In Disguise
jadilah pacar pura pura ku



selepas itu nazia hanya mendengus kesal dan kembali ke kelas, dia tidak akan lagi dekat dengan abraham bisa bisa dia mengganggu hubungan marisa dan abraham! dia juga sangat kesal kenapa abraham sudah punya kekasih tapi masih menggoda wanita lain termasuk dia?


"huhhh! menyebalkan" dengus nazia duduk di kursi kelasnya.


"nazia.. kau kenapa apa kau sakit.. hmm apa kau ada masalah dengan abraham" goda wsti tertawa, "tidak.. tidak ada, nanti kita jadi kan?" ujar nazia


"jadi kok, tapi aku gak punya mobil buat jemput kamu" kata wati cemberut, "udah gapapa , gak masalah! nanti aku jemput kamu ya" sambung nazia menggenggam tangan wati. "terimakasih nazia, apa tidak merepotkan? " tanya wati lagi. "tidak wati" jawab nazia. dan mereka pun tersenyum bersama. sampai akhirnya bel pulang sekolah pun berbunyi.


nazia yang berjalan keluar sekolah dengan wati. tapi nazia tidak sengaja melihat abraham yang sedang ribut dengan marisa di parkiran.


padahal nazia mengabaikan saja. tapi wati menarik tangan nazia hingga sampai di tempat abraham.


"kalian kenapa? " tanya wati sedangkan nazia hanya diam melihat layar ponsel nya.


"wati.. kau urus marisa aku ingin pulang bareng dengan nazia, " baiklah kalau begitu, ayo" ajak wati menarik paksa tangan marisa, "eh aku tidak mau.. aku mau pulang dengan abraham" teriak marisa penuh amarah sampai akhirnya wati berhasil membawa pergi marisa.


"hey kenapa kau tidak pulang bareng dengan pacar mu!? " tanya nazia kenapa dia di tinggal di sini dengan abraham. " pacar!? dia itu bu.. " kata abraham terpotong karena nazia memotong pembicaraan nya, "ah sudah lah aku tidak perlu alasan" kata nazia penuh kesal! mengapa nazia?


"pulang dengan ku" ajak abraham kepada nazia. nazia pun mengangguk dia malas dia sudah lama tidak naik motor.


sampai lah nazia di rumah nya yang telah di antar abraham. nazia membersihkan dirinya nanti sore dia akan pergi bersama dengan wati.


sore pun tiba, nazia yang menyetir mobil nya kini dia telah sampai di depan rumah, wati yang terlihat sederhana. nazia tersenyum sambil berkata..


"wati aku tidak salah mengenalmu rupanya kau sangat bersyukur" ujar nazia tersenyum sampai dia melihat wati yang keluar dari rumah nya dan berjalan ke arah mobil nazia.


"apa kau sudah siap? " tanya nazia , "maaf nazia apa kau tidak risih berteman dengan ku? " tanya wati menunduk. "hey buat apa malu kita kan sama sama manusia, keluarga ku tidak memandang rendah nya manusia" jelas nazia, "terimakasih" ucap wati tersenyum.


seorang dua manusia yang sedang menunggu orang yang akan datang di restoran itu.sambil berdebat.


"mom! aku tidak mau di jodohkan dengan marisa! aku sudah punya pacar! " ujar abraham menggebrak meja.


"jika kau punya pacar makan bawa dia kesini! " jawab meri (mamanya abraham)


"baiklah akan aku bawa ke sini, pacarku lebih cantik " ujar abraham penuh emosi dan pergi keluar restoran. enak saja ibunya akan menjodohkan nya dengan gadis polos itu! dia tidak mau!


tapi di mana dia akan mencari cewek yang akan menjadi pacar pura puranya di sana tidak banyak cewek yang sendiri, apalagi banyak cewek yang sudah berpasangan datang ke restoran itu. arkkkkk! abraham frustasi. tapi.... kebetulan abraham melihat nazia yang berjalan masuk ke restoran.


.


sampai akhirnya nazia dan wati tiba di restoran, membuat wati terkagum. mereka pun keluar dari mobil. dan masuk ke restoran.tapi tangan nazia di tahan oleh abraham. whatt? abraham lagi?


"hey ada apa! " kata nazia kesal. sedangkan wati menahan tawanya emang jodoh gak akan kemana ya.


"bantu aku! " ujar abraham kepada nazia, "tidak usah minta bantuan kepada ku kau kan bisa sendiri" sambung nazia. "jadilah pacar pura pura ku, tolong" kata abraham. nazia pun melotot tidak percaya, apa apaan abraham ini!


"no..! " tolak nazia, "apa kau mau aku di jodohkan dengan marisa" jelas abraham, membuat nazia melotot kembali , what abraham akan di jodohkan?


"nazia tolong saja" bisik wati. "tapi bagaimana dengan mu? " tanya nazia lagi. "aku tidak apa apa, pergilah" sambung wati tersenyum, nazia pun mengeluarkan banyak uang dan memberinya ke wati, "pakailah ini, kau bisa belanja sepuasnya, tidak ada kata penolakan! " kata nazia memberi uang itu ke telapak tangan wati, " terimakasih nazia, aku pergi terimakasih banyak" ujar wati memeluk nazia karena terharu dan wati pun pergi.


"cepat sayang" kata abraham menggengam erat tangan nazia "apasih sayang sayang! kita, cuman pacar pura pura" sambung nazia kesal. "pacar beneran juga tidak masalah" kata abraham , nazia hanya diam tidak tau harus apa karena tugasnya adalah menolong orang.