
Aresta berjalan melewati gerbang sekolah. Dia berjalan kearah bangku taman yang setiap hari menjadi tempat favoritnya. Entah apa yang membuatnya suka berada ditempat ini membaca buku atau novel dan menunggu sahabatnya datang.
Aresta duduk sambil membaca buku tiba-tiba Bbrruuggghhh...
Aresta kaget pasalnya seorang cowok jatuh dari atas pohon.
“Awwww” ringis cowok itu
Aresta hanya memandang cowok itu tanpa berniat membantu
“Gue sakit, bisa bantuin gue nggak” pintanya,
Aresta berdiri dari duduknya lalu mengulurkan tanggan membantu cowok itu
“Thanks ya” kata cowok itu sambil menepuk-nepuk seragam yang terkena tanah.
“Gue lihat tiap pagi lo duduk di sini”
“Loh, kok lo tau?” Balas Aresta aneh
“Ck” Xavier berdecak “kalo baca itu lihat-lihat sekitar dong, gue kadang ada di atas pohon ini”
“Lo asik banget kalo baca”
“Lo kan pinter ya, ajarin gue dong, siapa tau kita jadi pacar” kata Xavier menggoda
Aresta hanya melongos pergi. Malas mendengar ocehan cowok sok kenal ini dalam hati nya membatin.
“Sial gue dicuekin lagi” Aarrrggghhh
***
Dikelas
“Aresta...!!!! Kenapa nggak nunggu gue sih” kata Dea berteriak, Aresta meringis menutup
kupingnya
“bisa pelan nggak sih de?” Balasnya
“maaf tadi gue duluan kekelas, gue belum belajar buat ulangan hari ini”
“Nggak perlu belajar otak lo udah pinter res” kata Dea sambil membuka buku.
Aresta hanya mengedikan bahu tak peduli
Setelah bel tanda pelajaran di mulai
Tidak lama datang seorang guru perempuan dengan kertas menumpuk dipangkuan guru itu.
“Mati gue, belum belajar” panik Dea
“Jangan pacaran mulu makanya” kata Aresta acuh
Setelah jam pelajaran selesai. Seorang siswi berjalan menghampiri Aresta yang sedang duduk membereskan buku-buku
“Ares” panggil cewek itu
“Eh, iya Dina kenapa?”
“Lo dipanggil sama ibu ratna ke kantor” jelas siswi itu
“Oh iya, gue kesana”
“Makasih ya dina” Ucap Aresta sambil tersenyum.
Setelah sampai di kantor, aresta menghampiri guru yang memanggil nya
“Permisi bu, ada apa ibu memanggil saya”
“Eh aresta, sudah datang” kata guru itu
“Ibu mau nyuruh kamu, kamu tolong ajarin anak bandel ini” guru itu menunjuk murid yang ada di hadapan nya
“Wah bu kalo di ajarin murid cantik kaya Aresta mah semangat banget belajar nya bu”
“Xavier! Yang bener ya kamu, sebentar lagi ujian kelulusan”
“Tolong ya Aresta ajarin Xavier, berikan dia les minimal 3 hari dalam seminggu” kata guru tersebut.
Aresta mengangguk tanpa membantah. Xavier nampak tersenyum. Tidak sia-sia dia pura-pura bodoh batin nya tertawa senang.
Setelah selesai urusan nya di ruang guru. Aresta berjalan menuju kelas nya
“Aresta tunggu” kata Xavier berlari mengejar Aresta
“Jangan judes gitu dong, nanti cantik nya hilang”
Aresta hanya mendelik
“Nanti belajar nya di rumah gue ya?” Tanya Xavier
“Terserah” jawab Aresta sambil melengos pergi
“Nanti pulang nya tunggu di parkiran” Teriak Xavier
Aresta hanya merutuki kekesalan nya
“siapa yang nungguin siapa, enak aja!” dumel nya sambil cemberut kesal
“Kenapa lo Ares” tanya Dea melihat Aresta datang dengan wajah cemberut
“Gue di suruh ajarin Xavier” balas nya
“Ya terima aja sih, siapa tau jodoh kan” Dea
menggoda
“Amit-amit ya de”
“Jangan kaya gitu, nanti kemakan omongan sendiri baru tau rasa loh” ucap Dea tertawa
“Kata lo dia playboy? Emang mau gue
pacaran sama playboy kaya dia? Tanya Aresta marah
“Ya kan playboy juga bisa tobat”
“Tau ah”
Setelah sekolah selesai. Aresta berjalan ke parkiran, bener saja aresta melihat Xavier sedang menunggu dirinya.
“Ayo res, gue udah gak sabar nih diajarin loe”
Aresta hanya mendelik, sambil masuk ke dalam mobil milik Xavier
“Nanti kalo gue tanya-tanya di chat balas ya res”
“Iya, kalo itu tentang pelajaran” jawab Aresta
“Kalo nanya yang lain juga balas dong res, gue kan bukan operator yang chat nya harus di abaikan gitu aja” kata Xavier
“Maaf kuota mahal untuk hal yang sia-sia kaya bales chat kamu misal nya”
Seketika Xavier memeganggi dada nya sambil meringis “aaww”
“Gue sakit denger lo yang blak blakan itu”
“Gue belum pernah di cuekin cewek gini, Hiks” kata xavier sambil pura-pura menyeka air mata nya.
Aresta yang melihat itu hanya mendelik, “dasar playboy” batin Aresta
Setelah 20 menit perjalanan, mobil berhenti di rumah yang sangat mewah. Setelah selesai memarkirkan mobil “ayo turun” ajak Xavier
Aresta menurut, lalu masuk ke dalam rumah
“Mamah” teriak Xavier
Desi datang dari arah dapur menghampiri xavier yang baru tiba dari sekolah
“Loh, kak ini siapa?” Tanya desi
“Ini calon mantu mamah” kata Xavier
Aresta melotot ke arah Xavier
“Bukan tante, saya aresta teman xavier, kita mau belajar bareng tante” kata Aresta ramah
“Padahal tante udah seneng mau punya mantu secantik kamu” balas Desu tersenyum
“Yaudah mah, aku mau ke kamar dulu ganti baju”
“Aresta lo duduk aja di ruang tv” Kata Xavier
“Ayo tante antar”
Aresta mengangguk patuh.