
“ Lepasin gue, jangan mencari kesempatan dalam kesempitan dong ” Aresta menghentakan tangan yang digenggam Xavier.
Xavier mengangkat sebelah alisnya.
“ Gue mau ke toilet dulu ” Ucap Aresta lagi
“ Gue tungguin disini ya ? ” Balas Xavier lembut
“ Mending lo kekelas duluan deh, udah bel masuk “ Aresta mengusir halus, lalu masuk kedalam toilet khusus cewek. Didalam toilet Aresta menangis.
“ Sial ” Teriak Aresta. Setelah dirasa suasana hati membaik. Aresta berjalan keluar toilet, Aresta kaget ternyata Xavier masih menunggunya.
“ Kok lo disini? ” Tanya Aresta heran
“ Gue udah bilang, gue tungguin. lo nggak denger sih ”
Melihat Aresta dengan mata sembab dan pipi memerah. Lalu menepuk pelan kepala Aresta
“ Udah ya, jangan nangis ”
“ Siapa yang nangis sih? Aku cuma ngantuk ”
“ Ck, siapa yang mau lo bodohi sih ?” Tanya Xavier
“ Udah ah, gue kekelas duluan. Bye! ” Aresta melangkah menjauh meninggalkan Xavier yang masih berdiri didepan toilet.
“ Sampai kapan lo bakalan pura-pura kuat Res? ” Gumam Xavier sambil memandang punggung Aresta yang mulai menjauh.
***
Sepulangnya dari sekolah. Aresta mencari bundanya dirumah. Karena sejak kemarin dan pagi tadi dirinya tidak bertemu dengan Mia.
“ Bi, bunda dimana? ” Tanya Aresta setelah masuk kedalam rumah dan menemukan bi Diah sedang membawa buah-buahan.
“ Nyonya ditaman belakang non ” balas bi Diah
“ Nggak ada dia bi? ”
“ Nggak ada non ”
Aresta melangkah sedikit berlari kearah taman belakang. Lalu memanggil Mia dengan bahagia dan senyum mengembang.
“ Bundaaa..”
“ Yaampun Resta sayang jangan lari ” Kata mia khawatir melihat Aresta yang berlari kearahnya.
“ Kata bibi bunda lagi hamil? ” Tanya Aresta pada Mia.
Mia mengangguk lalu membawa tangan Aresta untuk menyentuh perutnya yang sedikit membuncit.
“ Hallo adik kecil, jangan buat bunda cape ya. Baik-baik didalam sana sampai nanti kita bertemu ” Kata Aresta mencium perut Mia.
Mia mengusap puncak kepada Aresta. “ adik kecil usianya berapa? ” Tanya Aresta masih dalam posisi membungkuk sejajar dengan perut Mia
“ Usiaku baru 14minggu kakak ” Balas Mia menirukan suara anak kecil.
“ Bunda ngidam apa? Nanti Resta beliin ? ” Tanya Aresta antusias
Mia nampak berpikir “ Mau lihat Resta makan ”
“ Ada ya ngidam gitu bunda? ” Tanya Aresta polos
“ Iya ada dong, buktinya bunda pengen lihat Resta makan ”
“ Kok aneh sih ngidamnya ? “
“ Kalo nggak aneh bukan ngidam kakak sayang, nanti juga kakak ngerasin kalo udah nikah terus hamil “
“ Ck, masih lama bunda “
“ Jadi mau turutin ngidam bunda apa nggak nih? “
“ Makan mah gampang bunda, Ayoo “ Ajak Aresta sambil memegang tangan Mia untuk masuk kedalam rumah.
Mia tersenyum senang .
Jujur saja Aresta senang mendenger kabar kehamilan Mia. Itu artinya dia tidak akan sendiri. Walaupun dalam pikirannya Aresta takut adiknya kelak akan bernasib sama dengan dirinya.
Aresta juga takut terjadi sesuatu dengan bundanya. Aresta selalu melihat Mia menangis karena diperlakukan buruk oleh Rian sang ayah.
Aresta tidak tau apa yang membuat bundanya masih bertahan dengan sang ayah.
Dan fakta yang mengejutkan hari ini. Bahwa Sandra adalah anak pertama dari sang ayah.
Ini akan semakin rumit. Terlebih Sandara yang mencintai Xavier. Dan Xavier yang sudah mulai terukir dihati Aresta walaupun Aresta belum menyadari secara langsung.
Aresta tidak bisa berbohong. Xavier dengan segala caranya agar bisa dekat dengan Aresta sedikit demi sedikit mulai membuat hati Aresta berdebar-debar. Apalagi cowok itu hampir setiap hari bersamanya.