Bad Boy Or Good Boy?

Bad Boy Or Good Boy?
BAB 28



Di sudut taman lain, terlihat Cinta sudah nampak bosan menunggu Ryan. Dia melihat jam di tangannya. Sudah hampir 30 menit dia menunggu.


"Ryan, lama amat sih."


Akhirnya Cinta berdiri dan memutuskan untuk berjalan-jalan sekedar melihat pemandangan taman malam itu. Langkah kakinya berhenti di dekat air mancur. Samar-samar dia melihat sepasang manusia yang sedang bersitatap. Sepertinya Cinta sudah tak asing lagi melihatnya. Cinta berjalan mendekat untuk memastikan siapa mereka.


Cinta tak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia mengerjapkan matanya berkali-kali untuk memastikan kebenarannya. "Ryan?" gumamnya pelan. Perlahan Cinta berjalan mendekat sambil menatap wajah lelaki itu. Benar. Cinta tak salah lagi. Dia adalah Ryan. Hanya kacamata yang membedakannya. Dan gadis itu. Cinta benar-benar tak percaya. "Shella!"


Cinta semakin berjalan mendekat. Shella dan Ryan masih saja bertatapan tak sadar dengan keberadaan Cinta saat itu. Bahkan jarak di antara mereka semakin mendekat.


Rasa cemburu membakar hati Cinta. Dia sudah tidak bisa menahan segala emosinya. Dengan keras Cinta langsung mendorong tubuh Shella hingga dia menjauh dari Ryan. "Dasar penghianat!!" ucapnya dengan keras sambil menuding Shella.


Ryan kaget melihat kemunculan Cinta. Bagaimana bisa Cinta juga ada di taman saat itu? Lalu dimana Rayn?


Shella yang tak mengerti kenapa tiba-tiba Cinta marah dengannya hanya menatapnya penuh tanya. "Maksud lo apa?" Shella berdiri dan ingin meraih tangan Cinta agar bisa meredakan emosinya.


Cinta justru menepis tangan Shella. "Lo kenapa bisa sama Ryan? Lo tahu kan kalau Ryan itu pacar gue."


"Ryan?" Shella menautkan alisnya. Dia benar-benar tidak mengerti apa maksud Cinta.


Ryan tidak tahu apa yang harus dia katakan. Dia seperti orang bodoh di antara Shella dan Cinta. Apakah semua kebohongan ini akan berakhir sekarang? Tidak! Untuk menutupi kebohongan yang satu dia harus menciptakan kebohongan yang baru.


"Kamu siapa? Aku gak kenal sama kamu. Maaf, kamu salah orang." ucap Ryan pada Cinta.


"Kamu bohong! Kamu bilang tadi ban kamu bocor. Tapi ternyata kamu bermesraan sama cewek lain di sini." Cinta menarik tangan Ryan. "Aku gak mungkin salah orang. Mana ada seseorang yang bisa semirip ini."


Ryan menarik tangannya lagi agar terlepas dari genggaman Cinta. "Sudah aku bilang! Aku gak kenal sama kamu!" Kemudian mereka berdua pergi meninggalkan Cinta.


Shella sebenarnya tidak tega dengan Cinta. Dia masih saja menoleh ke belakang. Ingin dia tetap di sana menjelaskan semuanya tapi Ryan terus menarik tangannya agar mengikutinya.


"Ryan, jangan pergi." Cinta duduk di bangku taman dengan lemas. Dia sangat bingung dengan keadaan itu.


Suara itu? Cinta yang saat itu sedang menunduk seketika menoleh ke arah suara itu. Dia sangat tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Mana mungkin Ryan sekarang bisa ada di hadapannya. "Gak mungkin!"


"Cinta kamu kenapa? Kamu kenapa menangis?" tanya Rayn yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Rayn ingin menghapus air mata Cinta tapi tangannya ditepis. "Cinta apa yang terjadi?" tanya Rayn lagi yang semakin khawatir.


Cinta masih saja menggeleng tanpa menjawab pertanyaan Rayn. Dia berdiri dan berjalan meninggalkan Rayn


"Cinta!" Rayn segera mengejarnya. "Cinta ada apa?" Rayn berhasil menyusulnya dan meraih tangan Cinta lalu menggenggamnya dengan erat.


"Lepaskan! Hentikan permainan ini!" Cinta berusaha melepaskan tangannya tapi sia-sia karena Rayn menggenggam tangan Cinta dengan erat.


"Cinta maksud kamu apa? Cerita sama aku, kamu kenapa?" Rayn terus bertanya.


Perlahan Cinta beringsut duduk di rerumputan taman. Kakinya terasa lelah untuk berdiri. Rayn terus menatapnya penuh tanya.


Rayn kini ikut duduk di sampingnya dan mengusap pundak Cinta berusaha menenangkan Cinta. Kemudian Rayn memegang dagu Cinta. Mendongakkan kepala Cinta agar dia menatapnya.


Kini Cinta menatap Rayn, dia tersadar akan perbedaan itu. Wajahnya memang sama tapi pakaiannya berbeda. Apa benar yang bersama Shella tadi bukan Ryan? Kalau dia Ryan bagaimana mungkin dia bisa berganti pakaian secepat ini.


Tapi wajahnya? Wajahnya sama persis dengan Ryan bahkan suaranya juga sama. Ada hubungan apa sebenarnya antara Rayn dan Ryan? Apa mereka saudara kembar? Cinta masih bergelut dengan pemikirannya.


"Cinta kamu marah sama aku gara-gara aku datang terlambat?" tanya Rayn, dia begitu bingung melihat Cinta yang masih terus melamun dengan mata nanarnya.


"Apa kamu barusan bersama cewek lain? Maksud aku Shella?" akhirnya Cinta bertanya tentang hal itu yang membuat mata Rayn melebar.


"Apa kamu bilang? Mana mungkin. Ban motor aku barusan kempes."


"Kamu bohong! Lalu siapa yang sedang bersama Shella barusan. Jangan pernah kamu bilang kalau aku salah lihat. Karena jelas-jelas itu kamu. Kalau dia memang Rayn pacar Shella, coba jelaskan sama aku bagaimana bisa dua orang yang berbeda memiliki wajah yang sama persis."