Beautiful Woman In Disguise

Beautiful Woman In Disguise
di dorong



Setelah naik ke mobil, nazia bangun dan sadar kenapa dia ada di mobil.


"eh abraham?" tanya nazia mengucik matanya.


"nona" panggil supir itu.


"ke..kenapa bapak bisa di sini?" tanya nazia bingung.


"ceritanya panjang" ujar pak supir fokus menyetir. sedangkan abraham tersenyum melihat gadis di sebelahnya.


"kau ngapain liatin aku kaya gitu?" tanya nazia risih.


"oh tidak apa apa kok, gadis manis" ujar abraham.


"berhenti lah memanggilku gadis manis" kata nazia tidak terima.


"oh kalau gitu, sayang, em atay my honey?" tanya abraham.


"Tidak usah"


"baiklah, gadis manis saja"


nazia hanya menggeleng yasudah lah pasrah saja. setelah sampai di rumah nazia abraham dan nazia pun telah turun di mobil.


"yodah masuk" ajak nazia.


"tidak, aku mau pulang saja"


"baiklah hati hati" kata nazia masuk ke dalam, abraham pun tersenyum ini baru pertama kalinya dia nyaman dengan wanita itu.


Nazia yang masuk ppun terkejut karena nazwa hajir dan rion menatap tajam ke arah nya.


"ada apa, mom, dad?" tanya nazia bingung.


"kau habis dari mana nazia?" tanya nazwa sangat panik dan memeluk putrinya.


"sorry mom, tadi jalan jalan sama temen"


"cowok nih kayanya" goda rion tersenyum.


"eh apasih kak" kata nazia malu.


"ya ampun dad, dia hanya pria badboy saja, dia bukan tipe ku"jar nazia menggeleng. padahal pipi nazia merah merona.


"benarkah itu, tuh liat pipi anak mommy merah"


'oh tidak, apa yang terjadi!' gumam nazia sambil memegang pipinya.


"ha..ha..ha..haa" nazwa tertawa di ikuti oleh rion sedangkan hajir hanya tersenyum melihat anak dan istrinya tertawa. tapi kurang karena gilang tidak berada di sana.


"baiklah nazia tidur dulu mom, dad, kak rion" pamit nazia tersenyum dan pergi berlari ke kamar.


setelah menutup pintu dia langsung ke arah cermin untuk melihat pipi nya dan ternyata pipinya merah merona.


"ya ampun pipiku" kata nazia kesal. diapun beranjak ke tempat tidur untuk tidur, nazia pun sleep dengan nyenyak.


.


nazia yang berjalan masuk ke sekolahnya itu, banyak orang orang yang melihatnya. nazia tidak perduli dan lanjut berjalan.


Setelah satu pelajaran berlalu itu saat nya pelajaran olah raga di wakili oleh bapak yanto.


nazia yang mengganti pakaian menjadi saragam olah raga kini dia berjalan kelapangan dengan wati. kebetulan nazia sekelas juga dengan sifa. sedangkan abraham tersenyum menatap jauh ke arah nazia


"baik anak anak, hari ini kita latihan bermain bola" kata bapak yanto dengan tegas. abraham yang duduk dengan pakaian berantakan. dan di sadari oleh pak yanto


"baik pa"


"abraham baju kamu ituloh, cepat rapikan!" ujar bapak yanto. tapi abraham habua fokus ke arah nazia.


"abraham, berdiri di depan tiang bendera sekarang!" perintah bapak yanto, dan abraham pun mengangguk. sedangkan nazia menatap abraham yang berdiri di depan bendera.


nazia yang sedang berbaris dengan para teman sekelasnya. sifa hanya menatap tajam ke arah nazia.


nazia yang satu tim dengan sifa, tapi nazia biasa saja, sifa yang tersenyum sinis kepada nazia.


prrrrrrttttt... suara peluit pak yanto, dan nazia pun mulai menendang bola dengan kelompok nya untuk melawan musuh.


tapi tidak dengan sifa dia berusaha untuk mengejar nazia dan... sifa mendorong tubuh nazia hingga terjatuh. "ups sorry" jar sifa tersenyum puas.


"auwww" ringis nazia karena lutut nya berdarah. abraham pun langsung panik dia langsung berlari ke arah nazia.