Bad Boy Or Good Boy?

Bad Boy Or Good Boy?
BAB 37



"Shella..." Cinta menarik tangan Shella keluar. "Apa maksud lo ngaku sebagai pacar Rayn?" tanya Cinta pada Shella saat sudah berada di luar ruangan Ryan.


"Cinta, gue cuma ingin bertemu dengan Ryan. Gak ada alasan lain lagi untuk bertemu Ryan kecuali dengan menyamar menjadi pacar Rayn." terang Shella.


Awalnya Cinta tidak rela, meski semua itu hanya pura-pura tapi Cinta takut jika Shella kembali mencintai Rayn. "Ya udah, gue ngerti. Selama Ryan belum mengingat lo untuk sementara waktu biar semua seperti ini."


Beberapa saat kemudian kedua orang tua Ryan datang dan mereka segera berkemas. Ryan bernapas lega, akhirnya dia bisa pulang.


"Rayn," bisik Cinta yang terus beringsut ke belakang dan berjalan di samping Rayn. "Ada sesuatu yang mau aku omongin."


"Nanti aja," jawab Rayn dengan pelan karena dia takut Ryan curiga dengannya.


Ryan menoleh sesaat pada Cinta, tersadar Cinta langsung melangkah dan berjalan di samping Ryan meskipun tidak begitu dekat.


"Cinta lo ikut kita ke rumah yah," ajak Ryan saat mereka sudah berada di tempat parkir.


"Hmmm..." Cinta melirik Rayn mencari jawaban yang tepat. Rayn sedikit menganggukkan kepalanya memberi kode pada Cinta. "Iya."


"Ya udah yuk. Lo duduk di sampig gue aja." Ryan masuk ke dalam mobil tapi Cinta masih berdiam diri di sisi mobil sambil melihat Shella dan Rayn secara bergantian.


"Cinta, gak papa kamu duduk di belakang aja, biar tante duduk di depan." kata mama Ryan.


Akhirnya Cinta membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil.


"Rayn, ajak Shella juga ke rumah." kata Ryan sesaat sebelum mobil melaju.


"Rayn, sampai kapan kebohongan ini berakhir. Di saat aku sadar kalau aku mencintai Ryan, dia malah tidak mengingatku sama sekali." keluh Shella pada Rayn.


Sebenarnya Rayn sendiri juga bingung dengan keadaan ini. "Aku juga gak tahu Shell. Kamu kenapa ngaku kalau kamu pacar aku? Sekarang gak ada kesempatan lagi kan buat kamu deketin Ryan."


"Rayn, justru aku ngelakuin ini agar aku bisa terus ketemu Ryan. Kalau gak begitu, bagaimana bisa aku terus bersama kamu agar bisa bertemu dengan Ryan."


Rayn menghela napas panjang. Dia tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya mengikuti alur permainan ini. Rayn naik ke atas motornya yang diikuti oleh Shella. Beberapa saat kemudian motor Rayn segera melaju menuju rumahnya.


Sedangkan Cinta masih saja menoleh ke belakang, tapi dia tidak melihat motor Rayn. Cinta berdecak kesal yang membuat Ryan menjadi bertanya, "Lo kenapa Cinta?"


"Gue gak papa." jawab Cinta singkat.


Ada apa sama lo, Cinta? Kenapa lo diam tiap deket sama gue. Lo gak pernah seperti ini sama gue. Biasanya lo perhatian sama gue. Apa mungkin karena udah lama gue gantungin perasaan lo, lo jadi berubah.


Mobil berhenti tepat di depan rumah Ryan. Mereka semua segera keluar dari mobil.


"Ryan, ayo masuk sayang." ajak Bundanya sambil merangkul bahu Ryan karena Ryan masih berdiri di samping mobil mengikuti Cinta.


"Hmmm, sebentar Bun, Ryan masih mau di luar sebentar sama Cinta."


"Ya udah, cepet masuk terus istirahat. Kita masuk dulu yah." Kedua orang tua Ryan segera masuk ke dalam. Sepertinya mereka mengerti ada sesuatu yang akan dibicarakan Ryan pada Cinta hanya berdua.


Cinta masih saja menatap jalanan, menunggu Rayn yang belum juga datang.


"Cinta ayo masuk." ajak Ryan sambil menepuk bahu Cinta menyadarkan Cinta dari lamunannya.


"Iya. Lo duluan aja." Cinta justru menolak ajakan Ryan untuk masuk ke dalam.


Kini Ryan meraih kedua pundak Cinta agar Cinta menghadapnya. Dia menatap kedua bola mata Cinta yang masih saja tidak mau melihatnya. Mencari sebuah jawaban akan perubahan Cinta. "Lo kenapa berubah sama gue?" tanya Ryan yang membuat tatapan Cinta seketika beralih padanya.


Cinta hanya terdiam. Semua perubahan ini terjadi saat Rayn menjadi Ryan, dan sekarang semuanya telah berubah. Berubah menjadi sesuatu yang sangat membingungkan di saat Ryan hanya melupakan Shella.


"Apa lo udah bosen sama gue? Apa gara-gara gue selalu gantungin perasaan lo? Atau lo sekarang udah cinta sama cowok lain?" tanya Ryan.


Cinta masih saja terdiam. Apa yang harus dia katakan?


Ryan semakin mengeratkan tangannya di pundak Cinta. "Cinta, gue tahu selama ini gue udah sering nyakitin perasaan lo. Gue gak mau terus kayak gini Cinta."


Cinta menatap Ryan tidak percaya. Apa yang akan dikatakan Ryan. "Maksud lo apa sih, Yan?"


"Gue mau lo jadi pacar gue."


Cinta melebarkan matanya


Ckkiittt!


Suara rem dari sepeda motor Rayn membuat Ryan dan Cinta menoleh ke arah Rayn yang kini telah berhenti tidak jauh dari mereka.