
5 Tahun kemudian
Aresta sedang duduk dan membaca majalah dengan menyilangkan kaki diruangan tamu. Tidak lama Artha datang dengan membawa agenda ditangannya.
“ Maaf, kakak mengganggumu “ Ucap Artha
“ Ada apa kak ? “ Balas Aresta
“ 2 hari lagi kau akan mengsisi seminar diindonesia. Diuniversitas XX “
“ Indonesia “ gumam Aresta
“ Menurut kakak lebih baik kita kembali keindonesia Aresta, sudah saatnya kau mengambil alih perusahaan “
“Tidak, aku ingin bekerja dirumah sakit, nanti setelah mengurus pemindahan aset atas namaku, tolong kakak yang urus perusahaan, tolong urus semuanya kak “ mohon Aresta
“ Apakah itu tidak berlebihan Aresta ? “
“ Tolong kak, aku hanya ingin menjalankan cita-citaku”
“ Baiklah, kakak akan mengurus semuanya “ Pamit Artha
Sejak 5 tahun tinggal dengan Artha. Aresta lebih nyaman memanggil Artha dengan sebutan kakak.
***
Diruangan bertulis CEO seorang pria tampan yang sedang serius menandatangani berkas. Ia berhenti ketika mendengar ketukan pintu tanda seseorang meminta ijin untuk masuk.
“ Maaf mengganggu Tuan” Ucap Aldi, Xavier diem meminta Aldi melanjutkan bicaranya.
“ Anda diundang dalam seminar kedokteran”
“ Apa itu sangat penting ? “ Tanya Xavier pada lawan bicaranya
“ Anda diundang sebagai pemilik Universitas XX Tuan, seminar ini akan dihadiri beberapa dokter yang sukses diluar negeri. Mungkin anda tertarik untuk menjadikan dokter disalah satu rumah sakit milik perusahaan “ Ujar Aldi
“ Baiklah tolong atur semuanya, kosongkan jadwalku untuk 2 hari kedepan “
“ Baik Tuan saya permisi “ pamit Aldi
*Aresta Prov
Hari ini aku tiba diindonesia. Setelah 5 Tahun pergi untuk bersembunyi dari Ayahku. Akhirnya aku bisa menginjakan kaki ditanah negara ini lagi.
Tidak lupa juga aku membawa adikku Cassa. Dia sangat antusias sekali untuk datang kesini.
Setelah kurang lebih 40 Menit perjalanan dari bandara akhirnya aku tiba dirumah yang baru dibeli Kak Artha yang berada dipusat kota.
“ Disana kamarmu “ Tunjuk kak Artha padaku
“ Baiklah, kamar cassa dimana kak?” Tanyaku
“ Tepat disebelahmu “
“ Aku naik duluan kak “
“ Istirahatlah, besok kau harus mengisi acara besar, kakak akan mengurus beberapa masalah diperusahaan “
“ Baiklah “
Setelah pamit aku naik kelantai 2 menuju kamarku.
“ Akhirnya “ Sambil menghempaskan diri diatas kasur
“ Tidur sebentar deh “
Aresta mulai terlelap.
Matahari sudah mulai menampakan dirinya. Aresta bangun lalu melihat jam diatas nakas menunjukan pukul 8 pagi
“ Yaampun, berapa lama aku tidur “ menepuk jidatnya dan segera bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi
Setelah selesai bersiap Aresta turun kebawah. Dia melihat Cassa sedang menonton kartun kesukaannya
“ Cassa “ Sapa Aresta pada adiknya
Cassa menolah dan mengembalikan fokusnya pada kartun favoritnya tidak menjawab.
“ Ih jutek, kakak pergi dulu ya “
“ Kemana ?
“ Kakak ada seminar, tunggu kakak pulang ya “
“ Pulanya beli eskrim ya kak “
“Oke, tapi harus mau makan ya “ Aresta mengelus kepala adiknya sayang
Cassa mengangguk senang
“ Mbak, pastikan cassa makan ya, saya ada seminar dulu “ Perintah Aresta pada Kanaya
“ Baik nona hati-hati dijalan “
***
Mobil Aresta memasuki gerbang besar sebuah Universitas. Setelah memarkirkan mobil Aresta keluar dan berjalan kearah aula besar.
“ Aresta “ Panggil seorang perempuan menghampiri Aresta
“ Putri, apa kabar? “ Tanya Areta sambil memeluk teman kampusnya
“ Aku seneng kok “
“ Nunggunya disana yuk “ Ajak Putri pada Aresta menunjuk satu ruangan
“ Ini khusus tamu, nanti sebelum acara mulai kamu diem disini dulu “
“ Oke, nanti kasih pertanyaan jangan yang aneh-aneh ya “ Ucap Aresta kepada sang teman yang merupakan MC acara tersebut
“ Tenang aja ibu dokter “ Balas Putri sambil tersenyum
“ Senyum kamu mengerikan, pertanda buruk “ Ejek Aresta
“ Enak aja mengerikan, tidak ada yang bisa berpaling dari senyum seorang Putri “
“ Acara mulai jam berapa ? Kayanya udah banyak yang dateng “
“ 1 Jam lagi, aku pergi dulu ya mau siap - siap dulu “ Putri melambaikan tangan
Aresta mengangguk sambil tersenyum
***
Acara sudah dimulai sekitar 2 jam yang lalu dan kini giliran Aresta untuk diwawancari sebagai pengirisi acara
“ Giliran anda sekarang nona “ Kata salah satu panitia menghampiri Aresta
Aresta bangun dari duduknya “ Baiklah “ Aresta berjalan dan mendapat sambutan dari para tamu. Aresta duduk dan mulai diwawancarai
“ Aresta, Dokter spesialis jantung termuda yang sukses di Amerika “ Kata Putri sebagai sang MC “ Ini prestasi luar biasa “
Setelah beberapa pertanyaan diberikan kepada Aresta. Dan Aresta menjawab dengan sangat Baik
“ Saya dengar anda mempunyai hoby berbanyi ? Apa anda bisa bernyanyi untuk kita semua ?”
Aresta melotot pada Putri. Putri hanya bisa tertawa melihat kegugupan temannya ini.
“ Apa itu harus? “ Tanya Aresta
“ Lihat semua orang disini sangat penasaran, apa anda ingin mengecewakan mereka ? “ Jawab Putri
“ Baiklah, aku minta gitar “
Setelah semuanya disiapkan. Aresta duduk dengan gitar dipangkuannya.
Waktu terus berlalu
Tanpa kusadari yang ada hanya aku dan kenangan
Masih teringat jelas
Senyum terakhir yang kau beri untukku
Tak pernah 'ku mencoba
Dan tak ingin 'ku mengisi hatiku dengan cinta yang lain
'Kan kubiarkan ruang hampa di dalam hidupku
Bila aku harus mencintai
Dan berbagi hati itu hanya denganmu
Namun bila 'ku harus tanpamu
Akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta
Hanya dirimu yang pernah
Tenangkanku dalam pelukmu
Saat 'ku menangis
Bila aku harus mencintai
Dan berbagi hati itu hanya denganmu
Namun bila 'ku harus tanpamu
Akan tetap kuarungi hidup tanpa cinta
Bila aku harus mencintai
Dan berbagi hati itu hanya denganmu
Namun bila harus tanpamu
Akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta
Tak pernah 'ku mencoba
Dan tak ingin 'ku mengisi hatiku
Element Rahasia Hati
Aresta mengisi acara tadi