Aresta

Aresta
Eps 1



Dibangku taman sekolah terlihat seorang gadis cantik berambut pendek sebahu berseragam SMA sedang duduk dengan buku dipangkuannya.


Buku berwarna biru langit yang bertulis Aresta Cassa Arselia



Anggap saja memakai seragam


“Ares!!! kamu lagi apa sih? Suara teguran dari arah belakang, tanpa melihat siapa yang menegurnya Ares tau siapa itu, gadis cantik tersenyum lebar kapadanya. Gadis itu Dea sahabat dekatnya Aresta.


“Udah dateng ya de? Ke kelas yu” ajak Aresta


“Kalo belum dateng manamungkin ada disini” jawab dea sambil cemberut.


Tanpa melihat sahabatnya itu Aresta berdiri lalu berjalan pergi meninggalkan Dea dengan wajah kesalnya.


“Ares!! Tungguu, untung temen kalo bukan! pengen banget ngelampar batu kekepalanya” dumelnya.


Ditempat lain 3orang cowok sedang memeperhatikan Aresta dan Dea yang sedang berjalan beriringan menuju kelasnya.


“Xav, lo bisa dapetin Aresta?” Tanya satu temannya.


“Aresta? Yang mana le?”jawab cowok itu


“Itu yang lagi jalan sama cewek gue” jawab Rio 1 temannya lagi


“Kelas IPA 1 ? Kenapa gue baru lihat dia ya”tanyanya lagi


“Iyalah, dia loncat kelas, saking pintarnya” Jelas Leo


“Lo sibuk ngrusin cewek-cewek lo kali, jadi gak sadar ada cewek cantik dikelas sebelah kita, ya gak le” kata Rio meminta persetujuan Leo


“Yoi man”


“Kalo gue bisa dapetin dia hadiahnya apa”


Tanya Xavier kepada kedua temannya.


Rio dan Leo nampak berpikir.


“Mmmmm... Mobil sport terbaru punya gue milik lo” Jawab Leo


“Lo ambil villa yang baru gue beli” Jawab Rio


“Oke gue setuju, mana ada cewek yang berani nolak gue” Jawab Xavier percaya diri.


(Anak SMA taruhannya ngeri-ngeri ya. gak ada akhlak emang)


Bel istirahat berbunyi siswa siswi berhamburan keluar kelas untuk mengsiri perutnya yang kosong. Ada yang pergi kekantin dan ada yang tinggal dikelas.


“Ares kekantin yu” ajak dea pada sahabatnya itu


“Gue dikelas aja deh”


“Gue nggak ada temen, temenin ya” ajaknya lagi sambil menperlihatkan Puppy-eyes.


Kalo sudah begini mau bagaimana lagi, Aresta tidak tega untuk menolaknya.


“Yaudah ayookk” akhirnya Aresta menyetujui ajakan sahabatnya itu


Sesampainya dikantin Aresta dan Dea pergi menuju bangku yang masih kosong sesudah mereka memesan makanannya.


Setelah 10menit menunggu pesanan mereka datang.


“Ini neng mie ayamnya” kata ibu penjaga kantin


“Terima kasih bu” Kata Aresta sambil tersenyum.


“Sayang” teguran dari samping. Tiba-tiba Rio duduk disebelah Dea kekasihnya itu diikuti temannya duduk di kursi yang masih kosong.


“Yo apaan sih” Jawab Dea sambil malu-malu


“Ya gak apa-apa dong sayang”


“Ih gue geli yaa” kata kedua temannya


“Iri aja lo pada” jawab rio


Ini yang Aresta tidak mau kalo diajak sahabatnya kekantin. Aresta paling malas melihat kedua sejoli ini.


Tanpa Aresta sadari Xavier sedang memperhatikannya.


Aresta mendongak matanya bertemu dengan mata hitam milik Xavier, Cepat-cepat Aresta mengalihkan matanya kepada Dea.


“Aneh aja gue gak penah lihat temen lo ini” jawab Xavier


“hilih dasar buaya lo, basi bilang kaya gitu” cerca Dea


Pasalnya Dea tau kalo cowok sahabat kekasihnya ini adalah seorang playboy.


“Serius gue de, Boleh dong kenalin”


“Engga ya Xav, pacar-pacar lo yang lain nanti nyerang sahabat gue”


Dea berdiri lalu berjalan mendekati Aresta lalu ditariknya lengan temannya itu untuk pergi dari kantin.


“Rio, habisin mie ayamnya jangan lupa bayar” Teriak Dea


“Aing lagi, aing lagi” kata Rio sambil membuang nafas


***


“De itu siapa sih?” tanya Aresta ketika dikelas


“Xavier maksud lo? Jawab dea


Aresta mengangguk meminta jawaban


“Masa lo nggak tau sih, dia kan cowok paling ganteng disini, cewek cewek mana ada yang nggak kenal dia” jawabnya lagi


“Buktinya gue nggak tau dia siapa” Balas Aresta


“Iya kecuali lo res, makannya lihat dunia luar itu indah. Jangan belajar terus” balasnya sambil tertawa.


Aresta hanya ber”oh” tak berminat melanjutkan perbincangan tentang cowok tersebut.


***


Aresta bediri dihalte bus dekat sekolah, walaupun terlahir dari keluarga kaya raya Aresta tidak ingin menunjukannya. gadis itu lebih suka menggunakan angkutan umum, bahkan teman-temannya tidak tau kalo Aresta anak dari pengusaha terkaya.


Sambil menunggu bus Aresta membaca bukunya, Tiba-tiba seorang cowok turun dari mobil tepat didepannya.


“Bus nya udah lewat kalo nunggu bakalan lama, Lo ikut gue aja” ajak xavier


Aresta mengalihkan pandangannya dari buku. Gadis itu mengangkat 1alisnya


“Nggak usah, Terima kasih” jawab Aresta


“Daripada lo lama, nanti pulangnya kesorean”


“Nggak usah, aku udah pesen ojol”


“Yaudah gue tungguin lo sampai ojolnya dateng”


Aresta hanya mengedikan bahu tak peduli. Terserah cowok itu mau apa pikir Aresta.


Tidak lama motor behenti didepan mereka


“Mbak Aresta?” Kata mamang ojol


“Saya pak” Jawab Aresta sambil berjalan mengahampiri mamang ojol dan menerima helm.


“Sudah neng?” Kata bapak ojol


“Sudah pak”


Aresta pergi tanpa pamit kepada Xavier. Entah gadis itu lupa ada yang menemaninya atau memang sengaja tidak ingin berurusan dengan cowok itu.


“Menarik” kata Xavier sambil tersenyum.


Xavier Abraham



Leonard Jello



Dheara Yurizka dan Axerio Taran