
"Kamu bohong! Lalu siapa yang sedang bersama Shella barusan. Jangan pernah kamu bilang kalau aku salah lihat. Karena jelas-jelas itu kamu. Kalau dia memang Rayn pacar Shella, coba jelaskan sama aku bagaimana bisa dua orang yang berbeda memiliki wajah yang sama persis."
Rayn benar-benar di skak habis-habisan. Apa yang harus dia jawab? Rayn menghela napas panjang sambil mengalihkan pandangannya.
Apa yang harus aku lakuin? Apa ini akhir dari semua kebohongan ini?
"Ryan! Jawab!" Cinta menggoyangkan lengan Rayn agar Rayn mau menjawabnya.
"Cinta apa setelah aku jujur sama kamu, kamu akan ninggalin aku?"
Cinta mengernyitkan dahinya. "Maksud kamu, kamu beneran pacaran sama Shella?" tanya Cinta.
"Bukan. Bukan itu maksud aku. Aku..." Rayn ragu-ragu melanjutkan perkataannya. "Hmmm, maksud aku dia saudara kembar aku."
"Jadi Rayn itu saudara kembar kamu."
"Bukan. Yang bersama Shella tadi itu Ryan. Aku Rayn."
Semua ini benar-benar membuat Cinta bingung. Cinta terus menggelengkan kepalanya. "Nggak! Nggak mungkin! Nggak mungkin selama ini aku pacaran sama kamu. Yang aku cintai itu Ryan bukan Rayn." Cinta berdiri dan berlari meninggalkan Rayn.
"Cinta, tapi aku beneran cinta sama kamu!!!" teriak Rayn sambil berlari mengejar Cinta lagi.
Lagi-lagi Cinta menarik tangannya saat Rayn berhasil meraihnya. Meski sulit tapi Cinta bersikeras untuk melepasnya.
Rayn yang memang bukan tipikal cowok pemaksa, dia melepaskan genggaman tangannya. Membiarkannya pergi. Apakah Cinta akan pergi selamanya dari hidupnya?
Rayn sangat kecewa. Lagi dan lagi dia kehilangan seseorang yang dia cintai tanpa bisa mencegahnya. Perlahan Rayn duduk di bangku taman, mengusap wajahnya yang kusut dengan kedua tangannya. "Ternyata kebenaran ini begitu menyakitkan. Aku yakin Cinta gak akan mungkin mencintai aku. Dia pasti akan pergi dan tidak akan pernah mau berada di dekatku lagi."
Cinta menghentikan langkahnya yang sudah terasa lelah. Dia berjalan perlahan. Dia memikirkan perasaanya, untuk siapa sebenarnya cinta itu. Untuk Ryan yang jelas-jelas tidak mencintainya dan lebih memilih bersama dengan orang lain. Atau Rayn yang selama ini dia anggap sebagai Ryan, seseorang yang telah memberikan kenyamanan dan perhatian di hari-hari Cinta sebagai pacar. Padahal Cinta sama sekali tidak mengenalnya. Sama sekali tidak tahu tentang Rayn.
Cinta mengusap wajahnya yang penuh dengan air mata. Dia kini melihat Ryan dan Shella.
"Ryan, kenapa bukan kamu yang selama ini bersamaku? Kenapa bukan kamu yang mencintaiku? Kenapa kamu membohongiku, Ryan? Kenapa kamu mempermainkan perasaanku seperti ini? Kenapa? Apa aku salah mencintai kamu, hingga kamu tega mempermainkan aku seperti ini? Kalau kamu memang gak mencintai aku, gak perlu menyuruh orang lain untuk mencintaiku dan memberikan harapan palsu yang sebesar ini." gumamnya lirih disela isak tangisnya.
Kepalanya mulai terasa pusing karena otot-ototnya yang menegang. Kini pandangannya mulai kabur. Cinta berusaha menahan tubuhnya yang terasa bergetar dan melemah. Meski sudah menahannya tapi tetap tidak bisa. Tubuh Cinta semakin terasa lemas dan dia pun jatuh pingsan di pelukan Rayn.
"Cinta kamu kenapa?" Rayn datang dan langsung menangkap tubuh Cinta. Dia menyibakkan rambut Cinta dan terlihatlah kedua mata Cinta yang tertutup. "Cinta, ternyata kamu benar-benar mencintai Ryan sampai sedalam ini." Rayn semakin mengeratkan dekapannya pada Cinta. "Kamu tahu, aku sangat mencintai kamu. Aku gak akan sanggup melihat kamu seperti ini."
"Ryan!" panggil Rayn cukup keras yang membuat langkah keduanya berhenti. Mereka membalikkan badannya.
Ryan langsung melebarkan matanya melihat Rayn yang sedang menggendong Cinta saat itu. Apa yang dilakukan Rayn?
Shella juga sangat terkejut. Dia sekarang melihat ada dua orang Rayn. Shella melihat Rayn dan Ryan secara bergantian. Bagaimana bisa mereka bisa sama persis?
"Ryan! Aku gak mau lagi melanjutkan permainan ini. Kamu lihat keadaan Cinta sekarang, dia begitu sakit hati. Aku gak tega lihat Cinta seperti ini. Hentikan kebohongan ini. Sampai kapanpun Cinta akan tetap mencintai kamu bukan aku."
"Maksud kamu apa? Cinta kenapa bisa pingsan? Dan kalian sebenarnya siapa?" Shella sangat bingung dengan semua ini.
Ryan hanya terdiam. Dia tidak bisa lagi menyembunyikan kebohongan ini.
"Shella, sebelumnya aku minta maaf." kata Rayn yang masih menggendong Cinta, meski tangannya sudah terasa berat tapi dia tahan. "Aku Rayn dan yang bersama kamu selama ini adalah Ryan, saudara kembar aku." jelas Rayn.
"Maksud kamu, jadi selama ini kalian membohongi aku dan Cinta." Mata Shella pun berkaca-kaca.
"Aku melakukan ini karena aku beneran cinta sama kamu Shella." Ryan berusaha meyakinkan Shella.
Plakkk!!!
Satu tamparan keras mendarat di pipi Ryan. "Kamu ciptakan cinta dari kebohongan. Kalian gak pernah mikir bagaimana rasanya dipermainkan seperti ini." Napas Shella menjadi tidak teratur. Rasa sakit di hatinya pasti sama dengan apa yang dirasakan Cinta. "Bagaimana bisa aku mencintai seseorang yang sama dengan Rayn hanya secara fisik. Aku gak pernah mengenalmu."
Shella beralih menatap Rayn, tapi Rayn justru menatap wajah Cinta yang masih ada di gendongannya.
Aku gak tahu lagi apa yang harus aku lakukan Cinta. Aku gak mau melihat kamu terluka lagi. Rayn mendekati Ryan lalu dia perlahan menurunkan Cinta ke pelukan Ryan.
"Rayn, maksud kamu apa?."
"Aku titip Cinta, biarkan dia sadar bersama kamu." Rayn membalikkan badannya dan berjalan menjauh.
Dan lagi aku harus menyerah dan membiarkan orang yang aku cintai pergi.
"Rayn!" panggil Shella sambil mengejar Rayn.