Bad Boy Or Good Boy?

Bad Boy Or Good Boy?
BAB 33



Rayn segera melajukan motornya akan menyusul Ryan tapi tiba-tiba dia harus mengerem motornya secara mendadak karena ada Cinta yang berjalan menghadang Rayn. Rayn tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Apa itu beneran Cinta atau hanya ilusi? Rayn mengerjapkan matanya sesaat memastikan bahwa itu benar nyata.


Cinta terdiam menatap Rayn di depan sepeda motornya. Dia merasa begitu gugup. Dia harus bisa mengungkapakannya. Mengungkapkan kejujuran. "Rayn aku gak mau kehilangan kamu..." Akhirnya Cinta bisa mengungkapkannya. Ada kelegaan di hatinya.


Rayn terhipnotis sesaat. Butuh loading untuk memastikan kata-kata itu masuk ke dalam otaknya dan juga hatinya.


Tersadar Rayn turun dari motornya dan langsung memeluk Cinta. "Aku juga gak mau kehilangan kamu Cinta. Aku cinta sama kamu. Aku sayang sama kamu."


"Aku juga cinta sama kamu. Maafkan aku karena aku baru menyadari cinta ini."


Rayn melepaskan pelukannya dan memegang kedua pipi Cinta. "Aku bisa ngerti." Rayn teringat tentang Shella dan Ryan. mereka berada dalam masalah. "Shella! Ryan! kita harus segera menyusul mereka." Rayn melepaskan tangannya dari pipi Cinta.


"Memang kenapa?"


"Shella diculik dan Ryan mengejarnya. Aku takut terjadi sesuatu sama mereka." kata Rayn dengan panik.


"Diculik? Bagaimana bisa?"


"Aku juga gak tahu." Rayn kembali menaiki motornya. "Kita harus mencari mereka."


"Tapi Rayn, kamu tahu kemana mereka pergi?"


Rayn terdiam. Yah, dia memang tidak tahu kemana arah mereka pergi. Rayn terus berpikir. Apa yang harus dia lakukan?


Beberapa saat kemudian ponsel Rayn berbunyi. "Ryan!" Rayn segera mengangkat panggilan dari Ryan. "Hallo Yan...."


Rupanya Ryan memberi tahu keberadaannya saat ini. Dia butuh bantuan. "Oke, aku akan ke sana dengan teman-teman kamu." Rayn menutup panggilannya.


...***...


"Lepaskan gue!" Shella berteriak dan berusaha melepaskan dirinya dari cengkeraman seseorang, tapi sia-sia dia begitu kuat menahan Shella.


Shella terus memberontak tapi sia-sia, Diega begitu kuat.


"Lo gak akan bisa lepas dari gue. Gak ada juga yang akan denger suara lo di sini dan gak akan ada yang bisa nolong lo." Senyuman devil mengembang di bibir Diega.


"Lo udah gila! Lepasin gue! Sampai kapan pun gue gak akan pernah mau sama lo!" teriak Shella sambil menarik tangannya dengan sekuat tenaga tapi masih saja sia-sia.


"Percuma lo berontak! Lo gak akan bisa lepas dari gue. Gak akan bisa." Diega semakin mendekatkan wajahnya ke tengkuk leher Shella dan menciumnya dengan paksa


"Diega, hentikan!" teriak Shella sambil menangis. Dia sangat ketakutan. Apa yang akan dilakukan Diega padanya. Diega semakin berani menyentuhnya.


Bruuaakkk!


Suara dobrakan pintu terdengar begitu keras Diega dan Shella seketika menoleh ke arah pintu yang kini telah terbuka.


"Lepasin Shella!" Ryan segera berlari dan langsung menarik Diega menjauh dari Shella. Karena Ryan begitu kuat Shella berhasil lepas. "Apa yang akan lo lakuin sama Shella!" Ryan mencengkeram krah Diega dan menatapnya tajam.


"Lo selalu ikut campur urusan gue!" dengan cepat Diega memukul perut Ryan cukup keras.


Ryan meringis kesakitan tapi dia masih bisa bertahan. Ryan tidak menyia-nyiakan kesempatannya lagi, dia membalas pukulan Diega dengan keras di rahang bawahnya sampai Diega terhuyung ke belakang beberapa langkah. Tanpa memberi kesempatan, Ryan terus menghajar Diega sampai badan Diega ambruk tak berdaya. "Ini balasan dari gue. Lo pikir lo bisa ngalahin gue. Gue gak akan pernah biarin sedikit pun lo nyentuh Shella!"


Ryan beralih pada Shella yang masih menangis dan mendekap sendiri tubuhnya. "Shella, kamu gak papa?" Ryan meraih kedua pundak Shella dan menenangkannya.


"Ryan, kamu..." belum juga melanjutkan perkataannya Shella dikejutkan dengan Diega yang tiba-tiba bangun dan sudah berada di belakang Ryan dengan memegang sebuah kayu besar bersiap untuk memukul Ryan. "Ryan!"


Buugghhh!!


Suara teriakan Shella dibarengi dengan pukulan keras dari Diega yang tepat mengenai punggung Ryan.