
Ditempat lain Xavier yang sedang berkumpul makan malam bersama keluarganya. Keluarga xavier adalah keluarga harmonis papahnya seorang CEO disalah satu perusahaan tersukses dinegaranya.
“Xavier, mamah suka sama Aresta” setelah hening mamah Xavier membuka pembicaraan
“Zihan juga suka kak, kak Aresta cantik”
“Siapa Aresta mah?” Tanya Farhan penasaran
“Teman Xavier pah, yang ngasih Xavier jam pelajaran tambahan” Ucap Desi antusias
“Kayanya gadis pintar ya?” Ucap Farhan
“Pintar pah, kata guru Xavier, Aresta sering loncat-loncat kelas”
“Bagus, kapan-kapan papah mau ketemu, kapan jadwal belajarnya lagi”
“Belum tau pah, belum dijadwalin, nanti Xavier coba minta sama Aresta”
“Sering-sering bawa main ke rumah kak, biar main sama Zihan”
“Aresta kesini buat belajar Zihan bukan buat main, kalo main tuh sama si Caca aja tetatangga sebelah”
“Mamah seneng deh kalo suatu saat punya mantu kaya Aresta”
“Jangan bermimpi mamah, kak Aresta mana mau sama kak Xavier, udah bodoh nggak ganteng pula”
Xavier yang mendengar itu langsung menjitak kepal adik cantiknya “enak aja, kakak dibilang jelek, kakak itu cowok paling ganteng dan populer tau disekolah”
“Ganteng aja nggak cukup kak, kakak harus pintar”
“Kakak udah pintar tau, kakak cuma pura-pura bodoh aja, lihat 2bulan lagi kakak bakalan jadi juara kelas”
Farhan dan Desi hanya menggelengkan kepalanya tidak aneh kedua anaknya ini sering berdebat.
***
Ddrrrrtt...dddrrrtr.. suara getaran dari handphone milik Aresta. Aresta bangun melihihat siapa yang menghubunginya lalu dengan santai Aresta mengakat panggilan tersebut.
“Iya bunda” jawab Aresta
“Ares nginep dirumah Dea”
“Aresta nggak mau pulang kalo masih ada dia”
“Iya bunda, nanti Aresta pulang sore”
Setelah panggilan ditutup Aresta melirik kearah jam diatas nakas. “Jam sembilan” gumamnya.
Lalu Aresta melirik kearah samping.
“De, bangun” ucap Aresta mengguncangkan bahu Dea
“Eeuuggghh...jam berapa?”
“Jam 9” Dea terduduk “lo kenapa nggak bangunin gue daritadi, gue mau jalan sama Rio” ucap Dea sambil menguap
“Yaudah sih tinggal mandi aja”
“Gue mandi duluan, lo mau ikut?” Ajak Dea
“Mandi bareng?”
“Ck, bukan! Gue mau jalan sama Rio, lo ikut nggak?”
Aresta nampak berpikir “Mmmmm... Enggak ah”
“Lo nggak kasian? Gue ini jomblo. Lo mau gue jadi obat nyamuk?” Balas Aresta sambil cemberut
“Lo bisa ketoko buku, nanti pulangnya bareng lagi”
“Yaudah ikut” Dea tersenyum lalu melangkah kekemar mandi
***
Setelah selesai Aresta dan Dea menunggu Rio didepan rumah Dea. Tidak lama dua mobil datang bersamaan. Aresta nampak bingung
“Ini mobil siapa?” Tanya Aresta heran
“Mobil Xavier” ucap Dea polos
“Sialan lo ajak Xavier?” Dea mengangguk
tertawa
“Biar lo nggak kesepian”
Aresta menghela nafas. Sahabatnya ini memang tidak waras. Kemarin Dea yang tidak memperbolehkan Aresta dekat dengan Xavier alasannya karena Xavier playboy.
“Ayo” ajak Rio.
Aresta masih berdiri dari tempatnya.
“Kok diem sih?” Kata Dea
“Harus ya mobilnya masing-masing gini?, enggak bisa apa barengan aja?” Ucap Aresta
“Nanti pulangnya biar sekalian Xavier yang anterin lo”
Aresta pasrah lalu masuk kedalam mobil milik Xavier
“Kenapa sih lo harus nolak gue secara terang-terangan kaya gitu” batin Xavier
“Res, udah makan?” Tanya Xavier basa basi
“Udah sebelum berangkat”
“Kita mau kemana?” Tanya Xavier lagi
“Ketoko buku, lo harus banyak belajar” balas Aresta acuh
“Baiklah ibu guru cantik”
Tidak lama Aresta dan Xavier berhenti disalah satu toko buku. Mereka masuk dan mencari buku.
“Ini, lo harus punya buku ini” ucap Aresta sambil menyerahkan tumpukan buku pada Xavier
“Sebanyak ini Res?” Kata Xavier bengong
“Iya, biar cepet pinter”
“Gue udah pinter, cuma males aja”
“Ya, jangan males berarti”
“Ares, gue laper” ucap Xavier lemah. Aresta yang sedang sibuk memilih buka menoleh “lo belum makan?”
“Belum” Aresta menghela nafas “yaudah bayar dulu udah gitu kita makan”
Xavier yang antusiah segera berjalan kearah kasir untuk membayar buku yang berada dipangkuannya.