Beautiful Woman In Disguise

Beautiful Woman In Disguise
KUE



Nazia dan abraham pun telah masuk ke rumah mewah abraham. tampak para bodyguard menunduk melihat tuan muda nya, nazia sudah terbiasa.


" eh nazia, ayo masuk" ajak meri tersenyum kepada nazia. nazia pun mengangguk.


sedangkan abraham masih cuek dan langsung masuk ke kamar nya, karena dia masih marah dengan mommynya.


"hey abraham!" teriak nazia marah karena nazia rasa abraham tidak sopan kepada ibunya sendiri.


"sudah biarkan saja nak, abraham memang begitu" kata meri sedikit sedih. "iya mom.. baiklah" jawab nazia mengusap tangan ibu abraham dengan lembut.


"nazia... ayo kita membuat kue" ajak meri kepada nazia.. kali ini meri akan mendapatkan nazia sebagai menantunya.


"baik mom" ujar nazia,dan ibu abraham pun bergandengan dengan nazia ke dapur.


Sedangkan di dalam kamar, abraham berdecak kesal! dia masih saja marah dengan ibunya. lebih baik dia berendam di bathup dan meredakan amarah nya.


sedangkan nazia tersenyum karena kue yang dibuat dengan ibu abraham sudah jadi dan tertata rapi di meja.


"nazia, kau hebat ya dalam memasak kue" ujar meri tersenyum.


"hehehe, ini keahlianku, ibuku yang telah mengajari ku mom, karena aku sejak dulu suka kue" jawab nazia tersenyum.


"sebenarnya.. kau berasal dari keluarga mana nazia, sepertinya nama "ahmad" mom pernah dengar, tapi di mana?" tanya meri penasaran.


"mom mau tau? ayah ku hajir ahmad, dan mommy ku nazwa syila pratama" jelas nazia menatap kue itu rasanya nazia ingin melahap kue itu tapi dia akan menunggu ibu abraham.


"whatt??" jar meri, ternyata nazia adalah anak nazwa teman kuliahnya dulu waktu di paris?dan mencapai cita cita bareng! oh my! meri terlupa dengan sahabat satunya itu.


"ada apa mom?" tanya nazia kebingungan melihat reaksi meri.


"asalkau tau nazia, mom ini teman ibumu dulu waktu kuliah di paris" jelas meri menggenggam tangan nazia.


"seriuss?" tanya nazia terkejut.


"yes, boleh kah aku bertemu dengan ibumu nanti" tanya meri balik, "boleh mom" jawab nazia tersenyum , oh ternyata aunty meri adalah teman ibunya nazia.


"nazia, apa kau bisa memanggil abraham di kamar nya, agar kita bisa makan bareng kue ini" tawar meri kepada meira. "emm maaf , apakah mommy tidak bisa?" tanya nazia kurang enak hati. "nazia... abraham masih marah padaku, jadi aku minta tolong kepadamu nak" ujar meri cemberut.


Nazia tidak sabar akan hal kue, kue adalah makan ke sukaan nya, baiklah dia akan memanggil abraham.


sampai lah nazia di depan kamar abraham, nazia menarik nafas sejenak dan membuka pintu kamar abraham dengan pelan.


nazia pun masuk ke kamar abraham yang berhiasan seperti kamar pangeran. tapi nazia biasa saja.


Nazia terus mencari abraham, tapi tidak ketemu, kemana abraham?


Nazia menyelusuri kamar abraham, hanya ada foto abraham sendirian di kamar itu.


"ceh.. mengapa yang di pajang foto abraham semua, kenapa tidak dengan keluarganya kek?" tanya nazia.


Ceklek!!


pintu kamar mandi pun terbuka, tampak abraham yang habis mandi dan berendam, abraham hanya menggunakan anduk putih di pinggang nya, sisanya yaaa.. otot nya wkwk


nazia yang melihat itu langsung berteriak! "Aaaaaaaaa mommy!!!!!" teriak nazia dan langsung melompat ke kasur abraham dan bersembunyi di balik selimut.. percuma nazia berteriak. kamar abraham lah yang paling jauh dan orang berteriak pun di kamar abraham tidak akan terdengar,karena abraham tidak ingin ada yang mengganggunya karena itulah abraham lebih memilih memiliki kamar jauh, iya sih nazia tadi memakai lift ke kamar abraham.


"Ouh kau gadis manis? kenapa kau mengejutkan ku" ujar abraham berjalan ke arah nazia yang, masih berkelumbun di dalam selimut.


abraham menarik selimut itu hingga terlihat tubuh gadis mungil dan menutup mukanya.


"nazia?" panggil abraham , "abraham? aku tidak mau melihat mu sebelum kau memakai baju" kata nazia masih menutup wajah cantik nya.


"hey kenapa aku ini kan pacarmu" kata abraham tersenyum. "tapi kan kita belum nikah abraham, belum halal!!!" kata nazia terus menutupi mukanya dengan erat.


"kenapa?" tanya abraham, abraham pun menarik tangan nazia, tapi nazia masih menahan nya. hingga akhirnya abraham menang dan tangan nazia terlepas dari wajah nazia. nazia masih menutup mata.


abraham pun mumulai aksinya, abraham ingin mencium nazia hingga nazia bisa merasakan nafas abraham yang semakin dekat. 'ini gak bisadi biarin ini' kata nazia.


nazia pun memukul bahu abraham hingga abraham meringis. " ayo ke dapur dan makan kueee!!" teriak nazia berlari ke luar kamar.


"sial*n!" maki abraham, tapi lepas itu abraham tersenyum melihat tingkah laku nazia.