Beautiful Woman In Disguise

Beautiful Woman In Disguise
koma



"pasien baik baik saja, untung saja anda sempat membawanya ke sini jika tidak dia kehabisan darah, tapi...!"


"tapi apa dok?" tanya abraham masih panik.


"tapi pasien koma selama seminggu"


"tolong dia dok" kata abraham benar benar ingin wanita nya itu sehat.


"dia akan baik baik saja setelah bangun koma"


"baikdok" jawab abraham hanya pasrah. sedangkan keluarga nazia berlari ke arah ruang rawat nazia.


"hey nak, apakah anaku baik baik sajA" panggil nazwa benar benar panik dengan anak nya.


"dia baik baik saja tante, saya abraham" sambung abraham, sedangkan hajir juga panik dengan putrinya, hajir melihat penampilan abraham dari atas sampai bawah sepertinya pria itu anak geng motor.


"abraham apa kau anak geng motor" tanya hajir mengingat kembali masa mudanya yang dulunya dia membonceng nazwa dan mengelilingi kota.


"iya " jawab abraham.


"hey dasar kau, anak lagi sakit malah menanyakan hal itu!" nazwa menjewer telinga suaminya.


"aduh sayang jangan begitu, abraham apa anaku baik baik saja?" tanya hajir nazwa pun melepaskan tangannya.


"iya baik baik saja tapi nazia koma selama satu minggu" ujar abraham tampak lesu.


"ya ampun putri kita sayang" jar nazwa memeluk hajir, "tenang sayang"


"hey kenapa adiku?" tegur rion tiba tiba datang.


"dia sakit, dan koma" jelas nazwa memeluk tubuh suaminya.


"apa bagaimana bisa?" tanya rion emosi dia sangat sayang kepada adiknya itu walaupun bukan adik kandung tapi dia sangat menyayangi nya dan juga gilang.


"dia berkelahi " jawab abraham.


"apa!!" jar semua orang serentak.


"siapa yang mengahabisi nya katakan katakan!" tanya hajir kesal dia akan menghancurkan orang yang mengusik putrinya.


"tenang saja om, aku yang akan selesaikan, saya permisi" ujar abraham berlari ke markas nya untuk melihat sifa !


"rion telpon gilang" perintah nazwa sedih.


"oke mom"


telpon.


gilang:


rion:


hey kau, cepat kemari kau masih di london bukan, ajak juga meira ke sini, nazia sakit.


gilang:


apa!!! baiklah aku akan ke sana sekarang!"


rion:


hati hati.


tut..panggilan berkahir.


abraham yang bergegas penuh emosi dia ke markas nya. terlihat sifa yang tersenyum akan kedatangan abraham.


'apa mungkin dia akan melamarku, oh atau mungkin aku akan berc*man mesra di sini' jar sifa benar benar berharap tapi dia salah.


abraham geli menatap wajah sifa yang senyum senyum kepadanya.


"oh abraham, pasti kau mengejarku bukan karena wanita itu jadi jelek!" tegur sifa menggoda abraham, tapi abraham geli dan jijik.


"kenapa kau memukul nazia!" teriak abraham hingga sifa takut apalagi anak buahnya.


"emm dia yang merebut kau dari aku" jawab sifa tanpa basa basi.


" kau pikir aku bakal suka dengan mu , heh tidak, aku itu suka dengan nazia!" ketus abraham tersenyum sinis.


"apa!!"


"lihat itu!" abraham melemparkan majalah berisi berita gilang.


sifap pun membaca majalah itu , itukan gilang Dia adalah seorang CEO yang sangat di hormati di dunia bisnis. Dia adalah seorang CEO sukses, perusahaan nya ada di mana mana bahkan di beberapa negara. Gilang adalah anak kedua dari nazwa syila pratama dan hajir ahmad.


"inikan gilang yang ganteng itu" kata sifa tersenyum melihat ke gatengan gilang.


"dia itu kakak nya nazia"


"whattt?? kakak nazia?"


"aku tidak percaya" jar sifa.


"apa kau buta? di sana ada foto keluarganya!" ketus abraham. sifa pun terbelalak kaget, abraham benar nazia adalah adik kandung gilang.


"sifa...sifa... lihat saja gilang tidak akan tinggal diam dia akan menghancurkan perusahaan ayahmu dan menghancurkan keluarga mu, akupun juga bisa, karena kau telah menyakiti nazia" jar abraham tersenyum sinis,