
"sialan" kata abraham kesal, dia melajukan motornya, sedangkan nazia semakin di buat takut. tampat itu semakin dibuat sepi karena malam harinya.
sialan! seharusnya dia tidak membawa nazia jalan jalan.
"Oh my god, abraham aku takut" ujar nazia takut karena orang orang itu masih mengejar mereka.
tapi... motor orang orang itu telah berhasil mencegat di depan abraham dan nazia.
"Oh abraham. kau menyerah sajalah" kata nathan tersenyum licik. dia adalah musuh abraham.
"wah gadis manis, apa itu pacarmu"ujar nathan tersenyum dan mengedipkan mata sebelahnya ke arah nazia. nazia diam saja dia tidak tergoda sama sekali walaupun nathan itu tampan tapi bagi nazia abraham lebih tampan dari nathan.
"jangan kau sekali kali menyentuh wanitaku" kesal abraham.
"aku akan mendapatkan nya, abraham" ucap nathan tersenyum licik. nathan adalah musuh berat abraham, nathan adalah salah satu preman pasar yang iri dengan abraham, sejak itu nathan ingin merebut harta abraham tapi nathan gagal, gagal, dan gagal.
"jangan kau berani berani, mendekatinya" kesal abraham, diapun memukul keras pipi nathan hingga tersungkur di tanah.
"iih siapa juga yang mau kamu, dasar brengs*k" ketus nazia kesal kepada nathan. nathan semakin di buat penasaran dengan wanita itu.
"dasar kau berani beraninya" ujar nathan dia mengeluarkan pisau dari kantonya.
"bagaimana ini abraham" bisik nazia ketakutan.
"tenanglah" jar abraham menatap tajam ke arah nathan.
ahha!! nazia punya ide.
"oh itu dibelakang kalian ada polisi, tolongg. bapak polisi tolong" teriak nazia berpura pura padahal tidak ada sama sekali polisi, orang orang itu melihat kebelakang, abraham dibuat bingung apa yang di rencanakan nazia?.
nazia pun menarik tangan kekar gilang untuk lari dari sana. mereka pun berlari sekncang mungkin, hingga telah hilang dari sana..
"mana tidak ada " ujar nathan, ternyata mereka menipunya..
"sialan! cepat cari mereka dan jangan sampai lepas, aku yakin mereka masih di sekitar sini" perintah nathan padahal anak buahnya hanya 5 orang, tidak dengan abraham anak buah nya ada banyak puluhan dan ratusan.
Sedangkan nazia lelah, dia menghentikan larinya, dan juga abraham.
"abraham aku takut" ujar nazia takut. angin malam pun menerpa dua orang itu.
"hey kalian!!"teriak anak buah nathan.
nazia pun kembali berlari, sedangkan gilang dia hanya santay saja di tarik wanita itu dan di bawa lari.
mereka berlari dan berlari ke arah semak semak untuk bersembunyi.
mereka pun bersembunyi di rumput rumput yang tinggi menjulang ke atas begitu lebatnya tumbuhan itu sampai mereka tidak di lihat anak buah nathan.
"sepertinya mereka sudah kabur" ucap anak buah nathan dan barlari pergi. anak buah nathan menuju ke arah nathan berada.
"maaf bos, mereka tidak di temukan"
"bagaimana mungkin, awas saja kau abraham, akan kubalas" jar nathan dengan api kemarahan nya.
Nazia dan abraham, mereka bernafas lega, untung saja mereka tidak masuk hutan lebih dalam jika tidak mereka akan tersesat!
"abrahan jalan di sini sepi, huhuuhuu" kata nazia sedih..
"gadis manis, tenanglah, pasti ada yang lalu di sini" ucap abraham mengangkat dagu nazia.
"jangan sentuh iiih!!" jar nazia jantung nya berdegub kencang.
satu jam kemudian, tapi tidak ada orang yang lalu lalang, sedangkan nazia dia tertidur di gendongan abraham. dia susah mencari bantuan apalagi ponsel nya hilang, kalau ponsel nazia berada di tas sekilah nya tapi tas nya sudah terlepas dari tubuhnya dan hilang...
tak lama pun, abraham telah menemukan satu mobil yang lewat di daerah situ.
"tolong saya" kata abraham, abraham benar benar dibuat kesal baru kali ini dia meminta tolong, tapi demi nazia dia rela melakukan apapun demi wanita nya yaitu nazia... apakah benar abraham telah jatuh cinta dengan nazia tapi hanya dua tiga hari baru bertemu.
mobil itupun berhenti abraham yang menggendong tubuh nazia pun bernapas lega.
"nona nazia" ujar orang itu ya dia adalah supir pribadi nazia, bapak supir itu di suruh nazwa mencari nazia karena nazia belum oulang pulang juga, nazwa panik. dengan putrinya itu.
"kau kenal dengan nya?"
"iya dia anak majikan saya"
"baiklah bawa dia kerumah, aku ikut" kata abraham masuk ke mobil sambil menggendong nazia.