Beautiful Woman In Disguise

Beautiful Woman In Disguise
gadis polos tapi caper



Bell pulang pun berbunyi... nazia yang lagi lagi di paksa oleh abraham untuk pulang bareng dan nazia pun setuju padahal dia terpaksa.


nazia yang telah di antar abraham langsung masuk tanpa bicara dengan abraham, sedangkan abraham hanya tersenyum melihat gadis yang melangkah masuk ke rumah mewah itu.


nazia pun membersihkan dirinya, sampai akhirnya dia merebahkan dirinya di kasur, nazia memikirkan abraham. ada apa dengan nya?


"aku bisa gila!! aku tidak akan lagi dekat dengan nya!" ujar nazia kesal.


Ke esokan harinya, nazia yang ke sekolah dengan cerianya, dia sangat bahagia karena wati tidak seperti teman teman nya dulu.


sampai di kelas nazia yang duduk santai di tempat duduknya, "naz... apa kau ada waktu nanti , kita jalan jalan yah?" ajak wati kepada nazia, "boleh aja wati, oke ya nanti" sambung nazia setuju, sampai akhirnya ibu vina masuk dengan membawa gadis ,sepertinya anak baru?


"baiklah anak anak, ada murit baru" ujar bu vina. "hallo ! nama saya marisa, panggil aja risa" jar marisa memperkenalkan dirinya. para murit pun menyapa nya.


"marisa! kamu duduk di sebelah nazia" ujar bu vina, dan marisa pun mengangguk.


"hai aku risa" jar marisa memperkenalkan dirinya ke nazia, "aku nazia" ujar nazia tersenyum.


Mereka pun mumulai pelajaran nya yang di berikan oleh bu vina.


sampai akhirnya bell istirahat pun berbunyi. semua murit berhamburan untuk ke kantin.


nazia dengan wati yang sedang ke kantin.


mereka berdua pun duduk di sebuah meja kantin.


"aku dengar kau dekat bangettt sama abraham, cieeee" goda wati tertawa.


"ih apaan sih, gak dekat banget sih" sambung nazia entah apa yang dipikirkan teman satunya.


"yeah? ada apa !" jawab nazia bingung, "kau di suruh bos kami untuk makan siang dengan nya" ujar pria itu.


"siapa?" tanya nazia kebingungan, " abraham" kata pria itu, "aku tidak mau, apa urusan nya dengan ku, dia kan bisa makan sendiri" jar nazia kesal.


"ayolah, tolonggg... kalau kau menolak bisa bisa aku yang akan mati" mohon pria itu benar benar takut. "hmmn baiklah"jar nazia karena dia kasian dengan pria itu.


"wati aku pergi dulu" teriak nazia, "baiklah semoga sukses" jawab wati tertawa.


lagi lagi nazia akan ke markas abraham itu, huh sungguh nazia kesal.


"ada apa?" tanya nazia kesal. "sini makan dengan ku" ujar abraham menatap tajam ke arah nazia, nazia pun melangkah dan duduk di depan abraham , yang penuh dengan makanan.


"kau kan juga bisa makan sendiri"tegur nazia, "tapi aku ingin makan dengan mu" jawab abraham. nazia hanya menggelengkan kepala.


tiba tiba ada seorang wanita yang berlari ke arah abraham sambil tersenyum.


"abraham.. makan bareng yu" ujar marisa dengan wajah polosnya. "wah ada nazia ya" kata marisa duduk di sebelah abraham tanpa permisi, sedangkan nazia hanya senyum dan lanjut makan.


abraham diam saja, malah dia yang di suruh oleh teman mommy nya untuk menjaga marisa. padahal abraham keberatan, dan menolak tapi mommy nya memaksa


marisa yang menyuapi abraham dan abraham menerimanya, membuat nazia kesal... kesal? ya karna dia merasa mengganggu mereka makan.


"baiklah, abraham kau sudah ada teman makan, aku pamit, terimakasih" ujar nazia, "nazia.. kau di sini saja"kata abraham kesal! dia belum menyuruh nazia pergi, "hiks.. hikss nazia disini saja" ujar marisa menangis dan memeluk abraham, abraham pun memberontak.


"mengapa sifat nya seperti gadis polos tapi caper" gumam nazia dalam hati dia merasa kesal kenapa dia begitu kesal padahal dia bersykur dong abraham sudah punya pacar, nazia pun berlari keluar.