
Ryan memarkir motornya di parkir sekolahnya. Rasanya aneh. Padahal ini adalah sekolahnya sendiri tapi seperti bukan sekolahnya. Seperti biasa Cinta menyambutnya dan tersenyum dengan cantiknya.
"Pagi Ryan." Cinta langsung bergelayut di lengan Ryan sambil berjalan menyusuri koridor.
Ingin rasaya Ryan menarik tangannya.
Cinta masih saja tetap sama kayak dulu. Gue kira dia udah berubah semenjak sama Rayn.
Ryan menghela napas panjang. Diapun mengikuti langkah Cinta menuju kelas. Tak ada sepatah katapun pada Cinta. Ryan justru memikirkan Shella saat itu. Tapi tiba-tiba wajah Ryan menjadi sumringah saat melihat tiga sahabatnya sedang berdiri di dekat pintu kelas.
"Hmm, Cinta lo masuk dulu yah, gue masih mau ngobrol sama mereka." kata Ryan
Kerutan pun muncul di wajah Cinta. Elo gue? "Hmm, kamu?"
Untunglah Ryan tanggap. "Eh, maaf. Kamu masuk dulu yah." Ulang Ryan tapi dengan sebutan yang berbeda.
Cinta tersenyum lalu menuruti perkataan Ryan. Meskipun dia merasa ada yang aneh dengan Ryan hari ini.
Kemudian Ryan berjalan menghampiri teman-temannya. Meskipun sepertinya tidak ada respon sama sekali. "Hei!" sapanya.
Dion mulai memancing kerusuhan. "Wey, si cupu sekarang berani nyemperin kita nih bro." Kemudian dia tertawa dengan keras.
Mendengar perkataan Dion, Ryan melebarkan matanya. Tak percaya dengan apa yang dia dengar. Apa maksud mereka? Apa mereka sudah tahu tentang Rayn?
Ryan hanya terdiam. Membiarkan kata-kata apa selanjutnya yang muncul dari teman-temannya.
"Lo udah selesai kan PR matematika? Mana gue mau nyontek." kata Ali sambil menarik paksa tas Ryan.
"Lo kan sekarang pinter. Pastilah lo mau nyontekin kita ulangan ntar. Kalau gak mau lo bakal habis sama kita." ancam Rangga sambil menuding Ryan. "Kemaren aja lo ketakutan banget sampai lo ngaku tentang diri lo sama kita. Ditambah lagi kalau lo mau rahasia lo gak kebongkar sama siapapun apalagi ke Cinta, lo harus mau turuti perintah kita!"
"Yah, itung-itung jadi kacung kitalah." Kemudian mereka tertawa dengan keras. Mereka tidak tahu siapa yang ada di hadapannya saat ini bahwa dia adalah Ryan yang sebenarnya.
Ryan begitu emosi mendengar perkataan mereka. Jadi ini yang mereka lakukan pada saudara kembarnya sendiri. Dia tidak rela. Bagaimanapun juga dia sayang dengan Rayn. Dia harus membela Rayn daripada teman-temannya yang tidak bisa menghargai orang lain.
Ryan mengepalkan kedua tangannya. Dadanya naik turun dengan napas yang tidak teratur. Emosinya sudah tidak dapat dia bendung lagi. "Apa kalian bilang!" dengan cepat Ryan mendaratkan pukulannya di pipi mereka satu per satu.
Bugh! Bugh! Bugh!
"Mulai sekarang kalian jangan pernah anggap gue teman kalian. Gue gak sudi punya temen yang menghina saudara gue. Karena Rayn itu gue, dan gue itu Rayn."
Mereka sadar bahwa yang di hadapan mereka saat ini adalah Ryan. Yah, tentunya Ryan asli. "Ryan, maafin kita. Ini semua salah paham."
Ryan berlenggang masuk ke dalam kelas sebelum dia melakukan lebih dari itu. Sambil terus bersungut. "Mereka bener-bener keterlaluan sama Rayn." Ryan duduk dibangkunya dengan keras yang membuat Cinta menoleh ke arahnya.
Penasaran, Cinta langsung menghampiri Ryan. "Ryan, kamu kenapa?"
Ryan tak langsung menjawab. Dia menoleh ke arah Cinta dengan tajam lalu melempar kembali pandangannya.
"Ryan, kamu ada masalah sama mereka? Kamu kenapa gak bisa ngontrol emosi kamu lagi?" tanya Cinta. Dia tidak bisa mengerti dengan perubahan yang tiba-tiba seperti ini.
Entah kenapa Ryan merasa benar-benar kesal saat itu. Apalagi mendengar pertanyaan Cinta yang tidak bisa ia jawab. "Gue gak papa! Udah lo jangan tanya terus sama gue! Gue lagi pusing!" Ryan mengeraskan suaranya yang membuat luka di hati Cinta.
Cinta langsung berdiri dan berjalan keluar dari kelas. Dia tak bisa menahan air matanya. Apa salahnya dia bertanya seperti itu?
Ryan bener-bener udah berubah. Dia sekarang kembali lagi seperti dulu. Mungkin aku udah gak dianggap lagi sama dia.
Dia masuk ke dalam toilet Dia usap air matanya sambil menatap cermin yang berada di toilet saat itu. Dia membayangkan sikap Ryan yang sangat baik akhir-akhir ini. Mengapa semua itu hanya sekejap. Apa cinta itu indahnya hanya sesaat?
Cinta tak pernah tahu bahwa mereka berbeda. Berbeda orang tentu saja sifat mereka berbeda. Yang dia tahu Ryan kini menjadi seseorang yang labil. Berubah-ubah sifat yang tak bisa ia mengerti.
Lamunan Cinta dibuyarkan oleh suara ponselnya yang berdering. Cinta melihat layar ponselnya.
Panggilan yang di privasi?
Cinta mengerutkan dahinya. Akhirnya dia mengangkat panggilan itu dengan suara yang serak, sangat kentara jika dia habis menangis.
"Ha-Hallo." Tak ada jawaban dari sana. "Hallo, ini siapa?" masih saja tidak ada jawaban lalu panggilan pun terputus.
Cinta menghela napas panjang lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku. Mengusap sisa-sisa air mata yang masih tertinggal di pipinya. Dia membalikkkan badannya dan keluar dari toilet. Cinta benar-benar tak menyangka di depan pintu ada Ryan yang tengah menantinya.
"Hmm,, Cinta maafin aku soal tadi. Aku lagi banyak masalah saat ini sampai emosiku gak bisa terkontrol." Ryan memegang pundak Cinta meyakinkannya.
Seperti apa yang dikatakan Rayn padanya. Ryan menuruti semua keinginan Rayn yang tersambung via suara barusan. Rayn ingin Ryan memperlakukan Cinta seperti dirinya, begitu lembut dan penuh perasaan. Dia tidak mau Cinta terluka karena Ryan.
Cinta terdiam sesaat. "Iya, aku salah paham sama kamu. Aku kira kamu.."
Ryan menutup mulut Cinta karena dia bisa menebak apa yang akan dikatakan Cinta. "Ssstt... Aku sayang sama kamu. Kamu jangan berpikir buruk soal aku. Aku tahu, aku memang labil. Sewaktu-waktu sifat aku bisa berubah. Aku minta maaf soal itu."
Cinta tersenyum lalu dia memeluk Ryan. "Gak papa. Aku bisa mengerti." Hanya sesaat lalu dia melepaskan pelukannya takut ada guru yang memergoki mereka. Meskipun hanya sesaat Ryan sudah merasa aneh sekali. Pelukan yang dulu sering dia rasakan kini tidak mau lagi dia rasakan.
"Kita ke kelas yuk." Ajak Ryan sambil memegang tangan Cinta. Sekali lagi dengan terpaksa.
Ini demi lo Rayn. Tapi ingat sebagai timbal baliknya lo juga tidak boleh menyakiti Shella. Gue yakin lo sekarang udah jatuh hati sama Cinta. Jangan sampai Shella gak lo anggap. Gue juga gak mau Shella sedih.
***
Ada yang baca cerita ini gak? ðŸ¤
.
Ini sebenarnya cerita lama aku di tahun 2016. 😂 aku ganti nama dan edit sedikit. Banyak plot hole dan ceritanya memang ngadi-ngadi. Ketimbang numpuk di draft aku up di sini..