
Nazia yang naik ke mobil pribadinya untuk menuju ke sekolah, dia telah mengganti kotak dikepalanya lagian nazia malas bertemu lagi dengan pria badboy itu dia pun juga tidak tau namanya, sudahlah nazia sudah iklas dengan kotak di hancur pria badboy itu.
"pak ayo kesekolah, mau telat nih" jar nazia karena hari ini hari senin pasti dia datang ke sekolah orang orang sudah pada upacara.
"iya non"
Sudah diduga, nazia yang telah sampai di depan sekolahnya karena gerbang nya telah di tutup.
"bagaimana ini" gerutu nazia memegangi kotak di kepalanya.
"sudah upacara lagi, duhh gimana ini" sambung nazia dia takut di hukum.
"hey gadis manis, kenapa kau masih memakai kotak di kepalamu itu" tegur abraham di belakang tubuh nazia, sepertii biasa abraham telat upacara karena dia sangat malas upacara, dan begitu pula seragam sekolah abraham yang berkeluaran.
Nazia yang melihat abraham, nazia mengabaikan saja, lebih baik dia memikirkan bagaimana cara masuk.
"kalau kau tidak mau di hukum, ayo ikut aku" ajak abraham.
"tidak usah" tolak nazia memegangi kotak di kepalanya. "ayo apakau mau di hukum" paksa abraham menatap tajam ke arah nazia, benar juga ya lebih baik nazia ikut daripada di hukum. Nazia pun mangangguk, abraham pun berjalan dan diikuti oleh nazia di belakang.
Sampai di suatu tempat yaitu di belakang sekolah. Pagar di belakang sekolahnya tidak terlalu tinggi sehingga bisa memanjat.
"apa memanjat, tidak tidak, aku tidak mau lihatlah aku memakai rok pendek!" gerutu nazia tidak mau.
"ayolah apa kau mau di hukum" sambung abraham bersifat dingin, baiklah kali ini nazia tidak mau di hukum.
"cepat naik ke sini" lanjut abraham menunduk ke pundak nya.
"awas kau mengintip!" ketus nazia, abraham pun mengangguk, nazia pun langsung naik ke pundak abraham untuk memanjat, sedangkan abraham tidak sengaja melihat paha nazia yang putih mulus. Oh my! Gumam abraham, setelah itu nazia pun sudah memanjat, dan abraham menyusul nya.
"kalian! Berani berani nya memanjat, habis upacara selesai, kalian keruangan bapak!" ujar pak yanto memegang kumia tebal nya itu.
Oh no! kali ini nazia akan di hukum, semua ini gara pria badboy itu, dia kena hukuman yang lebih berat pasti, coba saja nazia tidak memanjat pasti ia tidak akan di hukum dengan guru bK, tapi kalau dia menunggu di gerbang pasti guru lain yang menghukumnya bukan pak yanto.
"gara gara kau" ketus nazia memegang kotak di kepalanya dan pergi. Tampak abraham yang tersenyum, diapun langsung menuju ke suatu tempat yang di mana di atas gedung sekolah yang tidak terpakai lagi, disitulah dia membully , dan itulah markas nya di sekolah
Nazia seperti tidak semangat lagi hari ini, huhh akan di hukum, oh my!
Setelah selesai upacara nazia pun langsung ke ruangan pak yanto.
"permisi pak" jar nazia masuk, tapi dia telah melihat abraham duduk di sana. nazia ketus saja. dia pun duduk.
"kenapa kalian memanjat?" tanya pak yanto.
"supaya gak terlambat pak" jawab nazia mendukan kepala, abraham yang dari tadi melihat nazia.
"abraham! kamu ini tidak mendengarkan kah? kamu ini sudah banyak sekali membuat masalah" bentak pak yanto. tapi abraham santay saja.
"ya sudah kalian saya hukum, berdiri di lapangan menghadap bendera, dan berdiri sampai bel istirahat" kata pak yanto. "baikpak, saya permisi" ujar nazia tapi abraham langsung saja pergi dan mengikuti nazia dari belakang.
"kenapa kau mengikutiku!!" teriak nazia membenarkan kotak di kepalanya. tapi abraham tersenyum saja dia santay saja.
'Wah liat tuh, si kepala kotak, bagaimana mungkin dia di ikuti dengan abraham'
'iih pasti abraham di pelet dengan kepala kotak itu'
Nazia hanya menghela nafas berat berat. dia pun lanjut berjalan ke arah lapangan, dan dia pun berdiri di depan bendera dengan hormat di tangan nya, sedangkan abraham dia berdiri santay di samping nazia. untung saja cuaca nya tidak terlalu panas.