
Sedangkan seorang gadis dia mengepalkan tangan nya karena melihat abraham menggendong tubuh wanita, karena dia belum sama sekali di gendong abraham. wanita itu bernama sifa.
Abraham yang menaruh tubuh nazia, sedangkan nazia hanya kesal kenapa dia di bawa ke tempat gedung sekolah tua itu, apalagi banyak anak buah abraham yang nongkrong.
"kenapa kau membawaku ke sini!"
"tidak apa apa" jawab abraham.
"ceh, kau yang membawaku kesini" kesal nazia berjalan pergi, tapi tangan nya di tahan oleh abraham.
"hari ini pulang dengan ku" bisik abraham di telinga nazia. deg...deg...deg..
nazia melepas tangan abraham, dan pergi begitu saja.
"oh ya ampun, kenapa jantung ku berdegup kencang" ujar nazia. nazia pun berjalan ke arah toilet. nazia pun bercermin.
"hancur sudah harapan ku" ujar nazia karena kotak nya sudah tidak ada di kepalanya.
"byurrrrrrrrrrrr......
"aawww" nazia berbalik siapa yang berani beraninya menyimbur pake air, baju nazia jado basah kuyup.
"kenapa kalian menyimbur ku!" kesal nazia kepada sifa yang telah menhimburnya.
sifa pun tersenyum sinis dan berkata:
"awas kau dekat dekat dengan abraham lagi" ujar sifa pergi berjalan keluar toilet.
"oh my, betul betul sial hari ini" jar nazia mengigil dan keluar toilet.
"loh kau kenapa, ya ampun naz" kata edward melihat nazia basah kuyup dan kedinginan. edward pun memberikan sebuah jaket dan memakaikan nya ke nazia.
"makasih"
"kenapa kau jadi basah begini?" tanya edward. "emm, tadk itu siapa sih namanya, aku di simbur sifa" kesal nazia mengingat tadi. "kau sabar aja ya, dia memang begitu" jar edward, nazia pun mengangguk.
"ngomong ngomong, kau cantik" lanjut edward tersenyum. "thanks"
Bell pulang sekolah pun berbunyi, tampak nazia yang menunggu supir nya, dia tidak mau pulang bareng dengan abraham.
abraham pun melihat nazia yang memakai jaket laki laki.
"itu jaket siapa?" tanya abraham menatap tajam ke arah nazia.
"jaket adward" jawab nazia santay, "lepas jaket itu" perintah abraham, "lah kenapa tidak mau!" tolak nazia kenapa di lepaskan dia sangat kedinginan karena baju nya yang basah. "nazia jangan menguji kesabaran ku, lepas" paksa abraham melepas jaket nazia. nazia memberontak. "apa kau gila, bju ku basah dari tadi makanya aku memakai jaket ini" kesal nazia mengigil.
abaraham pun terkejut siapa yang berank beraninya menimbur nazia?
Abraham pun mengeluarkan jaket nya dan memakai nya ke tubuh nazia.
"siapa yang berani berani nya menyimburmu?" tanya abraham kepada nazia.
"ah tidak"
"cepat katakan!!"
"emm sifa"
"sialan, awas saja" kata abraham kesal.
"eh jangan di apa apain dia" kata nazia.
"ayo naik"jar abraham, sedangkan nazia mengalihkan pandangan dan diam saja.
"nazia ahmad, ayo!" bentak abraham kesal, nazia pun menurut. nazia hanya pasrah saja.
Setelah itu abraham pun mengantarkan nya ke rumah nazia.
"thanks" jar nazia langsung masuk. abraham yang tersenyum, dia kbali menjalankan kendaraan nya.
lalu nazia yang mengganti bajunya dia melepas jaket yang diberikan abraham .
"wanginya jaket nya" kata nazia tersenyum karema jaket abraham masih wangi.
setelah membersihkan diri nazia pun langsung merebahkan dirinya di kasur.
"hancur sudah harapan ku!" ujar nazia menatap langit dinding, besok dia tidak akan lagi memakai kotak di kepalanya, semua ini gara gara abraham!